Home » » Ini Akibatnya Kalau Dana Pemkot Neman Parkir di Bank

Ini Akibatnya Kalau Dana Pemkot Neman Parkir di Bank

Written By Posmetro Prabu on 01/06/16 | 6/01/2016

JAKARTA, PP - Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta mengatakan, dana-dana pemerintah daerah (Pemda) yang masih terparkir di bank yang nilainya hampir Rp 200 triliun seharusnya segera digerakkan.

Pergerakan dana-dana Pemda diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai harapan pemerintah sebesar 5,3 persen.

Akan tetapi, Arif mengonfirmasi hingga saat ini pergerakan dana-dana Pemda masih kurang cepat, utamanya dikarenakan persoalan administratif.

Oleh karena itu, ia memberikan sejumlah saran agar Pemda lebih ‘giat’ belanja.

“Yang pertama tentu saja kita harapkan ada proses pendampingan untuk menyelesaikan persoalan administrasi terkait dengan pencairan dana. Karena memang seringkali ini persoalannya adalah persoalan administrasi di lapangan,” kata Arif di Jakarta, Rabu (1/6/2016).

Salah satunya, Arif menambahkan, pendampingan bisa dilakukan dengan bantunan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Kementerian Keuangan.

Selain itu, Arif menuturkan sekuensi dari proyek harus dijaga.

“Seringkali stabilitas politik di daerah tidak seragam. Ada APBD yang selesai bulan Desember, ada juga yang selesainya April-Mei, atau kadang-kadang sampai bulan Juli seperti DKI kemarin,” imbuh Arif.

Dalam perspektif ekonomi politik, lanjut Arif, partai politik juga harus bergerak bersama-sama pemerintah, seperti misalnya mempunyai komitmen agar APBD di tingkat kabupaten/kota/provinsi bisa selesai paling lama dua bulan setelah APBN disahkan di bulan Oktober.

“Itu kalau kita sama-sama ingin mencapai quality of growth,” ucap Arif.

Arif menambahkan, di samping belanja pemerintah, pertumbuhan ekonomi 5,3 persen masih mungkin direalisasikan jika ada perbaikan daya beli masyarakat.

Dia bilang, penting bagi pemerintah untuk menjaga daya beli di kuartal-II, dan semester kedua, setelah pada kuartal-I kemarin hanya mencapai angka di bawah 5 persen.

“Meningkatkan itu caranya bagaimana? Melalui stimuli fiskal yang makin baik, baik dari belanja pemerintah seperti dana desa dan juga aktivitas sektor riil yang bergerak ke arah sana,” ungkap Arif.










kompas.com
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu