Home » » Aktivis LSM Gelas, Ancam Tutup Pabrik Plywood MLM Lembak

Aktivis LSM Gelas, Ancam Tutup Pabrik Plywood MLM Lembak

Written By Posmetro Prabu on 02/11/15 | 2.11.15

LEMBAK, PP - Aktivis LSM Gerakan Lembak Sejahtera (Gelas) mengancam akan menutup Operasional pabrik Plywood Musirawas Lestari Makmur (MLM) yang berada di lembak jika tidak mampu mengurusi limbah pabrik yang belakangan telah meresahkan warga, baik pengguna jalan maupun masyarakat yang bermukim di dekatnya.

Para aktivis ini mendesak pengelola Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Muara Enim segera turun mengevaluasi analisis dampak lingkungan (amdal) pabrik pengolahan kayu lapis di Kecamatan Lembak tersebut. Keberadaan pabrik pengolahan kayu jalan raya Lembak - Palembang ini sesungguhnya, sudah lama dipermasalahkan warga. 

Selain pengelohan limbah yang tidak jelas, cerobong asap juga mengakibatkan polusi, serta suara bising yang mengganggu aktivitas warga.

"Jika dalam waktu dekat pihak perusahaan tidak mampu mengatasi limbahnya kita terpaksa melakukan aksi di perusahaan. Bila perlu memaksa pihak perusahaan menutup operasional pabrik sebelum permasalahan limbah tuntas dilakukan" Ujar Bob Aktivis LSM Gelas Siang tadi Senin (02/11/2015).

Bob juga mengaku prihatin jika Pemkab Muara Enim tidak segera mengambil tindakan terkait pencemaran lingkungan dari limbah pabrik plywood di Kecamatan Lembak. “Kenapa sampai sekarang belum ada tindakan dan penanganan masalah limbah pabrik plywood padahal jelas-jelas perusahaan belum mengantongi AMDAL" paparnya.

Dikatakan, dampak pengelolaan limbah berakibat buruk bagi kesehatan masyarakat sekitar perlu ditangani serius. Selain itu, di lokasi pengolahan limbah milik perusahaan terdapat tiga pipa milik pertamina yang berisi Gas dan Minyak. Warga khawatir jika pembakaran limbah dilakukan pipa gas dan minyak bumi bisa saja meledak dan menghanguskan pemukiman warga yang tidak jauh dari Booster Stasiun pengiriman minyak milik PT Pertamina EP.

"Kita berharap kerjasama yang baik dari Pihak perusahaan. Jika tidak terjadi hal-hal yang bisa merugikan perusahaan, sebaiknya tuntutan kita segera dipenuhi. Selesaikan permasalahan limbah, maka urusannya selesai" tegas Bob.

Sementara itu, Pihak perusahaan yang dikonfirmasi melalui public Relation PT MLM, Hasan mengungkapkan jika pengolahan limbah PT MLM sejauh ini telah di serahkan sepenuhnya kepada pihak ketiga. Urusan limbah bukan lagi wewenang perusahaan lantaran telah terikat kontrak kerjasama.

"Soal penanganan limbah adalah urusan pihak ketiga. Perusahaan telah menyerahkan sepenuhnya tanggungjawab tersebut ke pihak pengelola limbah dan telah tertuang dalam bentuk perjanjian kontrak kerja. Termasuk penyediaan lahan pembuangan limbah, pihak etiga juga bertanggungjawab pada masalah yang ditimbulkan dalam pengangkutan limbah ke pembuangan akhir" ujar Pria asal Indonesia Bagian Timur itu.

Namun sayangnya, pihak ketiga yang dimaksud ketika ditemui posmetroprabu.com menyangkal pernyataan yang disampaikan oleh pihak perusahaan. Menurutnya, soal Amdal bukanlah wewenang pihak ketiga sebagaimana yang disebutkan oleh perusahaan. Menurut Melson, pihaknya selaku yang dipercaya dalam pengolahan limbah hanya bertanggungjawab dalam pengolahan limbah, menyediakan alat angkutan, kerusakan, tenaga kerja dan penyediaan lahan pengolahan limbah.

"Diluar itu masih tanggungjawab perusahaan, tegasnya"
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu