Home » , » Mantan Dewan VS Walikota Petahana di Pilkada Prabumulih 2018

Mantan Dewan VS Walikota Petahana di Pilkada Prabumulih 2018

Written By Posmetro Prabu on 01/09/16 | 1.9.16

PRABUMULIH, PP - Suhu Politik di Bumi Seinggok Sepemunyian Prabumulih memang tak sehangat suhu Politik di Serasan Sekundang Muara Enim. Meski diperkirakan pemilihan umum Kepala Daerah (Pemilukada) di dua daerah ini akan berlangsung di hari yang sama, namun suhu politiknya tidaklah demikian sama hangatnya.

Entah karna masih terlalu dini atau ada hal lain, yang pasti satu baliho bakal calon Walikota di prabumulih belum terlihat menghiasi jalan-jalan seperti di Kabupaten Muara Enim. Padahal belum lama ini Partai PKPI telah mendeklarasikan bakal calon Walikota Prabumulih yakni TR Hulu SH mantan Anggota DPRD Kota Prabumulih periode 2009-2014.

TR Hulu SH sosok Pengusaha serta Politisi senior yang gagal lolos ke Parlemen DPRD Kota Prabumulih pada pemilihan umum (Pemilu) Legislatif 2014 silam, kini dipercaya oleh Partai PKPI Kota Prabumulih sebagai Calon Walikota Prabumulih melawan Calon Walikota Petahana Ir H Ridho Yahya MM pada pemilukada Prabumulih 2018.

Menurut petinggi Partai PKPI Kota Prabumulih, penentuan TR Hulu SH sebagai calon yang akan diusung PKPI karena TR Hulu telah melalui proses pendataan elektablitas dan kapabilitas tokoh masyarakat yang dilakukan tim investigasi internal partai. Hasilnya menyebutkan, yang bersangkutan memiliki peluang tinggi memenangkan Pemilukada Kota Prabumulih 2018 mendatang.

"keputusan ini telah mendapat persetujuan dari DPP PKPI Sumsel serta Pimpinan Pusat PKPI di Jakarta, kami yakin calon yang kami usung ini nantnya bisa memenuhi kriteria yang diinginkan masyarakat," ujar Suarta Ucim Ketua DPC PKPI Kota Prabumulih.

Dikatakan, Penetapan TR Hulu SH sebagai calon Walikota yang diusung oleh Partai bukan tidak mendasar. Sebab Mantan anggota DPRD Prabumulih itu diyakini mampu menuntaskan permasalahan ekonomi yang tengah melanda masyarakat Prabumulih dan mengendalikan stabilitas harga karet di tingkatan lokal. 

Sementara itu, TR Hulu kepada wartawan mengungkapkan, jika dirinya mendapat restu masyarakat menakhodai Kota Prabumulih, maka Ia siap melakukan pembenahan di semua lini birokrasi terutama peningkatan ekonomi kerakyatan. Dimana jika ada Investor yang ingin berinvestasi di Kota Prabumulih maka ada kewajiban bagi mereka bermitra dengan masyarakat. 

"Jika terpilih menjadi Walikota Prabumulih, saya menargetkan pendapatan perkapita warga Kota Prabumulih sebesar Rp 6 Juta perbulan. Ini bisa kita wujudkan karna peluang untuk itu sangat terbuka lebar. Terlebih hasil kajian tim ekonomi kita menunjukkan angka yang signifikan dengan menggali potensi daerah secara maksimal" ujarnya.

Hulu menambahkan, Kesiapan dirinya maju sebagai Calon Walikota bukanlah tanpa persiapan yang matang. Bahkan ia mengaku telah memiliki 7 kursi pendukung di Parlemen DPRD Kota Prabumulih yang pada Pemilukada 2018 mendatang akan melebur menjadi satu untuk mendukung dirinya merebut kursi nomor satu Walikota Prabumulih.

Ditempat terpisah, para pengamat Politik Kota Prabumulih mengaku bahwa saat ini semua bakal calon berpeluang untuk memenangkan Pilkada Kota Prabumulih 2018. Tapi peluangnya bervariasi, ada yang kecil, sedang dan besar. Tergantung bagaimana kemampuan bakal calon mencari pendamping untuk menggabungkan kemampuan masing-masing menjadi kekuatan besar meraih kemenangan.

"Jujur, untuk memprediksi pemilukada Prabumulih 2018 sangat gampang. Gambaran siapa dan bagaimana elektabilitas para kandidat bakal calon meski belum secara sah mendeklarasikan diri sangat mudah dilihat oleh Konsituen. Karna selain wilayah Kota Prabumulih yang sangat kecil, masyarakatnya juga cerdas serta akses informasi yang mudah didapat menjadi salah satu faktor yang tidak terpisahkan untuk menilai tingkat elektabilitas Kandidat calon layak atau tidaknya untuk dipilih" ujar Burhanudin S.Sos pengamat Politik di Kota Prabumulih.

Dikatakan, saat ini persepsi publik masih sangat bergantung kepada kesuksesan para Petahana. Untuk Pemilukada Kota Prabumulih publik masih akan melihat elektabilitas figur. Namun jika kemungkinan Petahana Walikota dan Wakil Walikota  head to head, pemilih akan cenderung menempatkan pilihan ke masing-masing orang bukan satu paket sewaktu masih bersama. Menurut Burhan, Head to head bisa saja terjadi karna Partai Golkar dan PDI-P belum menentukan sikap apakah masih berkoalisi atau tidak pada Pilkada Prabumulih 2018 mendatang. 

"Ini Politik, sekejap saja bisa berubah, karena hingga saat ini belum ada kepastian Golkar dan PDI-P mendukung siapa. Belum lagi kekuatan besar PPP di Parlemen DPRD Kota Prabumulih yang tak bisa dipandang sebelah mata oleh Petahana. Bisa jadi Partai ini bakal jadi rebutan, baik untuk jadi kenderaan Politik atau memajukan kader terbaiknya maju sebagai kandidat calon" tegasnya.
Share this article :

+ komentar + 3 komentar

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu