Home » » Koleksi Duet Mang Yanuar Sahil Kini Mendunia

Koleksi Duet Mang Yanuar Sahil Kini Mendunia

Written By Posmetro Prabu on 22/05/16 | 5/22/2016

PRABUMULIH, PP - Setelah mendapat perhatian khusus dari media massa dan televisi, Rumah Mang Yanuar Sahil Warga Prabumulih kini menjadi incaran Kolektor barang antik. Beberapa orang kolektor barang antik di Jakarta mulai mempertanyakan keberadaan uang kertas bergambar Presiden pertama Republik Indonesia yang bisa mengeluarkan tulisan Al Quran dengan Lafaz Kun Fayakun tersebut.

Bahkan berita seputar uang aneh ini, sudah menjadi topik utama di berbagai media online maupun cetak di Indonesia. Salah satunya berita di media terbesar di republik ini yakni Kompas.com.

berikut petikan postingan berita di media online Kompas.com edisi senin 23 Mei 2016.

Ada koleksi unik milik Yanuar Sahil,salah seorang kolektor barang antik di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.

Koleksi unik itu berupa uang kertas bergambar Presiden Republik Indonesia Sukarno keluaran tahun 1960-an. Jika diterangi dengan sinar ultra violet di ruang gelap, maka akan muncul tulisan Al Quran dengan lafaz kun fayakun di bagian atasnya.

Yanuar menuturkan, uang itu ia peroleh ketika ia masih muda. Awalnya Yanuar tidak mengetahui bahwa uang yang ia koleksi itu bisa muncul tulisan kun fayakun.

Ia mengetahuinya secara tidak sengaja saat mencoba menyinari uang dalam jumlah cukup banyak itu dengan senter ultraviolet yang biasa digunakan untuk mengecek uang palsu.

Haji Yanuar Sahil menunjukkan uang kertas bergambar Bung Karno yang ada tulisan kun fayakun

Tidak hanya tulisan kun fayakun, di empat sudut uang kertas berwarna hijau tersebut ada juga tulisan Allah.
Selain uang bertuliskan huruf Arab tersebut, ada pula koleksi unik lain, yaitu uang kertas yang dapat melengkung sendiri saat diletakkan di telapak tangan. Uang itu juga bergambar Sukarno.

Koleksi Yanuar tidak hanya uang bergambar Sang Proklamator. Berbagai uang cetakan lama, baik cetakan dari Indonesia maupun dari sejumlah negara lain, juga ia koleksi. Uang-uang itu ia susun rapi di dalam bingkai.

Selain uang, Yanuar juga mengoleksi barang antik, seperti piring kuno, buku tua karya Bung Karno berjudul "Di Bawah Bendera Revolusi", guci kuno, jam dinding tua, bahkan ada yang jam yang dibuat pada zaman penjajahan belanda.

Sejumlah pedang tua juga menghiasi rumahnya di Kelurahan Pasar Prabumulih, Kota Prabumulih.

Ada pula koleksi berupa sebuah piano tua yang menggunakan tuts berbahan kayu. Sayangnya, piano buatan tahun 1930-an itu sudah tidak berfungsi lagi.

Barang-barang antik itu dikumpulkan oleh Yanuar sejak ia masih muda hingga di usianya sekarang yang sudah mencapai 70 tahun lebih.

Sebagian barang itu ia peroleh dari membeli, ada pula yang berasal dari pemberian teman dan koleganya.

Untuk merawatnya, Yanuar secara rutin membersihkannya dengan cara mengelap untuk menghilangkan debu yang menempel.

"Banyak tamu yang datang dan tertarik untuk membeli, tapi saya tidak tertarik untuk menjualnya," kata tokoh organisasi Kosgoro Kota Prabumulih itu.
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu