Home » » Aku Harus Bagaimana

Aku Harus Bagaimana

Written By Posmetro Prabu on 17/03/16 | 17.3.16

Apa yang harus kau lakukan bila ayahmu menikah lagi pergi bersama istrinya entah kemana lalu dia tidak pernah memberimu kabar, tidak pernah sekali pun memberimu uang juga tidak pernah menafkahi kebutuhan hidupmu?
Apakah kau bingung?
Apakah kau menangis?
Apakah kau membencinya?
Ya itulah yang kurasakan saat ini begitu menyakitkan sebuah keadaan yang harus aku jalani semua

            Sudah lama mungkin tepatnya dua tahun yang lalu dia pergi meninggalkan kami tanpa dia peduli apakah aku telah mampu menjalani hidup tanpa dirinya, aku telah lama kehilangan kasih sayang dari seorang ibu wanita yang terhebat yang meninggalkan aku untuk selamanya, kali ini aku harus kehilangan pula rasa kasih dari seorang ayah sang pemberi nafkah sejati kepada anak-anaknya.

            Aku sangat sedih bila mengingat, memikirkannya, juga mengharapkannya kembali sekarang terserahlah apa yang dia inginkan sekarang sugguh aku tidak peduli sama seksli karena dia sendiri tidak peduli denganku anak kandungnnya sendiri.


Air mata sudang kering tiada lagi kesedihan tiada lagi pula kekecewaan yang sempat tertanam dalam hati  dan sempat pula tumbuh subur karena setiap hari disiram oleh air mata kesedihan tetapi dulu kawan.

            Aku sudah sangat akrab dengan keadaan ini bagiku semuanya telah menjadi sahabat sejatiku karena mereka yang selalu setia menemaniku dan selalu hadir dalam hari-hariku sering sekali ku usir namun mereka tak pernah mau pergi sebenarnya sedikit pun aku tidak menginginkan semuanya.

            Kulihat dunia tertawa menertawai kehidupanku yang nyata tentu terlalu pahit untuk dijalani seribu pertanyaan timbul didasar hatiku mengapa dunia harus tertawa apakah semuanya itu lucu bagi mereka bila bagi mereka itu adalah sebuah hiburan sungguh mereka tidak mempunyai perasaan sama sekali.

            Terkadang aku melihat ada beberapa pasang mata yang kasihan melihat kisahku dan melihat keadaan diriku seperti ini, aku bukan seorang pengemis yang harus dikasihani mungkin aku memang seorang pecundang namun aku adalah oecundang tangguh.
            Aku tudak tahu apakah aku harus membencinya, ataukah aku harus marah dan memukul wajahnya bila bertemu nanti, jika aku memaafkan semua kesalahannya kepadaku apakah hati ini akan ikhlas, aku bukanlah nabi yang masih berbuat baik kepada orang yang selalu menyakiti dan membencinya karena aku hanyalah seorang manusia biasa.

            Masih terkenang dalam ingatanku pada saat pertama kalinya aku tidak bisa menerima kenyataan ini hatiku terguncang dan aku tidak tahu harus berbuat apa-apa, tentu aku bingung bagaimana caranya aku bisa mencari uang sebanyak-banyaknya untuk mencukupi kebutuhan kami, Berjuta pertanyaan yang hadir kembali dan menyelimuti hati yang kian merapuh.

            Aku heran mengapa sekarang aku tidak pernah menangis padahal hari demi hari hidup yang dijalani semakin rumit apakah ini yang dinamakan ketegaran semenjak ayahku pergi tiada lagi mimpi dan angan-angan yang terindah terbayang dalam benakku.

            Kini harapan-harapan yang pernah sempat terukir disaat aku masih kecil yang masih belum mengenal kerasnya kehidupan telah tertutup awan ia menghilang tanpa bekas, aku hanya tersenyum pasrah melihat pemandangan yang kelam.
           


            Lebih baik sekarang aku hanya mengikuti alur kehidupan dengan apa adanya, bekerja keras berdoa dan aku yakin masih ada hari yang indah untukku meski entah kapan ia akan hadir yang penting aku harus optimis.
Jika aku tak berpikir panjang mungkin saat  ini aku sudah menggantungkan leherku dengan seutas tali tapi aku sadar itu dosa besar.
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu