Home » » Mulya Jamil "Layaknya Iblis"

Mulya Jamil "Layaknya Iblis"

Written By Posmetro Prabu on 04/12/15 | 4.12.15

Puisi-Puisi Mulya Jamil

Anesthesia
Terbangun dari mimpi buruk dengan raga setengah sadar dan pilu
Kepala serasa terhujam palu melawan erangan dan jeritan masa lalu
Syaraf-syaraf menjalar ke ujung nadir menyalakan sumbu urat-urat nadi
Coba mengingat sejenak igau yang kualami saat terlelap tadi
Sebab igau itu membuatku mati rasa dan lupa diri.
tak kumengerti satupun kemelut hidup ini
tak kukenali siapapun yang pernah menemani
Bahkan jati diriku melesap  seketika dari palung pikiran
Seperti mengkamuflase diri dalam dunia khayalan
Dumai, 2015



Seperti Hujan dan Rindu yang belum usai
I
Seperti hujan yang jatuh cinta pada awan,
tak ada rasa sakit yang mampu mengalahkan kerinduan.
Beranjak dari rindu yang tak semestinya,
selalu saja seperti dikungkung terpasung pada kenelangsaan.
Aku ingin meminta sesaat
Mencari suara gemercik air yang berisik,
kian pelan melubangi kerasnya batu sedikit demi sedikit

II
Seperti hujan yang jatuh tanpa peduli butirannya lebur,
aku masih menunggu sosoknya dalam hening malam pilu
Tak peduli hitungan jarak yang mengolok rindu,
hanya sebatas guratan bunga layu
Bahkan harumnya tak sanggup menyentuh hatimu yang sayu

III
Seperti hujan yang tak hanya membasahi bumi,
rinduku tak hanya sebatas bait-bait puisi
Ia menadi dalam diri dan menghujam tanpa jemu
karena sesungguhnya ia belum pernah pergi
Berdiam di sanubari dan menjelma jadi tangis
Pekanbaru 2015

Merindu Senja
Senja hampir lekang, saatnya kidung cinta dikumandang dari kalbu kesunyian
Jingga perlahan tenggelam, mari bersulang menyambut malam
Sebab dahaga kita adalah kerinduan yang tak mampu dihilangkan oleh lisan
Dengan sepercik syahdu, dari dalam hati yang merindu
Kualunkan tembang merdu sembari merayu ilalang sayu
Tak ayal, senja adalah waktu yang sendu tuk menulis puisi
Tentang kenangan dan kerinduan barangkali
Pekanbaru, 2015

Penyair Dalam Kulkas
: Joko Pinurbo
Ia lebih suka mendengarkan alam di dalam kulkas
Hembusan angin, pasang surut laut, kicauan burung di langit, dan suara jangkrik dalam gemerlap sunyi malam.

Di dalamnya ada gumpalan-gumpalan salju yang membekukan hati
Sisa-sisa luka yang membekas pada daging yang membusuk
Ingatan masa lalu yang tersimpan dalam gelas-gelas waktu

Ia tetap tersenyum melawan trauma dan pahitnya hidup
Menutupi luka dan kesedihan yang teramat dalam
Sembari membuka dunia baru di mata dan menjamah bumi dengan kata-kata
Puswil, 2015

Layaknya Iblis
Engkau melulu berdusta
Juga selalu mendosa

Layaknya iblis yang mencari mangsa
Menjamah dunia dengan serakah

Sempat melupakan surga
Seolah ingin masuk neraka
Pekanbaru, 2015

Erotomania
Akan kuajari kau bercinta tanpa perlu mencinta, dengan pelukan paling erat dan cumbuan paling lekat.
Pada isapan cerutu yang ntah ke berapa, aku masih berharap dapat mengeluarkan seluruh hasrat dari dalam kepalaku
Hanya bisa melihatmu dari foto, video, dan televisi. Aku tak butuh teknologi canggih untuk bisa menjamah tubuhmu

Bila esok pagi kau terjaga dan menemui banyak daun di pekarangan rumah, adalah aku pelakunya
Satu demi satu daun gugur dari kelopak mataku, tak pernah dibasahi oleh air mata
Aku ingin menjadi lipstik, membasahi bibirmu yang ranum
Dengan doa dan harapan, izinkan aku meletakkan ciuman sebelum lisan mengeringkannya
Lalu biarkan aku menemani kesepianmu dengan cinta dan gairah yang menggebu-gebu
Sebelum kau mati tanpa diriku
Pekanbaru, 2015

Sang Pemberontak Hijau
Seumpama para peziarah yang tak pernah diam mengerang
Melenyapkan rusuk kota dan hijau alam yang membuat sukma menggeram
Mengencani batang pohon yang telah tua dimakan usia dengan kapak, gergaji, sinso, atau apapun itu
Bagaikan sampah masyarakat, tak bernilai dan tak diakui keberadaannya
Hidup sebagai perusak dalam kesengsaraan
Hutan Kota, 2015

Zat Afrodisiak
Hasrat mulai tak terbendung
Meluap keluar berpacu pada testosteron
Bersama desahan dan gairah libido
Tenggelam dalam cumbuan paling binal
Pekanbaru, 2015

Dendeng Balado
Bentukmu yang unik hitam legam
Dengan bumbu khas beragam
Berikan cita rasa yang menjalar di ujung lidah
Ingin ku kecup tubuh legammu merasakan cabai kabai merah itu
Lukang pukang oleh balado level sepuluh
hingga pengecap itu mati rasa berapi-api
RMP, 2015

Rindu Yang Mencekam Jiwa
: kepada SY

Terjerat rindu yang menyeringai di setiap relung jiwa
Memaksa jejak kenangan yang senantiasa terjaga
Enggan terlelap meski hanya sekedar ingin
Tak kuasa menahan meski hanya sekedar angan
Menanti hari esok yang jemu dengan selaksa semu

Tahukah Engkau?
Aku sangat rindu
Selalu ada bayangmu yang hadir
Memaksa tiap kali terpisah dengan jarak
Membuat diri tak sejenak terkulai gerak
Bertahun tak bersua telah memagut sepiku tanpa sisa
Lesap tak berbekas tinggalkan duka

Coba berdamai dengan rasa yang hadir di antara rindu dan pilu
Mengakui penggalan kata dan ucap yang terbata
Ternyata belum cukup mengurai rindu yang ada
Pagi menjelang membawa pesan-pesan baru
Sapa manja dan senyum milikmu yang menari seirama desau angin pagi
Tak dapat menyentuh dambaku akan kerinduan ini

Dan aku
Terjerat rindu yang menyeringai di setiap relung jiwa
Memaksa jejak kenangan yang senantiasa terjaga
Enggan terlelap meski hanya sekedar ingin
Tak kuasa menahan sabar meski hanya sekedar angan
Menanti hari esok yang jemu dengan selaksa semu
Tahukah engkau?
Aku sangat rindu
Pekanbaru, 2015


Biodata Penulis : Mulya Jamil, Lahir di Dumai, 21 juli 1995. Sedang menempuh pendidikan di Universitas Islam Riau, jurusan Bahasa Inggris. Bergiat di Gerakan Komunitas Sastra Riau (GKSR), Media Mahasiswa Aklamasi, Malam Puisi Pekanbaru dan Community Pena Terbang (Competer). Karya-karya puisi dan tulisannya pernah dimuat di Riau Pos, Detak Pekanbaru, Analisa Medan, Minggu Pagi Yogyakarta, Majalah Aklamasi, Majalah E-times, dan tergabung di beberapa antologi puisi. Alamat email : mulya21@yahoo.co.id, No. Hp : 085271223022, No. Rekening : 7057793591 (Bank Syariah Mandiri, atas nama Mulya Jamil).
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu