Home » » Sang Pengembala

Sang Pengembala

Written By Posmetro Prabu on 17/03/16 | 17.3.16

 Sang pagi kali ini sungguh sangat cerah dan mentari pun tersenyum dengan hangat kicauan burung-burung kecil ikut membuat hari itu menjadi sangat  indah, di hamparan ilalang hijau yang luas ia berlari-lari dengan ceria tak ada duka di raut wajahnya ia selalu tersenyum tertawa bahagia bersama teman-temanya domba berbulu tebal.

Seperti biasa sang pengembala domba itu sedang merawat dombanya penuh dengan kasih saying dia merawat domba itu sejak domba-domba itu   baru lahir, dari manakah dia mendapatkan domba-domba itu?dia di beri oleh sang kakek yang baik hati namun sang kakek kini telah tiada.

Tentu sang pengembala sangat menyayangi hewan peliharaannya karena merekalah temannya sang pengembala tak mempunyai teman atau pun sahabat selain para domba yang di rawat sejak baru lahir bisa dikatakan begitu, domba-domba yang lucu itu seakan-akan mengerti dengan perasaan sang pengembala kecil itu.

Sebenarnya sang pengembala ini sungguh sangat kesepian semenjak meninggalnya sang kakeknya, meski kakek ferdo bukanlah kakek kandungnya namun sang pengembala sangat menyayangi kakek ferdo seperti kakek kandungnya sendiri.

Pertemuan awal antara sang pengembala dan kakek ferdo disaat dia tersesat di bukit yang hijau
Lalu kakek ferdo mengajaknya pulang dan tinggal bersamanya, kakek ferdo tidak ragu mengajak sang pengembala pulang dan tinggal bersamanya dan memang benar sang pengembala memang anak yang baik. Sang pengembala selalu menolong kakek ferdo disaat itu dan kakek ferdo sangat senang sekali

Ketika kakek ferdo pergi untuk selamanya sungguh sang pengembala sungguh sangat merasakan kehilangan kakek ferdo, namun kali ini dia bukan sedih karena kakek tua itu melainkan dengan seseorang yang berberbeda.

                Tiba-tiba ada seberkas cahaya yang terang entah cahaya apa itu lalu cahaya itu memasuki ke badan domba-domba  itu, tentu sang terkejut melihat kejadian itu dan dia pun tidak tahu harus berbuat apa sungguh sang pengembala sangat bingung.

“tenang domba-dombaku ada apa dengan dombaku mengapa cahaya itu memasuki ke tubuh mereka”ujar sang pengembala yang sampai saat ini masih sangat bingung.

                Lalu domba-domba kesayangannya terbang dan pergi, tentu sang pengembala sangat terkejut dia tidak rela melepaskan hewan kesayangannya pergi begitu saja karena mereka semua adalah sahabatnya, sang pengembala berlari mengejar domba-dombanya yang terbang di bawa oleh cahaya terang itu.

                Sang pengembala tidak putus asa dia terus mengejar domba-dombanya yang terbang dibawa oleh cahaya terang itu, cahaya terang itu terus membawa domba-dombanya dan tanpa lelah sang pengembala tetap mengejar dombanya yang terbang melayang diatas kepalanya.

“Domba-dombaku kemana kalian tunggu kalian jangan pergi”teriak sang pengembala dia tidak rela bila teman-temannya pergi meninggalkannya. Sang pengembala tidak tahu harus berbuat apa-apa dia hanya bisa menjerit memanggil meski dombanya tetap saja pergi terbang melayang terus melayang

                Lalu domba-domba itu terjatuh menghampiri sang pengembala dan sang pengembala langsung memeluk domba-domba kesayangannya” domba-dombaku” ujar sang pengembala
Sang pengembala terkejut salah satu dari domba itu ada yang bisa berbicara tentu sang pengembala terkejut mendengarnya

“jangan bersedih lagi kami sekarang ada disampingmu”
“ mengapa bisa jadi seperti ini?”
“jangan terkejut sahabat”
“hanya kamu yang bisa berbicara”
“Iya kamu benar”
“sungguh ini tidak bisa dipercaya”

“sejak kemarin kau slalu bersedih apakah kau menangisi kepergian kakekmu yang sudah meninggal?”

“ aku sangat menyayanginya namun kali ini aku rindu dengan seseorang”
“ siapakah dia apakah aku boleh tahu”
“ dia…..dia….. hmm….”
“siapakah dia?”
“dia adalah ayahku”
“oh ayahmu”
“iya ayahku, aku sangat merindukannya”
“ Dimanakah dia sekarang?”
“ aku tidak tahu”
“ bagaimanakah bisa engkau tidak tahu keberadaan ayahmu”

“ceritanya sangat panjang dulu ayahku pergi meninggalkanku tanpa pesan demi istri barunya dia melupakanku dia menelantarkanku begitu saja dan akhirnya aku tinggal panti asuhan namun panti asuhan itu terbakar tentu sangat bingung aku harus pergi kemana dan pada akhirnya aku bertemu dengan kakek ferdo yang sangat baik hati, dulu kakek ferdo selalu bertanya tentang orang tuaku namun aku hanya diam tanpa berbicara apa-apa. Walau begitu kakek ferdo tidak pernah marah kepadaku. Tentang ayahku saja kakek ferdo tidak tahu, padahal kakek ferdo sangat baik.”

“ apakah engkau membenci ayahmu?”
“walau ayah telah menelantarkanku namun aku tidak pernah dengannya sedikit pun, aku tidak pernah membeneci dirinya tetapi aku Cuma kecewa saja mengapa demi perempuan itu dia rela pergi meninggalkanku begitu saja jujur sampai detik ini aku masih sangat kecewa  kepadanya”
“apakah kau ingin mencarinya?”
“ tidak”
“ mengapa tidak??”
“ tidak apa apa”
“Bukannya engkau kesepian atas kematian kakek ferdo”
“aku masih mempunyai kalian, kalian adalah teman-temanku ada kalian saja sudah cukup bagiku mungkin saat ini aku merindukan ayahku bukan berarti aku harus bersamanya tidak itu sangat berat bagiku teman”
“ iya aku mengerti perasaanmu”

“aku masih sangat heran mengapa engkau bisa berbicara pasti kau bukan hewan pasti kau ruh yang memasuki dombaku”

“mengapa kau berpikir seperti itu”
“Karena tak ada hewan yang bisa berbicara ini dunia nyata bukan dunia ilusi atau dunia apapun jadi mustahil bila hewan biasa bisa berbicara seperti itu”
“ engkau anak yang pintar”

Lalu cahaya terang itu keluar dari badan domba cahaya itu terbang dan berubah menjadi sesosok pria tua siapakah pria tua itu? Ternyata pria tua itu adalah kakek ferdo.Kakek ferdo tersenyum melihat sang pengembala, namun sang pengembala menangis menjerit memanggil kakeknya “kakek ferdo” teriak sang pengembala dan kakek ferdo hanya tersenyum memandangnya.

Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu