Home » , » Ya Saman, Mertua di Tanjung Raman Perkosa Menantu

Ya Saman, Mertua di Tanjung Raman Perkosa Menantu

Written By Posmetro Prabu on 27/02/16 | 27.2.16

PRABUMULIH, PP - Ai ai ya saman, dunio la nak kiamat pecaknyo. Mertua sendiri yang seharusnya menjadi pengayom ditengah kelurga justru seperti penjahat bejat bak iblis penghuni Neraka Jahanam. Mengapa tidak, kepercayaan menantu kepadanya justru dimanfaatkan untuk memuaskan nafsu bejatnya.

Ceritanya, si Mertua berinisial SU (40) tahun ini tampaknya sangat tergila-gila melihat kemolekan tubuh menantunya DH yang masih berusia 16 tahun. Dimana selain perawakannya yang manis, DH juga masih sangat muda untuk menyandang status isteri. Kapan sang menantu melintas dari hadapannya, serasa SU ingin sekali mendekap dan memeluknya. Bahkan SU selalu membawa serta DH dalam hayal tingkat tinggi disaat sendiri.

Tak ayal, ia pun lantas berfikir bagaimana caranya dia harus bisa menyetubuhi DH secepatnya. Dasar setan yang sangat dekat penjahat kelamin, SU pun lantas mendapatkan petunjuk setan untuk segera mewujudkan mimpinya bersetubuh dengan menantunya sendiri.

Petunjuk yang SU dapatkan yaitu dirinya harus bisa meyakinkan bahwa DH terkena santet. Dengan berbagai cara pun ia tempuh dan akhirnya menantunya luluh dan percaya omongan mertuanya itu. Dengan demikian, untuk menjalankan aksi berikutnya, SU merasa mudah, sebab DH telah meyakini kalau dirinya terkena santet.

Pada hari berikutnya SU menemui menantunya dan kembali meyakinkannya bahwa ia bisa mengobati santet kiriman orang lain yang bersarang di tubuh DH. Untuk menghilangkan santet, SU meminta DH melakukan ritual mandi bugil di kamar mandi tanpa disaksikan anak dan istri maupun keluarga lainnya.

Termakan omongan manis mertua, DH pun mengikuti perintah SU dan melepaskan seluruh kain yang menempel ditubuhnya seraya mengguyurkan air ke sekujur tubuhnya. Disini SU mencoba menahan diri meski dihadapannya sosok yang ia bayangkan telah bugil tanpa sehelai benang pun menutupi tubuh. Untuk meyakinkan menantunya itu, SU berpura-pura membaca mantra. Mulutnya komat-kamit membacakan ayat-ayat mantra bohongan demi melampiaskan nafsu bejatnya,

Perlahan ia pun menjilati sekujur tubuh korban yang katanya untuk menyedot jarum santet yang menempel ditubuh DH. Memang dasar SU sudah kerasukan setan, ia malah meminta macam-macam setelah berhasil menjilati sekujur tubuh DH.

Dari aksi menjilat yakni ritual mandi malam, SU mengatakan pada DH bahwa selain jarum ia juga menemukan ada batu yang menempel dalam perut DH. Untuk mengeluarkan batu tersebut hanya ada satu cara yakni memasukkan sperma jin melalui kemaluan DH. Parah mamang ini.

Anehnya, DH saat itu juga percaya dan menuruti kemauan mertuanya. Caranya kata SU, DH harus menikah dengan jin agar sperma jin bisa masuk ketubuh DH untuk mengeluarkan batu yang bersarang di tubuhnya. Jin yang dimaksud menurut SU saat itu bersarang dalam tubunya dan untuk menyalurkan sperma tersebut bisa melalui SU. Gilo kau ini mang, kulapor mang metro kamu agek.!!!

Pada 23 november SU mengajak DH melakukan ritual menikah dengan jin dan melakukan ritual hubungan badan. Dalam ritual kali ini, SU serasa bagai di surga lantaran telah berhasil mewudkan hayalan tingkat tingginya kemarin-kemarin. Dasar manusia yang tidak tau diri, meski impiannya sudah terwujud bersetubuh dengan menantunya, ia masih belum merasa puas. Ia malah minta yang macem-macem yang memaksa DH kabur dari rumah lantaran tidak tahan diperlakukan bak budak sex.

DH mengajak suaminya pindah dari rumah mertuanya dan mencari kontrakan akibat tidak tahan diperlakukan tidak senonoh. Setelah kepindahannya, DH menceritakan seluruh perbuatan yang dilakukan bapak mertuanya terhadap dirinya. Tak terima isterinya diperlakukan tidak senonoh Suami DH lantas mendatangi kantor Polisi dan melaporkan perbuatan yang dilakukan Ayahnya terhadap istrinya DH.

Bersama korban, ia melaporkan SU ke Mapolres Prabumulih, sekitar pukul 01.00 malam dengan nomor LP/B/55/II/2016/SUMSEL/RES PBM.

Dihadapan petugas korban mengungkapkan bahwa pelaku SU telah berkali-kali melakukan pemerkosaan terhadap dirinya. Dia (SU-red) mengatakan saya memiliki penyakit dimana di tubuh saya banyak jarum dan bisa sembuh dengan ritual itu, lalu katanya jin minta dan perkosa saya," ungkap korban DH dihadapan polisi.

Dikatakan, pemerkosaan itu dilakukan SU sejak November 2015 lalu hingga Februari 2016. Modus pemerkosaan pelaku berpura-pura sebagai orang pintar yang bisa menyembuhkan penyakit santet. Hasekanlah kau mang mendep di penjaro agek sampe tuo.
Share this article :

+ komentar + 5 komentar

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu