Home » » Pemkot Prabumulih - Citi Mall Sepakat Abaikan Amdal Demi Mall

Pemkot Prabumulih - Citi Mall Sepakat Abaikan Amdal Demi Mall

Written By Posmetro Prabu on 19/02/16 | 19.2.16

PRABUMULIH, PP - Pemerintah Kota Prabumulih bersama pengelola City Mall terkesan sepakat mengabaikan Amdal demi pembangunan sebuah pusat perbelanjaan bernama mall. Tak peduli dampak lingkungan yang ditimbulkan meski sebuah aturan mengharuskan Amdal syarat wajib pembangunan mall. Hal ini terbukti dengan belum adanya dokumen analisis tentang dampak lingkungan (Amdal) proyek pembangunan city mall di jalan Lingkar Timur dekat RSUD Kota Prabumulih itu.

Di lapangan, aktivitas pembangunan city mall terlihat secara total terus dilakukan. Buktinya, tiang pancang yang diperuntukkan sebagai pondasi bangun telah pun tertancap rapi secara keseluruhan. Untuk mengebut pengerjaan proyek tepat waktu, pihak kontraktor pelaksana tampak menurunkan belasan pekerja dan beberapa unit alat berat sebagai pendukung pekerjaan.

Dua hari terakhir, para pekerja tampak fokus menyiapkan pondasi rencana pembangunan pagar dan penggalian. Pagar darurat berbahan seng keliling itu tampak sebahagian sudah dibongkar. Dengan demikian proses pengerjaan dan pemasangan tiang pancang sangat jelas terlihat dari pinggir jalan. Proyek sudah setengah jalan, Proyek pembangunan ternyata belum miliki Amdal.

Terkait hal ini, Komisi III DPRD Kota Prabumulih Adi Susanto SE mengungkapkan bahwa, dengan belum adanya Amdal pembangunan City Mall, itu telah membuktikan lemahnya regulasi Pemerintah Kota. Adi yang dari awal sangat menyoroti rencana pendirian City Mall di Kota Prabumulih juga menjelaskan bahwa Pemkot Prabumulih harus melakukan restorasi terhadap  dampak yang ditimbulkan proyek pembangunan mall yang katanya sangat dinantikan itu.

Munurut Politisi Partai PKB itu, Amdal sangat penting bagi Kota berkembang khususnya Prabumulih seiring geliat pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah. Perlu diketahui bahwa sejak awal kita di Komisi III sangat berharap perlu adanya kajian khusus sebelum pembangunan mall di izinkan. Sebab banyak dampak sosial yang ditimbulkan jika mall sudah berdiri di Prabumulih.

Dengan adanya Amdal maka dampak sosial yang ditimbulkan tersebut sudah dapat diperkirakan serta mampu mengatasi persoalan yang ditimbulkan. Siapapun, Masyarakat maupun korporasi dan Pemerintah sekalipun wajib mengikuti petunjuk UU nomor 32 Tahun 2009 tentang Pelindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan PP nomor 27 tahun 2009 tentang Amdal. Aturan itu menegaskan, perlu dokumen Amdal sebelum pembangunan mall dimulai, tegasnya.

Sementara itu, hal yang sama ternyata juga terjadi di Kabupaten lahat. Kontraktor pelaksana pembangunan city mall di Lahat juga tidak memiliki Amdal dalam mengerjakan proyek pembangunan pusat perbelanjaan tersebut. Di Lahat, proyek pembangunan City Mall yang dilaksanakan oleh PT Kalingga Murda mendapat tantangan dari warga masyarakat sekitar.

Aktivis LSM Lestari di daerah tersebut sempat melakukan penolakan dan bahkan mengundang element masyarakat untuk membahas tentang rencana pembangunan mall tersebut yang hingga kini belum memiliki Amdal.
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu