Home » , » Syamsul Faisal Siap Lapor Balik Ketua DPD Nasdem Prabumulih

Syamsul Faisal Siap Lapor Balik Ketua DPD Nasdem Prabumulih

Written By Posmetro Prabu on 02/12/15 | 2.12.15

PRABUMULIH, PP - Perseteruan diantara dua sahabat lama yakni Syamsul Faisal dan Arfan Jamal ketua DPD Partai Nasdem Prabumulih itu, tampaknya bakal berlangsung sengit dan panjang. Dimana siang tadi, Rabu (02/12/2015) di jalan Padat karya Kelurahan Sindur, Syamsul didampingi rekannya Amrizal Aroni MSi kepada koran ini mengatakan bakal melaporkan balik Arfan Jamal ke Polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik dan pemberian keterangan palsu.

Untuk diketahui, pada jumat (26/11/2015) sekitar pukul 09.00 wib, Arfan bersama tim kuasa hukumnya melaporkan Syamsul Faisal terkait kasus dugaan penipuan. Hal itu diperkuat dengan laporan polisi nomor LP/B/420/XI/2015/Sumsel/Polres Prabumulih yang di pegangnya saat itu.
Kepada wartawan sesuai pengaduan yang diberikan kepada penyidik Polres Prabumulih, Arfan mengungkapkan bahwa ia merasa telah ditipu oleh Faisal dan mengalami kerugian uang sebanyak Rp 142.160.000. 

Dikatakan, peristiwa itu berawal sejak Desember 2014. Dimana saat itu dirinya bermaksud ingin membeli Mobil jenis Mitsubishi Pajero Sport dengan cara kredit. Nah keinginan membeli mobil ini pun terdengar ke telinga sahabatnya Syamsul dan lantas menawarkan jasa untuk mengurusi proses kredit rencana pembelian mobil tersebut di salah satu leasing Mobil di Palembang. 

Singkat cerita Syamsul mengaku telah menemukan Mobil sesuai dengan yang di inginkan Arfan dan lantas meminta uang sebanyak Rp 80 juta untuk DP. Setelah keduanya bernegoisasi, kata sepakat pun terjadi. Kesepakatan itu yakni, Kredit Mobil lanjut namun atas nama Istri Syamsul Faisal dan DP Mobil dibayarkan secara bertahap kepada Syamsul. Saat itu sekitar November 2014, Arfan Jamal mengaku menyerahkan uang sebanyak Rp 10 juta kepada Syamsul. Lalu pada 5 Desember 2015, warga Jalan KH A Dahlan, Kelurahan Prabu Jaya, Kecamatan Prabumulih Timur itu kembali menyerahkan uang sebanyak Rp.2 juta.

Di bulan yang sama yakni Desember 2014 Arfan juga menyerahkan uang sebesar Rp 68 juta kepada Syamsul dengan cara transfer lewat rekening untuk menutupi DP yang dimaksud diatas serta untuk pembayaran angsuran pertama kredit Mobil. Pada bulan berikutnya, angsuran mobil tetap dibayarkan Arfan kepada syamsul sebesar Rp. 8,8 juta setiap bulannya.

Jalan 8 bulan kredit berlangsung, angsuran Mobil diakui Jamal memang macet lantaran perekonimiannya sàat itu sedang kurang baik dan harus menunggak selama 2 bulan. Mengetahui pembayaran angsuran mulai macet, Syamsul pun lantas menghubunginya dan meminta Mobil dikembalikan karna pihak leasing ingin menahannya untuk sementara karna pembayaran menunggak. Permintaan itupun dipenuhi Arfan dan menyuruh anaknya mengantarkan mobil Pajero Sport berwarna merah tersebut ke rumah syamsul.

Nah, Pengaduan Laporan Polisi ini terjadi karna saat Arfan ingin melunasi kembali tunggakan kredit Mobil yang sempat ditahan, pihak leasing justru mengaku tidak pernah melakukan penahanan sebagaimana yang disebutkan Syamsul terhadapnya saat meminta Mobil.

"Selaku Nasabah saya kaget dong. Selama 8 bulan pembayaran angsuran kredit saya lancar bayar, namun belum genap 2 bulan pembayaran macet lantas mobil saya ditahan, kan tidak masuk akal. Namun begitu pun saya berusaha mengikutinya. Dan yang tidak saya terima mengapa Syamsul tidak pernah berterus terang kepada saya soal pembayaran angsuran dan penahanan mobil serta tidak memberikan saya ruang untuk saya melakukan balik nama kredit" ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh kuasa Hukum Arfan yakni Usman Firiansyah SH. Awalnya kami telah menyurati pihak terlapor yang dalam hal ini adalah Istrinya pak Syamsul berkenan dalam hal ini dalam pengajuan kredit Mobil menggunakan namanya.

Dalam surat tersebut kami meminta kepada yang bersangkutan untuk mengembalikan seluruh kerugian yang dialami oleh kliennya mulai dari uang muka, angsuran selama 7 bulan sebesar Rp. 142.160.000. Namun tampaknya tidak ada itikad baik, maka kami menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak berwajib, ujarnya. Selain itu disini juga kami laporkan bahwa yang bersangkutan telah berupaya menggelapkan STNK dengan mengatakan ke Pihak Leasing STNK Mobil hilang. Padahal jelas-jelas STNK Mobil ada pada klien kami, Tandasnya.

Ditempat terpisah, Syamsul Faisal justru menentang keras soal yang dituduhkan Arfan kepadanya adalah bohong dan fitnah. Menurut Syamsul, hal sebenarnya adalah bahwa awal kejadian yang perlu diketahui,  saudara Arfan pernah dipercaya sebagai pengawas di salah satu proyek di Rupit Muratara. Disana ia dipinjami oleh saudara Rojak satu unit Mobil jenis Honda CRV. Berhubung kontrak mobil tersebut sudah habis, Arfan lantas mendatangi Syamsul minta tolong memakai namanya untuk melakukan kredit Mobil sebagaimana yang disebutkan diatas.

  "Tolong nian Sul, Malu aku di Rupit ini, Maluan dengan Bupati, Dinas PU. Madaki mengawasi Proyek Belasan Miliyar dak katek Mobil" ujar Syamsul menirukan perkataan Arfan saat menemuinya 2014 lalu.

Bahkan diawal akad kredit justru Arfan lah yang minta tolong memakai nama istri saya, karna lanjut Syamsul, sàat itu Arfan mengaku bahwa, namanya sudah di blacklist di Seluruh leasing hingga kredit sepeda saja nama Arfan tidak diakui lagi. Nah, mengingat Proyek ada batasnya, Syamsul juga sempat menanyakan kepada Arfan bagaimana nanti pembayaran kredit jika proyek sudah berakhir.  Arfan menjawab bahwa dana Proyek telah disisahkan sebanyak Rp 770 juta direkening dan nantinya akan dibagi dua oleh Arfan dan Rojak setelah proyek selesai dilaksanakan. Dan dana tersebutlah yang akan digunakan untuk melunasi pembiayaan rencana kredit mobil.

Secara telah berteman cukup lama, Syamsul percaya saja dengan omongan sahabatnya itu, terlebih Rojak yang disebut sebagai atasan Arfan saat dihubungi tampak meyakinkan dan mengaku siap bertanggung jawab. Bahkan uang muka kredit mobil diawal yang menggunakan uang Syamsul serta angsuran selama tiga bulan langsung dikirimkan oleh Rojak ke rekening saya menggunakan rekening anak Arfan, ujar Syamsul.

Ditengah perjalanan, hubungan Arfan dan Rojak pun mengalami keretakan lantaran proyek yang mereka kerjakan bermasalah. Biaya pekerjaan proyek berujung lebih besar dari pagu anggaran dan memaksa Arfan keluar dari Rupit Muratara.

Merasa tidak mampu membayar angsuran kredit Arfan kata Syamsul menggunakan nama Hairilsyah warga Palembang sekaligus mengalihkan permasalahan Mobil terhadapnya.

"Bahkan disaat itu ketika saya menghubungi Arfan soal mobil selalu mendapatkan tanggapan yang tidak mengenakkan hingga akhirnya Haril yang dipercayakan Arfan mengurusi Mobil menghubungi saya dan menyarankan untuk tidak lagi menghubungi Arfan sebab mobil telah dikuasakan penuh padanya (Hailirsyah-red)" ujar Syamsul menjelaskan.

Dikatakan, saat dihubungi Hairilsyah, Syamsul pun menjelaskan padanya permasalahan mobil yang sebenarnya. Bahkan kata Syamsul keluarganya merasa malu karna setiap hari pihak Leasing selalu mendatangi rumahnya untuk menagih tunggakan dan meminta jika tunggakan tidak segera dilunasi maka Mobil akan disita. Mendengar penjelasan Syamsul, Hairil akhirnya mengirimkan Mobil tersebut kepada Arfan dan slanjutnya mengantarkan Mobil tersebut kepada Syamsul melalui anak Arfan.

Disinggung Soal STNK Mobil yang hilang, Syamsul menegaskan yang mengatakan STNK hilang adalah anak Arfan." Iya itu yang saya dengar dari anaknya saat mengantar mobil ke rumah" ujarnya. Dan setelah mobil itu saya terima hari itu juga saya langsung serahkan ke Pihak leasing. Jadi silahkan saja Arfan Jamal mengadukan saya, dan jika nantinya tidak terbukti saya akan balik menuntut. Kemanapun saya akan menuntut dia sebab nama saya telah rusak olehnya seolah-olah saya ini penipu. "Awak lah ditolong malah ngadu yang bukan-bukan. Ke kantor Plisi pulok" tandasnya.
Share this article :

+ komentar + 6 komentar

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu