HEADLINE NEWS

Dituding Serobot Lahan, Ini Tanggapan Ridho Yahya

PRABUMULIH, PP - Dituding menyerobot lahan PT KAI terkait pembangunan Tugu di jalan Jendral Sudirman Kelurahan Tugu Kecil, Walikota Prabumulih Ir, H Ridho Yahya MM pun angkat bicara. Wali Kota yang berhasil dihubungi terkait pengaduan PT KAI ke Kapolres Prabumulih dengan kasus dugaan penyerobotan lahan mengatakan, bahwa tujuan pembangunan Tugu di Kota Prabumulih sejak awal  agar kota Prabumulih menjadi indah dan tertata rapi. Bukan bermaksud meng baku lahan tersebut apalagi disebut menyerobot.

"Salah satu contoh penataan kawasan kumuh yang dilakukan oleh pemerintah adalah kawasan kumuh di pinggiran rel. Kawasan itu kami tata dan kami buat taman sehingga kesan kumuh hilang sama sekali," ujarnya.

Terkait tudingan penyerobotan lahan yang dituduhkan, Ridho menegaskan dari awal pembangunan pemkot tidak ingin untuk memiliki lahan itu. "Ini kan cuma ingin menata. Tempat yang dibangun taman juga adalah tempat yang selama ini diizinkan untuk dibangun oleh PT KAI melalui perseorangan," terangnya.

Ridho mengajak PT KAI duduk bersama untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. "Kita cari solusi sama-sama. Yang jelas niat kami dari awal bukan untuk memiliki lahan tersebut tetapi lebih kepada penataan kota," pungkasnya.

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments
8 komentar:
Tulis Komentar
  1. lain kali kalau mau bangun proyek harus ijin dulu sama yang punya lahan, masuk halaman rumah orang saja harus minta ijin apalagi mendirikan bangunan..... bisa bisa diteriakin maliiiiingg....!!!!

    BalasHapus
  2. Tanah PT KAI itu juga tidak jelas wong jalannya sudah ada zaman kolonial Belanda....yg dulu juga maling tanah orang..........??????????

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang komen paling atas benar. yg komen kedua PENJILAT

      Hapus
    2. Like this mang santo

      Hapus
  3. Yg komen terahir gantenk ^^

    BalasHapus
  4. Setuju dengan komen yang paling atas, itu namanya pinter, dimana-mana kalo mau masuk rumah orang izin dulu sama yang punya tanah, apalagi sampai bikin bangunan sperti itu. aya ayah wae tah si Walikotanya.

    BalasHapus
  5. Inilah Pimpinan yang ga bisa memimpin dirinya sendiri apa lagi orang lain,,,,apa maksud menata kota ? menata kota yang seperti apa, apa dia pikir menata kota yang berhubungan dengan lahan, lahan tidak bertuan (tidak punya pemiliknya )? aneh kan?

    BalasHapus
  6. Wako takut mengakui kalau memang salah, dengan alasan menata kota. Jelas - jelas lahan milik PT.KAI, udah salah masih ngotot pula mau terus membangun, distop saja, selesai masalah. ditambah LSM pakai acara membela yang salah, LSM cari muka sama wako, Wako cari pencitraan sama warga buat nyalon lagi. lagi pula tidak manfaat dibikin seperti itu, bangunan kios itu cuma menguntungkan segelintir orang, ditambah sekarang banyak patung yang tak jelas, plagiat dan tukang tiru, tak bermanfaat.

    BalasHapus

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *