Home » » KPK Acak-acak Kantor Bupati Banyuasin dan Dinas Pendidikan

KPK Acak-acak Kantor Bupati Banyuasin dan Dinas Pendidikan

Written By Posmetro Prabu on 07/09/16 | 7.9.16

PALEMBANG, PP  - Tim penyidik KPK terdiri dari enam orang kembali mengeledah ruangan kerja Bupati, Sekda, Asisten II Pemkab Banyuasin, pada rabu (7/9/2016) sekitar Jam 9.30 WIB.

Pegeledahan oleh tim Penyidik KPK ini secara terpisah, sebelumnya pukul 9.30 WIB enam orang anggota KPK mengeldah ruang Kerja Bupati Banyuasin.

Kemudian Sekitar pukul 10.00 empat orang penyidik KPK memeriksa ruang kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuasin Firmansyah.

Miliki Emas dan Giro dan Harta Lainnya Miliaran Rupiah Yan Anton Masih Kekurangan Uang
Apakah Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian tergolong tidak mampu sehingga harus meminta uang untuk ibadah haji?

Yan ditetapkan sebagai tersangka karena menerima suap Rp 1 miliar dari Direktur CV Putra Pratama Zulfikar Muharrami. Uang tersebut sedianya digunakan untuk ibadah haji dengan istrinya, Vinita Citra Karini, pada 8 September 2016. Yan sebenarnya memiliki uang miliaran rupiah.

Setidaknya itu Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diserahkan terakhir kali oleh Yan pada 31 Maret 2014. Pada LHKPN tersebut, Yan memiliki kekayaan senilai Rp 1.894.834.725. Kekayaan Yan pada tahun 2014 berasal dari harta tidak bergerak yakni tanah dan bangunan di Palembang senilai Rp 405.456.000.

Yan juga melaporkan harta bergerak berupa alat transportasi senilai Rp 1.025.000.000. Kekayaan dia berasal dari logam mulia dan giro dan kas lainnya. Jumlah tersebut memang berkurang dari harta yang dilaporkannya pada 31 Desember 2012 yakni Rp 2.292.034.127. Yan tidak lagi melaporkan mobil Toyota Hilux senilai Rp 275.0000.000.

Sekadar informasi, KPK menetapkan Yan sebagai tersangka proyek pengadaan di Dinas Kabupaten Banyuasin. Uang Rp 1 miliar tersebut adalah ijon untuk proyek tersebut. Pada kasus tersebut, KPK menetapkan enam orang sebagai tersangka.

Lima tersangka lainnya adalah Kepala Sub Bagian Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin Rustami, Kasie Pembangunan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Program dan Pembangunan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin Sutaryo.
Kemudian Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin Umar Usman, Direktur CV Putra Pratama Zulfikar Muharrami dan Kirman. Kirman adalah orang kepercayaan Yan yang bertugas mengumpulkan dana.

Pantauan di lapangan, Tim KPK berbagi tugas melakukan penggeledahan, terlihat enam orang menggeledah ruang kerja Bupati dengan pengawalan ketat polisi berjaga di depan pintu ruang kerja Bupati, Rabu (9/9/2016). Sementara itu beberapa petugas KPK juga melakukan penggeledahan diruang kerja Kadis Pendidikan Banyuasin dan ruang Kerja Bidang Program Diknas.

Penggeledagan ini disaksikan pegawai maupun honorer. Praktis penggeledahan ini menganggu aktifitas di kantor tersebut. Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian Ditangkap Usai Pengajian Berangkat Haji di Rumahnya.  Bupati ditangkap tangan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di rumah dinasnya tepat setelah menggelar pengajian untuk keberangkatan haji. Penangkapan itu terjadi pada Minggu (2/9/2016) sekitar pukul 09.00 WIB

"(Penangkapan) di rumah dinas Bupati dan dilaksanakan setelah selesai kegiatan pengajian sehubungan dengan keberangkatan Bupati untuk menunaikan ibadah haji," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin (5/9/2016).

Basaria mengatakan, Yan Anton ditangkap di rumahnya bersama dua orang lainnya yakni Kasubag Rumah Tangga Pemkab Banyuasin RUS dan Kepala Dinas Banyuasin UU. Adanya kegiatan pengajian membuat KPK harus menunggu dulu sebelum melakukan penangkapan.

"KPK menunggu sampai selesai acaranya," kata Basaria.

Di tempat terpisah, KPK juga mengamankan pejabat di dinas pendidikan STY, dan seorang pengepul K. KPK menduga Yan Anton dibantu RUS, UU, STY dan K menawarkan sejumlah proyek di Dinas Pendidikan ke pengusaha berinisial ZM, yang merupakan direktur CV PP.

ZM pun menyetujui tawaran proyek itu dan memberikan suap Rp 1 miliar sesuai yang diminta. Detil proyek yang akan dikerjakan saat ini masih didalami KPK. "Pada saat yang sama KPK mengamankan ZM direktur CV PP di hotel di kawasan Mangga Dua, Jakarta," ucap Basaria.

Dari Yan Anton, KPK mengamankan Rp 229.800.000 dan 11.200 Dollar Amerika Serikat. Dari STY, KPK menyita Rp 50 juta yang diduga merupakan bonus dari Yan Anton. Dari tangan K, KPK menyita bukti setoran biaya naik haji ke sebuah biro sebesar Rp 531.600.000 untuk dua orang atas nama Yan Anton dan isteri. Keenam pelaku kini masih dalam pemeriksaan KPK dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

ZM sebagai pemberi dijerat pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 Tindak Pidana Korupsi. Sementara penerima suap yakni Yan Anton bersama RUS, UU, STY dan K dijerat pasal 12 a atau b atau pasal 11 UU Tipikor.




tribunsumsel.com
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu