Home » , » Wartawan Dicegat Relawan Koko Saat Liputan

Wartawan Dicegat Relawan Koko Saat Liputan

Written By Posmetro Prabu on 26/06/18 | 26.6.18

PRABUMULIH, PP - Jelang pencoblosan Pemilihan Walikota Prabumulih 2018, situasi atau dinamika di tengah masyarakat cukup meningkat. Aktifitas kampanye gelap dan adanya isu dugaan Politik Uang (money politic) menjelang pencoblosan besok Rabu (27/06/2016) mulai marak di tengah masyarakat.

Dini hari tadi, Selasa (26/06/2018) di simpang tiga majasari (15 meter dari TPU)  peristiwa yang tidak mengenakkan terjadi di kalangan kuli tinta Kota Prabumulih. Tiga orang wartawan Kota Prabumulih yakni Mulwadi (43) watawan berita-one.com, Andri Kurniawan (33) dari publikzone.com, Herman (47) dari bininfor.com serta dua rekannya bernama Sofyan Atswari (24) dan Agus harus menjadi korban pencegatan dan penghadangan sejumlah relawan Koko ( Kotak Kosong -red) saat melakukan pemantauan situasi Kota Prabumulih jelang pencoblosan.

Kelima warga ini nyaris menjadi bulan-bulanan relawan Koko karna dinilai terlibat dalam satu kelompok pasangan calon yang berselisih dengan relawan Koko. Bahkan Mobil yang ditumpangi kelimanya tidak diperkenankan melintas dan warga ditempat tersebut meminta Mulwadi CS untuk turun dari mobil.

Meski Mulwadi telah menjelaskan keberadaannya dari Pers, puluhan relawan koko tetap ngotot menyuruh mereka turun dan menyebut Mulwadi CS salah satu bagian dari kubu yang berselisih.

Ditempat tersebut Mulawadi dalam keterangan persnya mengaku ada Camat dan sejumlah ASN dengan kenderaan Dinas milik Pemerintah Kota Prabumulih. "Jujur kami tidak tahu apa alasan pencegatan yang dilakukan oleh relawan tersebut kepada kami saat melakukan peliputan" ujar Mulwadi.

Dikatakan, pihaknya yang tergabung dalam organisasi "Masyarakat Cinta Damai" Kota Prabumulih malam itu bermaksud melakukan pantauan situasi Prabumulih jelang Pilkada pemilihan walikota Prabumulih 2018.

"Sebelumnya ada informasi yang masuk ke sekretariat menyebut di wilayah Prabumulih selatan ada oknum Camat yang ditangkap warga karna diduga membagikan selebaran yang diduga black campaign memojokkan salah satu paslon dan mengajak warga memilih kolom kosong. Dari sekretariat kami menjemput kawan ke Muara Dua dan langsung menuju TKP" ujar kemong (panggilan Mulwadi-red) seraya menunjukkan selebaran black campaign.

Setelah data telah dapat, Rombongan tersebut berencana untuk kembali ke sekretariat. Di tengah perjalanan Rombongan tersebut dicegat dan dihadang oleh relawan Kolom kosong termasuk salah seorang diantaranya Camat Prabumulih Selatan. Dalam peristiwa penghadangan tersebut sempat terjadi ketegangan diantara kedua belah pihak. Beruntung pihak Kepolisian Polres Prabumulih yang sedang berpatroli tiba dilokasi dan langsung mengamankan Mulwadi Cs ke Polres Prabumulih malam itu.

Namun demikian Polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap Mulwadi CS. Didapati dalam tas berisi Soft Gun dan satu buah plastik klip yang diduga bungkus Narkoba. Namun kemudian Kepolisian mengaku bahwa setelah kelimanya dilakukan tes urine, kelimanya negatif narkoba. Sementara menyoal senjata api yang ditemukan di dalam tas Mulwadi, Kepolisian Resort Prabumulih mengaku bahwa senjata tersebut berjenis soft gun dan memiliki surat izin resmi dari Perbakin.

Setelah melakukan pemeriksaan, Mulwadi CS akhirnya diperbolehkan pulang karena tidak ditemukan bukti seperti yang diributkan. Pasalnya setelah Mulwadi CS diamankan ke Polres Prabumulih, beredar isu bahwa Mulwadi Cs tertangkap karna terlibat kasus Narkoba.

Dengan ini juga Mulwadi mengklarifikasi pemberitaan yang menurutnya telah memojokkan dirinya selaku wartawan melalui pemberitaan tanpa konfirmasi sebelumnya. " Bahkan sebenarnya setelah berita itu terbit di media online, saya telah mencoba mengklarifikasi terhadap wartawan bersangkutan namun sayangnya wartawan dimaksud tidak mau mengangkat teleponnya meskipun terdengar nada aktif" tandasnya.

Sementara itu, Kapolres Prabumulih AKBP, Tito Hutauruk melalui Kasat Reskrim Polres Prabumulih AKP Eriadi Yuswanto SH membenarkan telah mengamankan lima warga dan tiga diantaranya Wartawan. Setelah dilakukan pemeriksaan, penyidik tidak menemukan bukti-bukti pelanggaran. Kelimanya juga tidak terlibat dalam pihak yang berselisih dan kemudian mereka dipulangkan, pungkasnya.
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu