Home » » Kewaspadaan Bangsa Kita Diuji Malaysia

Kewaspadaan Bangsa Kita Diuji Malaysia

Written By Posmetro Prabu on 22/08/17 | 8/22/2017

Cinta merupakan perwujudan dari rasa kasih sayang yang ada dalam jiwa setiap manusia dimana dengan perasaan itu tumbuh rasa untuk menjaga, merawat, memelihara dan melindungi dari berbagai ancaman dan gangguan. Cinta terhadap tanah air adalah rasa rela berkorban dan membela bangsa dan negaranya dari ancaman dan gangguan yang datang baik dari dalam maupun dari luar.

Sangat menyakitkan memang ketika bangsa lain tidak menghormati bangsa kita sebagaimana seharusnya. Malaysia, kali ini melakukan kesalahan yang sangat fatal. Bendera Indonesia yang terpampang tampak jelas salah. Warga negara manapun saat melihat benderanya diperlakukan seperti itu pasti akan marah? kita, jangan tanya lagi!

Lalu muncul pertanyaan, apakah ini sengaja? atau tidak? mengapa tidak ada tim koreksi sebelum pampangan bendera-bendera Negata itu diterbitkan. Lalu, mengapa harus kita Indonesia?

Sudah cukup sering memang, keributan-keributan seperti ini terjadi antara kita sesama rumpun melayu, Indonesia-Malaysia, mulai dari makanan khas kita yang begitu mirip (hanya penamaan yang berbeda), kekhasan alat musik, seni tari dan budaya tak terelakkan lagi menjadi perebutan. Lantas, apakah ini akan terus menerus terjadi?

Apakah minta maaf kepada kita cukup? mengapa begitu lama meminta maaf? apakah perlu seorang Presiden Negara meminta Malaysia untuk segera meminta maaf? bukan kah harusnya tanpa diminta mereka memang harus meminta maaf.

ini bukanlah suatu kesalahan yang kecil karena ini telah melukai hati seluruh masyarakat Indonesia. Wujud dari rasa sakit ini akhirnya banyak berimbas pada hal-hal yang pasti tidak mengenakkan bagi Malaysia. Mulai dari bendera Malaysia yang dibuat terbalik juga, hacker yang meretas situs-situs malaysia bahkan akhirnya muncul berbagai caci maki di sosial media. ini salah siapa?

Tak ada api yang tak menimbulkan asap. ini adalah wujud dari rasa cinta terhadap bangsanya. wujud itu memang berbeda-beda, ada yang meminta dengan cara baik-baik dan ada pula dengan cara yang "keras"

Kewaspadaan nasional adalah suatu sikap yang berhubungan dengan sikap nasionalisme yang ada pada masing-masing jiwa masyarakat Indonesia. Saat permasalahan ini muncul, rasa kewaspada an terhadap berbagai ancaman yang mungkin saja terjadi muncul sebagai sikap dari rasa tanggung jawab sebagai Warga Negara Indonesia terhadap kelangsungan kehidupan nasional bangsanya. Sikap Kewaspadaan Nasional ini adalah dinilai sebagai potensi ancaman terhadap NKRI lebih lanjut.

Disini dapat kita lihat dan rasakan bahwa ketahanan nasional sangatlah diperlukan demi menjaga keutuhan bangsa dan negara dari segala gangguan dan ancaman baik yang datang dari dalam maupun dari luar. Keuletan dan ketangguhan serta kemampuan dalam menjaga dan memelihara integritas indentitas bangsa.

Semoga hal seperti ini tidak lagi terjadi. Boleh kita serumpun, boleh kita memiliki beragam hal yang serupa, namun untuk tetap saling menghormati adalah kewajiban kita semua, bukan cuma Warga Negara Indonesia, tapi juga Warga Negara Malaysia.

Merdeka, Salam Merah putih

Penulis,
Nety Nurda, S.Kom, M.T
PNS Lemhannas RI
mahasiswi Doktor pada life and technology science di University of Tsukuba, Jepang.
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu