Home » , » Abu Salim : Pas nak Maen Tejinguk dio Haid. Kutinggalke Balek

Abu Salim : Pas nak Maen Tejinguk dio Haid. Kutinggalke Balek

Written By Posmetro Prabu on 23/05/16 | 23.5.16

PRABUMULIH, PP – Sidang kasus pembunuhan Giseli Nabila Nopitasari (19), gadis yang ditemukan tewas di kamar 8 Hotel Mercury beberapa waktu lalu dengan terdakwa Abu Salim (50) terus berlanjut.

Kemarin (23/5), majelis hakim yang diketuai Subagyo SH MHum, hakim anggota Dendy Firdiansyah SH dan Yudi Dharma SH MH melanjutkan sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Kali ini, saksi yang didatangkan kuasa hukum terdakwa, Marshal Fransturdi yakni istri terdakwa Abu Salim, Maruya (45). Dalam keterangannya di muka persidangan, Maruya menjelaskan jika dirinya terus bersama terdakwa di toko bangunan yang dikelolanya sehari sebelum kejadian. Hanya saja, Maruya sempat berpisah untuk pulang ke rumah. “Sekitar pukul lima sore saya pulang. Dia (terdakwa) masih di toko.

Malamnya, dia menelepon karena mau pergi ke daerah trans,” tuturnya.

Maruya mengatakan usai pamit ke trans, suaminya pulang ke rumah sekitar pukul 22.30 WIB. Tak lama di rumah, suaminya kembali pergi dan baru pulang sekitar 30 menit kemudian. “Katanya dia mau mengambil sesuatu. Terus saya suruh membawa kunci rumah. Tak lama dari itu, dia pulang lagi ke rumah. Yah, sekitar setengah jam. Pokoknya hanya sebentar,” ucanya.

Maruya membeberkan pasca suaminya ditangkap pihak kepolisian, keluarga suaminya pernah mendatangi keluarga korban untuk minta maaf. Pihak keluarga saat itu hendak meminta maaf dan menyerahkan uang sebesar Rp 15 juta.

Diakui Maruya, jika suaminya tersebut pernah terjaring razia di salah satu hotel di Palembang. “Sejak saat itu, dia insaf dan pernah masuk ke pesantren,” jelasnya.

Setelah mendengarkan keterangan saksi, Hakim kemudian menyuruh terdakwa untuk dimintai keterangnnya terkait kronologis kejadian versi terdakwa. Dijelaskannya, jika malam kejadian saat berada di toko terdakwa dismsi oleh korban yang mengajak ketemuan. “Malam waktu di toko, saya dismsi oleh korban. Ngajak ketemuan. Pa, dimano biso ketemu dak? Cak itu smsnyo. Terus aku bales kalo aku nak ketemu kawan dulu di daerah trans. Agek kuhubungi lagi,” ungkapnya.

Kemudian terdakwa sebelum bertemu korban, sempat mendownload film porno di laptop yang dibawanya. “Aku ketemuan samo dio terus check in di hotel. Terus film yang kudownload tadi kutonton samo-samo. Pas nak maen, dio lagi haid. Dak lamo dari itu aku balek. Sampe di rumah, teringet kalo laptop ketinggalan. Terus aku balek lagi ngambek laptop,” terangnya seraya mengatakan jika sewaktu mengambil laptop korban masih hidup dan terdakwa menyuruhnya menutu pintu.

Usai mendengarkan keterangan terdakwa, Hakim kemudian menutup persidangan dan menundanya hingga satu pekan ke depan dengan agenda tuntutan jaksa penuntut umum.
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu