Home » » Pelatihan Pemandian dan Pengkafanan Jenazah Dinsos Prabumulih Terinfeksi KKN

Pelatihan Pemandian dan Pengkafanan Jenazah Dinsos Prabumulih Terinfeksi KKN

Written By Posmetro Prabu on 22/04/16 | 22.4.16

PRABUMULIH, PP - Program pelatihan pemandian dan pengkafanan Jenazah di Dinas Sosial Pemerintah Kota Prabumulih kini mendapat sorotan dari element masyarakat. Bukan soal menfaatnya, melainkan pelaksanaan dari program itu sendiri yang diduga kuat terinfeksi KKN. Mengapa tidak, kegiatan yang dilaksanakan pada tahun anggaran 2014-2015 itu hanya menguntungkan orang-orang dilingkungan dinas itu sendiri.

Setengah dari peserta pelatihan didapati berasal dari lingkungan Dinas Sosial dan sebahagian lainnya diduga fiktif. Lantas dimana dugaan Korupsinya? Indikasi KKN dari kegiatan pelatihan ini adalah bagi setiap peserta yang mengikuti pelatihan mendapatkan uang saku sementara pesertanya kebanyakan hanya diatas kertas yang tidak hadir sama sekali dalam pelatihan.

Informasi adanya Korupsi pada kegiatan Dinas Sosial langsung mendaptkan tanggapan dari aktivis pemerhati Korupsi Kota Prabumulih Mulwadi. Ketua LSM LAKI Kota Prabumulih ini mengungkapkan bahwa pihaknya telah memintai klarifikasi secara kelembagaan terhadap Dinas Sosial Kota Prabumulih melalui surat resmi.

Menurutnya, ia mengetahui hal tersebut dari beberapa masyarakat yang mengaku dalam daftar namanya tertera tetapi dalam pelaksanaannya tidak ikut sama sekali. Selain itu, beberapa pegawai dilingkungan Dinas Sosial juga terlihat dimasukkan dengan cara nama disamarkan. Dari situ lanjut Mulwadi, telah menyalahi aturan dan mengarah pada tindak pidana penipuan.

" Sudah kita surati. Tujuannya untuk mengkonfirmasikan saja. Jangan sampai informasi dugaan Korupsi yang beredar salah dan bisa merusak citra Dinas Sosial dan Pemerintah Kota Prabumulih menjadi rusak. Tepatnya surat tersebut dikirimkan 2 hari yang lalu Kamis (19/04/2016). Sebenarnya sudah ada kecurigaan karna hingga saat ini belum ada tanggapan atau balasan dari surat yang kita layangkan" ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Yacub yang dikonfirmasi posmetroprabu.com di ruang kerjanya seputar kegiatan pelatihan pemandian dan pengkafanan jenazah yang diduga pesertanya fiktif membantah. Yakub mengungkapkan bahwa peserta yang diikutsertakan dalam pelatihan berdasarkan undangan yang dikirimkan melalui Desa dan Kelurahan.

"Tidak ada Panitia yang menjadi peserta. Kita melayangkan undangan ke desa dan kelurahan, jadi Kades dan Lurah yang mengirimkan pesertanya. Kami juga mengikut sertakan PHL di Dinsos sini sebagai peserta yang mewakili kelurahan dan desa tempat tinggal mereka masing-masing. Kalau tidak salah pelatihan ini digelar pada bulan April atau Mei tahun 2014, dengan jumlah peserta sebanyak 150 orang yang kita kasih honor setiap pesertanya Rp. 100 ribu,” ungkapnya.

Tidak lupa ia juga melarang LSM untuk mengaudit atau melaporkan jika ada temuan. Karna menurutnya kegiatan yang dilaksanakan oleh pihaknya tersebut sudah sesuai dengan prosedur.

"Tidak melarang atau menyarankan. Bukan pula untuk menantang. Namun jika benar ada temuan silahkan saja" tegasnya.

Sementara itu hal berbeda datang dari sumber posmetroprabu.com. Sumber yang meminta namanya untuk tidak dipublikasikan ini justru menyarankan kasus-kasus di Dinsos untuk diadukan. Pasalnya menurut sumber, di Dinas Sosial Kota Prabumulih saat ini justru banyak kasus termasuk proyek-proyek pengadaan. Dikatakan, selain kasus pelatihan pemandian dan pengkafanan jenazah program atau proyek pengadaan di Dinas ini juga terindikasi Korupsi.
Share this article :

+ komentar + 8 komentar

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu