Home » » Puisi-Puisi Suhendi

Puisi-Puisi Suhendi

Written By An Najmi on 21/05/16 | 5/21/2016

  
Bunga Penyesalan

Di bawah cahaya temaram
kau tebar wangi surga
sang kumbang tergoda
pancarona mahkota bunga

Pesonamu, pancarkan aura syahwat
berlenggak lenggok manja
di karpet merah
bagai bintang artis Hollywood

"you can see, serumu."

Sang kumbang berdecak kagum
wooowww! padat berisi
dengar liar cumbui benang sari
mengisap madu dan membuahi

Duri duri tajam di tangkaimu
melukai ikatan suci
tanpa kau sadari kelopakmu menguning
dan putikmu berbau busuk

Keindahan jadi terhina
sang kumbang terbang entah kemana?
kau pun rengkuh di bahu malam
sandarkan seribu aib

Di kesunyian ia datang menyapamu
dalam singgasana nista
kau telah layu direnggut zaman
dan mati berkalang tanah

doa doa suci iringi kepergian
kau abadi dalam dekapNya

Taman Rahasia, 2016


Kesaksian

Awan yang berarak ke Barat
diiringi senandung pilu kumulus
kepergiannya disaksikan pasukan gagak
tubuh bersimbah darah; mayat-mayat terkapar
adalah sisa peperangan di medan juang

Bumi yang beratap teduh
terjarah dan tersita
merdeka! laksana kisah di balik awan hitam
dibayangi kabut kelam kekuasaan
mengejar mimpi kian berjelaga
nasib kami melayang seperti awan

Dari ketinggian terlihat jelas
topeng demokrasi kita
desas desus angin di negeri awan
berebut tahta singgasana
kedamaian terhunus pedang kezaliman
sang awan disekap tangan-tangan tiran
dalam kurun waktu yang lama

Para martir melawan matahari
injak sabda Tuhan
mereka terhasut fitnah dunia
membuka lipatan ayat suci
dan menukarnya dengan mata uang

"Kita bukanlah pion pion, o negeri di atas awan, kami merindukannya."

Nusa Raya 2016


Bidara Yang Ternoda

Anak kemarin sore menerobos pagar kenabian
seperti kesetanan
melahap buah bidara tanpa berdoa
dari pohon yang beranjak dewasa

Mereka yang dikarbit dengan film biru
berotak mesum
bagaikan ulat di dalam buah
meracuni saripati buah yang baru ranum
hingga membusuk di kemudian hari

Sungguh biadab, mereka!
merusak pohon yang beranjak dewasa
sampai ke akar-akarnya
saat tumbang pun dicabik dengan brutal
di manakah moral dan kemanusiaan, mereka?

Ia yang ingin menggapai langit
melihat dunia luar
ditebang oleh tangan-tangan nakal
dan keadilan hanya berak di muka
ketika takdirnya berakhir tragis

Cikarang, 2016


Selamatkan Bumi Kita

Mengapa kita buta?
lihatlah!
di sudut kota sampah-sampah menggunung
tersapu angin beterbangan ke jantung kota
dan membusuk

Mengapa kita tuli?
dengarlah!
suara parau dari kedalaman
tak berdasar
dan rasakan frekuensi kekecewaan

Bom waktu tak akan meledak
bila tiada api
sadarkah kita!
kalau bumi terluka

Otoritas apatis
membajak nyanyian hutan
deru mesin sinso telanjangi alam
tubuhnya yang molek
dijamah tangan-tangan binal

Panorama tereksploitasi
hijau negeriku mati terbakar
biru lautku tercemar
lapisan ozon kian menganga

Sanggupkah kita tertawa?
melihat semua hancur
porak poranda karena keserakahan kita

Di Kesunyian, bumi terluka
dalam kepedihannya
dapatkah kita merasakan derita bumi?

Lindungi, selamatkan bumi
dari ambang kepunahan
lindungi, jagalah alam semesta
bagi masa depan anak cucu kita

Cikarang, 28 April 2016


Gelapnya Awan Suramnya Hati

Langit biru kau gelapi
mata pagi dibayangi mimpi
lesap ditelan gelap tak bertepi

Kau berarak hening sepi
di belakang, angin ngerumpi
menyisakan ampas kopi
dalam gelas berbaris rapi

O awan, teduhmu berapi-api
tragedi apa yang kau hadapi?
hingga jalanmu sepanjang buntut sapi

Gelapnya awan suramnya hati
terbalut luka abadi
kian pedih, bila ingat yang terjadi
di manakah keadilan sejati?

2016


Suhendi, lahir di Bekasi 25 September. 
Puisi-puisinya dimuat di beberapa media massa dan antologi bersama. 
Saat ini berkegiatan di komunitas Forum Sastra Bekasi (FSB). 
Podium adalah kumpulan puisi tunggal yang terbit di tahun 2016. 
Tinggal di Pulo Besar, Cikarang-Jawa Barat. 
No Hp. 089638149402
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu