Home » , » Koordinator Pendemo Setop Truk Batubara Diciduk

Koordinator Pendemo Setop Truk Batubara Diciduk

Written By Posmetro Prabu on 25/05/16 | 25.5.16

PRABUMULIH, PP - Akibat melakukan aksi unjuk rasa tanpa memiliki izin serta dinilai mengganggu ketertiban, Polres Prabumulih membubarkan aksi demonstrasi yang digelar massa Gerakan Masyarakat Peduli Prabumulih (GMPP), pada Selasa (24/5) sekitar pukul 21.00.

Tidak hanya membubarkan aksi tanpa izin itu, jajaran polres yang langsung dipimpin Kapolres Prabumulih, AKBP Arief Adiharsa SIK MTCP juga mengamankan koordinator aksi yang juga merupakan Ketua Gerakan Mahasiswa dan Muda Mudi Prabumulih (Gemmapra), Febri Zulian untuk dimintai keterangan.

Pendemo diamankan karena dianggap telah melanggar Pasal 192 KUHP dan UULAJ Pasal 274 tentang ketertiban umum serta Pasal 224 UU No 22 tahun 2009 tentang angkutan jalan.
Dimana, aksi puluhan massa dengan menyetop ratusan mobil angkutan batubara di ruas Jalan Lingkar kota Prabumulih dianggap telah menyalahi aturan karena tidak memiliki izin dan mengganggu ketertiban jalan.

"Mereka hari pertama melakukan aksi memang ada izin ke kita dan kita lakukan pengawalan serta pengamanan, namun malamnya masih melakukan aksi. Kami dari awal sudah menghimbau, kalau ada kegiatan untuk memberitahu kami biar bisa kita amankan kegiatannya, malam itu kita melalui kasat intel sudah ingatkan, anda ini sudah menyalahi aturan dan tidak boleh begini-begitu," ujar Kapolres Prabumulih, AKBP Arief Adiharsa SIK MTCP ketika dibincangi sejumlah wartawan, Rabu (25/5).

Menurut Arief, polisi selain melakukan pengamanan dan menyiapkan anggota menertibkan, pihaknya juga mengamankan kepentingan pemerintah provinsi dan kota serta pengguna jalan atau masyarakat sekitar. "Kalau dihadang seluruh angkutan, disuruh mutar tentu terganggu dan mengganggu ketertiban umum. Bukan hanya pengendara tapi juga masyarakat sekitar lokasi aksi itu, kita amankan koordinator berinisial F," bebernya.

Arief menuturkan, koordinator aksi itu diamankan lantaran tidak mengindahkan peringatan petugas, selain itu ketika petugas mengamankan hanya orang tersebut berada di lokasi aksi.

"Diamankan seorang yang melakukan penutupan jalan itu, dia ada disana dan dia yang mengkoordinasikan, dia kita bawa ke Polres untuk dimintai keterangan. Dimintai keterangan sebagai saksi dan bisa tidak mungkin jadi tersangka, karena indikasinya sudah ada, menutup jalan tanpa izin merupakan pelanggaran pidana dan ketertiban umum," bebernya.

Disinggung kenapa pendemo lain tidak diamankan, Arief menuturkan, ketika petugas hendak menangkap para anggota pendemo kabur kocar-kacir. "Kegiatan itu dari sore, anggota intel sudah beberapa kali masuk tapi masih saja, sudah diingatkan hingga malam belum mau bubar akhirnya kita datangkan anggota menangkap," tegasnya.

Kapolres mengingatkan kepada seluruh organisasi masyarakat agar bisa santun serta tetap mengikuti aturan yang telah ditetapkan dalam menyampaikan aspirasi. "Kita terus ingatkan, tugas kami untuk memberikan pelayanan namun jika sampai melanggar maka akan ditindak tegas," lanjutnya.






tribunsumsel.com

Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu