Home » » Shoimatun Nur Azizah " Pos Asa"

Shoimatun Nur Azizah " Pos Asa"

Written By Posmetro Prabu on 15/10/15 | 15.10.15

Crazy Son

bocah itu setinggi hati yang belum jadi
kulitnya terpanggang mentari
bajunya jarang ganti
tiap mataku hinggap
pada kering tubuhnya yang gering
tangannya menadah
bukan ke langit
tapi kepada setiap orang yang lewat
jemari mini itu siap menangkap
berapa pun yang kauberi

seringkali dia teriak
tapi kata-katanya serak
tak terbaca
keinginannya tertahan pada sela tenggorokan
yang mampu ia keluarkan harapan itu dengan menunjuk-nunjuk apa yang dia mau

aku sering dengar dia minta jajan
dari seberang jalan
yang kasihan, mengasihaninya dengan senyuman
yang peduli, mengusirnya pergi biar mandiri
yang tak sayang memberinya uang
dan berlalu tanpa harapan

sedari usiaku delapan
dia masih pendek
tak tinggi-tinggi
hingga kini tinggiku melampaui ibu

hmm, andai malaikat turun mengangkatnya ke rumah pelangi
penghuninya tak jauh beda
bocah itu membuka mata setengah
kanannya memakai alat mirip earphone tapi hanya sebelah
ada yang berjalan terengah-engah
masih ada lagi yang serupa
tak tega aku menyebutnya

ShNA, 021015



Kakek Kikuk

mata kiri kakek ini terluka
dikatakan dokter memperbaikinya
kini ketika dia menatap
segalanya menjadi tiga
anak-anak membawakannya domba
si kakek bimbang yang dua hendak diapakan
hanya satu yang buat pdkt sama Tuhan

ShNA, 011015



Pos Asa

jantungnya mekar serupa bunga
kupu-kupu keluar menebar mawar
kumbang memompa darah
merekah sekuntum senyum
menatap pak pos datang
membawa harapan sebesar pisang

ShNA, 021015



Menjalin Jalanan

memacari jalanan yang enggan
jadi selingkuhan sepanjang siang
yang wajahnya merah nyala
membara membawa cemburunya
tukang sayur itu masih sama
tak bosan mengangkat dagangan sambil berkendara

penata rambut itu pun sama
tak lelah memotong kepala orang
menyulap uban menjadi perawan
para tukang jahit tak letih mengayuh pedal
menderu mesinnya tiap ada baju mengkal

ah, muka tampan itu tak kusut menanti pembeli
meski hanya membeli senyumnya
sepertinya ada yang salah
petani jatuh cinta kepada sawah
yang ayu, hijau, tubuhnya merekah
berarti beliau tidak salah
setia menjemur padi hingga menjelma nasi

oh, tukang kerupuk tadi tak sungkan makan
sembari menggelar kerupuk biar kering
oleh peluk panas mentari yang membuatnya garing
ya, tentu tukang rujak tak lalai meracik buah ramah
pak guru tak jemu memberi instruksi lari
keliling lapangan tigaribu kali
bahkan rumput itu tak mengeluh ketika
takdirnya dijemput oleh sepasang domba

tapi mengapa aku jenuh
jika mereka tak meneriakkan peluh
tiap pagi menatap pohon yang memohon doa afiat
lewat jalan yang sekarat

ShNA, 2015



H i l a n g

hilang hatiku saat kaulari dari profesi
yang membuat kita rekat seperti piring dan nasi

rapat rindu yang kujahitkan ke dalam jaketmu
biar kehangatan itu selalu

malam sabtu kaumangkal di otakku
menarik kuda-kuda cumbu
tapi itu seminggu lalu ketika semua satu

kini kau dibawa angin musim dingin
keluar dari batin tanpa izin

ShNA, 150115



Tentang ShoNA



Merupakan nama pena dari Shoimatun Nur Azizah. Lahir di Klaten, kelahiran Klaten tahun sembilan enam. Puisi-puisinya dimuat di @Sayap Kata, detakpekanbaru.com, Dinamika News, Swara Nasional Pos, Detak Unsyiah. Juga terhimpun dalam antologi puisi Bangsa Bayangan, Belajar Pada Semut, Tinta Langit, Unconditional Love, Senja Tak Berpelangi, Asmara Dalam Kata, dll. Sedang mencari passion.

Contact facebook Fallinheart Esha Enai. No. hp
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu