Home » , » Pancasila di Era Kemerdekaan, Dulu dan Kini

Pancasila di Era Kemerdekaan, Dulu dan Kini

Written By Posmetro Prabu on 14/08/17 | 14.8.17











Oleh : Nety Nurda, S.kom, M.T


Sejarahnya, Pancasila terlahir melalui sebuah proses yang panjang dan bersumber dari semangat perjuangan bangsa, gagasan para pejuang dan pemuda serta merupakan kepribadian bangsa Indonesia.

Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang meliputi suasana kejiwaan, serta watak bangsa Indonesia. Pancasila mengandung nilai luhur sebagai dasar negara, memiliki sifat yang universal sehingga mempengaruhi hidup dan kehidupan bangsa dalam menciptakan kehidupan yang aman, adil dan makmur sesuai dengan cita-cita bangsa yang tertuang dalam pembukaan UUD tahun 1945.

Melihat kondisi bangsa Indonesia yang saat ini, kita harus mampu mengembalikannya pada fitrah perjuangan nasional, yaitu menjadikan nasionalisme berdasarkan Pancasila sebagai penggerak utama dalam memajukan bangsa. Mengembalikan jiwa-jiwa tiap kita pada jiwa yang pancasila, dimana kita harus mampu memaknai kembali kelima dasar nilai Pancasila tersebut.

Pada dasarnya, ketahanan nasional suatu bangsa adalah sebagai landasan konsepsional yang dasarnya memiliki kemampuan dan keteguhan bangsa secara terintegrasi untuk dapat menghadapi dan mengatasi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan baik yang datangnya dari dalam maupun luar negeri.

Peran dari konsepsi dari ketahanan nasional itu sendiri adalah sebagai pola dasar pembangunan nasional yang pada hakekatnya merupakan arah dan pedoman pelaksanaan pembangunan secara terpadu untuk dapat mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahterah baik secara materiil dan spiritual.

Ketika setiap permasalahan bangsa dikembalikan pada nilai-nilai pancasila, lalu di sandingkan dengan cita-cita bangsa, tentu yang terjadi adalah menjadi bangsa yang ideal. Karena sesungguhnya, nilai-nilai tersebut merupakan bagian dari nilai hidup seluruh masyarakat Indonesia.

Sejak zaman kemerdekaan Republik Indonesia, kita telah menjadi bangsa yang lebih maju dari sebelumnya. Menjadi bangsa yang mandiri dan dipandang oleh bangsa-bangsa lain. Meski masih begitu banyak kekurangan disana-sini.

Perekonomian yang naik turun, bahkan hasil bumi yang tiba-tiba seperti hilang tenggelam dan membuat kita mau tidak mau harus mengimpor nya dari Negara lain. Padahal, sejak dulu Indonesia dikenal sebagai bangsa yang kaya raya dengan hasil alam nya yang melimpah ruah, bahkan hingga detik inipun, Indonesia masih dipandang sebagai Negara yang kaya raya. Apakah saat ini kita telah jatuh “miskin” untuk mengimpor sesuatu yang dulu pernah ada?
Tanah Indonesia yang subur dengan bentangan lahan hijaunya kini telah banyak berubah fungsi.

Lahan itu telah berubah menjadi bangunan yang tinggi menjulang. Mungkinkah akibatnya telah menjadikan tanah Indonesia menjadi tak subur lagi?

Laut nan biru dengan segala isi dan panoramanya, apakah masihnya tetap sama? Atau kini telah banyak yang punah? hilang atau dicuri? termanfaatkan atau terbuang? Belum lagi soal keberagaman masyarakatnya yang dengan segala ragam bahasa dan budaya, masihkah tetap sama atau kini telah berubah menjadi sebuah fenomena dan cerita? Tentu, kita tak menginginkan itu semua. Kita ini tetaplah sebuah bangsa yang kaya raya.

Hanya mungkin, kita belum sepenuhnya tersadarkan untuk lebih utuh menyeluruh memanfaatkan apa yang ada secara maksimal. Percayalah, ada begitu banyak anak bangsa yang siap sedia membangun dan membantu pemerintah dalam mensejahterahkan masyarakat Indonesia. Melakukan segala inovasi demi kemajuan, menciptakan ide-ide baru yang cemerlang dan semua butuh dukungan dari pemerintah.

72 tahun sudah bangsa ini merdeka, sudah banyak pula jatuh bangun yang dirasakan seluruh masyarakatnya. Carut marutnya dunia politik, hitam putihnya hukum, naik turun nya roda ekonomi, naik turunnya stabilitas, namun kita bisa lihat, Indonesia tetap berdiri sebagai bangsa yang kokoh.

Kita sebagai warga Negara Indonesia, harus tetap memiliki semangat yang sama untuk dapat terus menerus membangun bumi pertiwi. Karena, apapun yang terjadi saat ini, kemajuan yang kita rasakan hingga detik ini, bukan hanya untuk kepentingan hidup kita saat ini, namun untuk kemakmuran bagi anak-cucu kita kelak.

Dirgahayu Republik ku. Merah putih selalu kami pegang teguh.

Penulis merupakan PNS di Lembaga Ketahanan Nasional RI
Sedang menempuh pendidikan S3 di Jepang pada program doctoral jurusan life and technology science di University of Tsukuba, Jepang
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu