Home » » Rusak Masjid di gunung Ibul, Truk Kayu Disandera Warga

Rusak Masjid di gunung Ibul, Truk Kayu Disandera Warga

Written By Posmetro Prabu on 12/10/15 | 12.10.15

PRABUMULIH, PP - Sebuah bangunan atap masjid at-taqwa yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, RT 03 RW 02, Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur, nyaris ambruk setelah ditempa tiang beton listrik PLN yang roboh setelah kabel penghubung yang menjuntai diatas badan jalan tersangkut dan terseret sebuah mobil tronton stik log bermuatan puluhan ton kayu gelondong.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden yang sempat membuat warga sekitar lokasi kejadian heboh. Namun akibat peristiwa yang terjadi pada Jumat (9/10) malam sekitar pukul 22.00 WIB ini, membuat atap teras samping kanan masjid ambrol sebagian dan salah satu kubah yang berada dibagian depan masjid roboh setelah ditimpa tiang cor beton listrik milik PLN tersebut.

Tak hanya itu, robohnya tiang listrik akibat terseret kendaraan truk tronton stik bermuatan kayu log warna hijau Nopol BG 8779 UY milik perusahaan asal Jepang yakni, PT Sankyu yang dikemudikan Firdaus ini juga sempat membuat aliran listrik warga sekitar mengalami byar pet (padam, red) beberapa jam. Usai kejadian, sopir truk tronton log kayu langsung kabur melarikan diri ke dalam markas Yon Zipur II/Balakarta Sriwijaya yang berada tak jauh dari lokasi kejadian, karena takut dihakimi massa.

Berdasarkan informasi dilapangan, peristiwa tersebut bermula saat kendaraan truk tronton stik kayu tujuan PT Tanjung Enim Lestari (TEL) yang dibawa Firdaus melaju dari arah Palembang menuju Muara Enim. Diduga mengangkut melebihi tonase dan tidak menyadari adanya jalur kabel listrik yang terbentang diatas badan jalan, sehingga membuat tumpukan kayu log sebanyak 20 ton ini mengenai jalur kabel listrik milik PLN tersebut.

Akibatnya, jalur kabel penghubung antar tiang listrik ini terseret dan menyebabkan salah satu tiang cor beton listrik yang dibangun tepat dibagian dalam pagar samping kanan masjid At-Taqwa roboh dan menimpa atap teras samping kanan masjid dan salah satu kubah masjid.

“Atap teras samping kanan masjid dan kubah yang ambrol dan roboh akibat ditimpa tiang listrik. Setelah jalur kabelnya tersangkut dan terseret truk tronton pengangkut kayu, kejadiannya jumat malem sabtu kemarin sekitar jam 10-an,” ungkap Anton, salah satu pengurus Masjid At-TAqwa, kemarin.

Menurut dia, selain menyebabkan atap teras masjid dan kubah roboh, kejadian itu juga sempat membuat aliran listrik warga padam. Dikatakannya, warga bersama pengurus masjid lainnya terpaksa melakukan penahanan terhadap kendaraan truk tronton yang mengangkut puluhan ton kayu asal Kalimantan selama 2 hari. Karena melarikan diri saat hendak diinterogasi warga.

“Saat kejadian sopirnya lari, infonya ke dalam Zipur. Sebelumnya saat sempat ditanya warga lain, sopir truk tidak mengantongi surat menyurat kendaraan dan surat lain terkait izin kayu tersebut,” jelas Anton lagi.

Sementara itu, Nusirwan salah satu perwakilan pihak perusahaan PT Sankyu ketika sempat dibincangi sejumlah awak media mengaku pihaknya akan bertanggungjawab terhadap segala kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan akibat insiden tersebut.

“Ya semuanya kita ganti, dengan pihak PLN Prabumulih tadi sudah ketemu dan tinggal pembayaran senin besok (hari ini, red). Untuk masjid kita masih menunggu ketua masjid sama ketua RT nya, namun masalah harga ganti rugi yang dipinta kemarin sudah dibicarakan,” ujar pria yang mengaku biasa disapa Kuyung ini, saat ditemui di halaman Masjid At-Taqwa, kemarin.

Dia katakan, untuk perbaikan kerusakan baik dari pihak PLN maupun pengurus Masjid At-Taqwa semuanya minta mengerjakan sendiri. “Jadi minta ganti ruginya langsung berupa uang. Rencananya sore ini langsung kita transfer ke bendahara masjid, ya tinggal menunggu ketua masjid dengan ketua RT sini,” tambahnya.

Ketika disinggung soal kendaraan truk tronton kayu log tidak memiliki surat menyurat kelengkapan kendaraan dan surat terkait izin membawa hasil hutan, dibantah Nusirwan. “Semua surat lengkap tapi memang tidak diberikan kepada sopir karena takut digadaikan mereka. Sudah 35 sopir dipecat akibat kasus ini, ini juga sebenarnya kita hanya terkena imbas saja sebab muatan kayu kita tidak terlalu tinggi hanya 20 ton,” jawab Nusirwan, seraya berusaha mengalihkan pembicaraan.

Terpisah, Kepala PLN Ranting Prabumulih, Alferi melalui salah satu stafnya, Yulizar ketika berhasil ditemui membenarkan pihak perusahaan pemilik angkutan truk tronton kayu log akan membayar ganti rugi kepada PLN. “Sudah disepakati Rp 12,5 juta tadi untuk penggantian material tiang, kabel listrik sama upah tenaga tukang saja,” imbuh Yulizar.

Dikatakan dia, pasca kejadian juga sempat membuat aliran listrik padam. “Namun itu tidak berlangsung lama, karena langsung kita ambil dari gardu di lokasi belakang untuk sementara. Sampai kapan proses pemindahannya kita tidak tahu sebab masih menunggu material tiang dulu,” pungkasnya
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu