HEADLINE NEWS

Ombudsman RI Sidak RSUD Prabumulih

PRABUMULIH, PP - Ombudsman RI Perwakilan Sumsel atau Lembaga negara yang berwenang mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik baik yang diselenggarakan oleh penyelenggara negara dan pemerintahan termasuk yang diselenggarakan oleh Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah, dan Badan Hukum Milik Negara lainnya Senin (14/03/2015) melakukan inspeksi mendadak ke RSUD Kota Prabumulih.

Kedatangan rombongan ini berkaitan dengan pemberitaan di media massa seputar permasalahan pelayanan di RSUD Kota Prabumulih yang disinyalir mengabaikan hak-hak pasien. Ombudsman langsung menuju ruangan Rere (1) pasien pengguna kartu jamsoskes di kelas III untuk menyaksikan secara langsung kondisi pasien sekaligus meminta keterangan dari orang tua pasien.

Di sela-sela Sidak, Kepala Ombudsman Perwakilan Sumsel Indra Zuardi M.Si saat di konfirmasi Posmetro Prabu mengungkapkan, rumah sakit itu merupakan salah satu RSUD milik Pemerintah yang paling banyak dikeluhkan masyarakat terkait pelayanan medis kepada pasien.

Dari data Ombudsman, katanya, dalam sebulan tercatat ada belasan keluhan terkait buruknya pelayanan RSUD yang disampaikan masyarakat melalui pemberitaan media cetak di Sumsel. Jumlah itu lanjutnya belum termasuk keluhan yang disampaikan langsung ke Ombudsman Sumsel. Karena itu, kami menyarankan Kepala Daerah atau Walikota Prabumulih untuk dapat mengevaluasi kerja aparatur penyelenggara pelayanan di RSUD Prabumulih" ujar Indra.

Hal ini harus dilakukan, agar masyarakat benar-benar mendapatkan hak pelayanan secara medis yang baik dan berkualitas.

Menurut dia, secara kelembagaan, Ombudsman berencana minta klarifikasi kepada derektur RSUD Prabumulih terkait standar pemberian pelayanan publik. Langkah ini, sambung dia, dilakukan tidak lain untuk memperbaiki sistem pelayanan di RSUD tersebut agar benar-benar berjalan baik dan terbuka.

"Sesuai dengan UU No.37 tahun 2008, kami berwenang memanggil dan minta keterangan baik secara lisan maupun tulisan kepada pihak yang menyelenggarakan pelayanan publik. Oleh sebab itu, kami berencana minta klarifikasi kepada pimpinan atau direktur RSUD" imbuhnya.

Berkaitan dengan pemberitaan di media tentang pelayanan yang tidak maksimal kepada pasien RSUD Prabumulih, Indra mengungkapkan, pihaknya masih mebgumpulkan data. Selanjutnya data-data yang didapatkan dilapangan akan dibahas di internal Ombudsman Sumsel. Jika nantinya kesalahan mutlak ada pada pelayanan, maka Ombudsman akan merekomendasikan atasan perawat yang bersangkutan untuk memberikan sanksi tegas kepada perawat yang melakukan kelalaian, tegasnya.

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments
6 komentar:
Tulis Komentar
  1. Setuju..biar keadilan dan hak2 kemanusiaan tidak pandang bulu ..

    BalasHapus
  2. Hendaknya jgn stengah2 dlm menindak oknum prwt nya.krn penilaian sy perwat2 itu malas dan arogan..byk sekali kjadian sprti ini yg saya dengar...tp RSUD prabumulih ini tdk membenahi pelyanan. Alalasanya..pasien gratisan mau enak dilayani...

    BalasHapus
    Balasan
    1. dicek saja secara menyeluruh..siapa yang salah...apakah perwatnya atau mungkin malah pasiennya yang berlebihan. Tetangga saya Ibu Harti yang petugas di Puskesmas pernah pulang nangis katanya dibentak2..dimarah2hi orang tua pasien yg menganggap lambat pelayanannya...padahal tetangga saya itu bilang tidak seperti itu ... mungkin sudah nasip yah..mereka kadang diperlakukan semena2...

      Hapus
  3. di Pagar Alam yang RSUDnya lebih kecil dari Prabumulih pasien per bulan mencapai 4000an lebih....kalo ada satu dua yang tidak puas saya kira masih wajar...kadang memang ada pasien yang pengen dilayani bagaikan Raja dan petugas RS seperti kacung mereka...

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang bener jugo....kabarnyo yang kewjadian di RSUD Prabu itu diawali bibik ybs sharing status di FB mengeluhkan anaknyo idak diurus dan luko bakarnyo tambah parah setelah diobati...ternyato setelah dicek idak cak itu sudah lebih sehat...tapi wajahnyo kelihatan merah kareno memang luko bakar kulit rusaknyo harus dikupas biar idak inpeksi..nah bibik budak itu ngamuk ngomongke salep yang dipake dak bagus muko anaknyo merah tambah parah, sudah dijelaske kalu salep untuk pasien Jamsoskes (gratis) standardnya itulah yg dipake....dio makso nak beli dewek...waktu diresepke dokter malah dio koar2 ke wartawan katonyo dokter makso beli obat.....hebat nian pasien gratis tapi melawan nian dan caknyo deket dengan wartawan dan biaso maen di sosmed...salutnyo dio berhasil mendapat simpati netizen dan dibantu sokongan buat beli obat....cak modus jugo menurut aku dan kalu aku ragu apo diotu miskin nian hinggo pake Jomsoskes (pake KK/KTP).

      Hapus
  4. Rs prabu itu idak jelek, banyak rs lain di sumsel ni yg lebih parah,,,. Tp pasiennyo yg nginjek kepalak, la gratis, minta dilayani, nak obat mahal pulok, sangkonyo negara ini punyo neneknyo

    BalasHapus

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *