Home » » Luka dalam Jumawa

Luka dalam Jumawa

Written By Posmetro Prabu on 23/03/16 | 23.3.16

Melalap Senyap
Oleh : Nurlaili Ummusnaini

Sadar hati melaut tanpa kata kembali
Menyampah di depan tanah
Menumpang pulau sebelah
Ragamu tak hilang pun terbuang
Namun tenggelam dalam kenang
Mereka bilang sayup kata mengepak ditiap langkah
Memanasi beku hingga manis dan pahit pun tak ada beda
Serupa gula bercampur tanah
Resonansimu melangkah tanpa arah
Bayang-bayang layang memecah kontemporer
Dalam bidang-bidang yang kau sudutkan
Tertancap kalimat penuh jarah
Darah tertumpah bergandeng luka
Benang pun terlalu tebal melukisnya
Yang tersisa hanya bayang maya

Palembang, 22 Oktober 2015



Luka dalam Jumawa
Oleh : Nurlaili Ummusnaini

Konjugasi melebar antara ingatan
Kata merangkai huruf merah muda
Menambah jemu dalam jalan berbatu
Tengoklah kisah berkabut terselubung
Kepulan kelabu kembali menyayat kota lama
Seakan bisingan tak tampak menyapu wajah
Tegak berdiri tanpa penopang tangguh
Bergelung sorban abu-abu
Menatap ribuan syahdu kata rindu
Namun hanya pilu yang menderu
Telinga melepas deburan isu
Resah melingkupi tiap waktu

Palembang-Indralaya, 23 Oktober 2015



Kelabu Kota Lama
Oleh : Nurlaili Ummusnaini

Aku bisikkan salam semu kala rindu menderu kalbu
Aku desahkan geletir sengit malu kala pipi tersipu
Menyayangimu harusnya mencintai apapun itu
Entah mereka kata di sepanjang sana berteman asap abu-abu
Atau mereka menyumpal bersama beku nan berdebu
Kerutan kening menyapu perempatan
Tertatih dengan peluh penuh bau
Sungguh, mereka pun masih mencintai
Meski terancam akan mati yang pasti
Aku tebalkan telinga
Aku hentakkan air mata
Maka tak lagi sesal terbayang kekang
Hanya tersisa menawanmu meski kini tertutup awan buatan

Indralaya, 24 Oktober 2015


Teritori Tanya Imaji
Oleh : Nurlaili Ummusnaini

Orang bilang perasaan adalah perasaan
Sedang aku menelusuri apa itu
Orang bilang semua terjelaskan tanpa penjelasan
Sedang aku termangu menafakuri apa itu
Orang bilang semua akan ada jika memang harus ada
Maka aku bertanya kapan itu
Nyataku laiknya tanyaku sendiri
Menari berputar tanpa posisi

Indralaya, 24 Oktober 2015






Profil Penulis : Nurlaili Ummusnaini, putri bungsu dari empat bersaudara. Bisa disapa dan diajak berbincang berbagai hal lewat e-mailnya di nurlailiummusnaini@yahoo.co.id

Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu