Home » , » Wawako : TNI Tugasnya Bela Negara Bukan Bela Pengusaha

Wawako : TNI Tugasnya Bela Negara Bukan Bela Pengusaha

Written By Posmetro Prabu on 17/03/16 | 17.3.16

PRABUMULIH, PP - Perlawanan terhadap pengusaha Tambang Batubara terus dikobarkan oleh Pemerintah Kota Prabumulih. Salah satunya adalah melarang truk Batubara melintas di jalan desa simpang Trans Air Limau, Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat.

Dimana jalur ini kerap dimanfaatkan truk angkutan batubara untuk memenuhi kebutuhan bahan baku PLTU milik PT GH EMM Indonesia di desa Gunung Raja Rambang Dangku Kabupaten Muara Enim. Pemerintah merasa gerah karna truk angkutan batubara kerap menimbulkan masalah bagi kehidupan masyarakat.

Apapun alasannya Wakil Walikota Prabumulih, H Andriansyah Fikri yang dikonfirmasi terkait angkutan batubara yang melintasi jalan desa dengan tegas mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Prabumulih tidak akan memberi izin untuk angkutan batubara melintas dijalan desa tersebut.

"Sampai kapanpun tidak akan diberikan izin melintas, itu harga mati," tegas Fikri kepada wartawan disela-sela pembukaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) VII tingkat Kota Prabumulih 2016 dialun alun taman kota prabujaya kemarin.

Dikatakan, jika truk angkutan batubara tersebut masih memaksakan diri melintas dijalan desa simpang air limau, pihaknya akan menempuh jalur hukum.

Tidak lupa mantan ketua DPRD Kota Prabumulih ini juga menghimbau Kepada aparat keamanan supaya tidak berpihak kepada pengusaha atau perusahaan. TNI tugasnya jaga negara bukan jaga perusahaan, kalau Polri mengamankan rakyat bukan tangkapi rakyat," ujarnya.

Lebih lanjut, terang Fikri begitu ia disapa, pihak meminta agar petugas kepolisian dapat menegakkan aturan sesuai tupoksi instansi tersebut.

"Jangan rakyat demo masalah mobil batubara itu ditangkapi. Itu kan bukan tugas mereka, kita minta aturan itu ditegakkan sesuai tupoksi mereka masing masing," terangnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga meminta agar Pemerintah Provinsi menengahi permasalahan wilayah. Dimana wilayah tambang PT GH EMMI telah masuk wilayah Prabumulih.

"Limbah kita tengah urus, kita harap provinsi menengahi karena wilayah tambang sudah masuk prabumulih. Sedangkan dalam aturan jarak 500 ratus meter tidak boleh digali," jelasnya.

"Mereka selama ini tidak berkoordinasi, ketika ada masalah baru mereka mau koordinasi. Batas wilayah itu kita kembalikan ke Provinsi, masalah jalan tetap harga mati tidak boleh lewat," tambahnya. net
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu