Home » » Korupsi APBD Prabumulih. Kejati Bakal Panggil Puluhan Pejabat Pemkot

Korupsi APBD Prabumulih. Kejati Bakal Panggil Puluhan Pejabat Pemkot

Written By Posmetro Prabu on 21/08/15 | 21.8.15

PRABUMULIH, PP - Kasus Korupsi Pengelolaan Dana Kas Sekretariat Daerah Kota Prabumulih APBD 2007-2011 terus dikembangkan oleh pihak penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel). Meski dalam kasus ini pihak penyidik telah melakukan penahanan terhadap lima tersangka penyelewengan dana APBD tersebut, namun pihak Kejati masih akan memanggil sejumlah pejabat aktif yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih.

Tak tanggung-tanggung puluhan pejabat aktif bakal menjalani pemeriksaan penyidik Kejati Sumsel dalam waktu dekat ini. Menurut penyidik Kejati Sumsel Boby SH yang dikonfirmasi posmetroprabu.com,Jumat (21/08/2015) pemanggilan pejabat tersebut berkaitan dengan kelengkapan berkas kasus yang melibatkan kelima tersangka yang telah ditahan.

"Untuk melengkapi berkas kasus Korupsi APBD Kota Prabumulih 2007-2011 yang merugikan keuangan Negara sebesar Rp 19 Miliar, dalam waktu dekat penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi pejabat aktif di lingkungan Pemerintahan Kota Prabumulih" ujarnya.

Dikatakan, sebelumnya juga pihaknya telah memeriksa beberapa pejabat aktif dilingkungan Pemerintah Kota Prabumulih dengan status sebagai saksi untuk kelengkapan berkas. Dalam waktu dekat ini lanjut Boby, pihaknya kembali melakukan pemanggilan terhadap beberapa pejabat Pemkot Prabumulih untuk menjalani pemeriksaan bersama dengan ke lima tersangka yang sudah ditahan oleh Kejati, paparnya.

Informasi yang berkembang Pemkot Prabumulih berupaya melayangkan surat permohonan penangguhan penahanan terhadap ke lima tersangka, menurut Boby pihaknya hingga kini belum menerima permohonan sebagaimana yang dimaksud.

Terkait, pemeriksaan terhadap beberapa pejabat dilingkungan Pemkot Prabumulih juga diakui oleh oknum pejabat yang berkaitan erat dengan kasus tersebut. Menurut informasi yang dapat dihimpun posmetroprabu.com, melalui salah seorang pejabat yang meminta namanya untuk tidak disebutkan dalam pemberitaan mengungkapkan bahwa dirinya baru saja diperiksa oleh penyidik Kejaksaan Tinggi Sumsel dengan status sebagai saksi kelima tersangka kasus Korupsi Pengelolaan dana Kas Daerah.

"Hanya memenuhi undangan saja. Iya kita jawab sesuai dengan yang kita ketahui. Secara pribadi kita tidak menyalahkan para tersangka sebab yang mereka lakukan menurut saya adalah berdasarkan perintah. Kalaupun salah paling penyalahgunaan wewenang. Bayangkan sistem birokrasi pada tahun tersebut yang bisa dikatakan belum seketat sekarang. Sangat sulit untuk menempatkan pos anggaran. Artinya, beberapa permohonan bantuan dana yang masuk ke sekretariat Daerah menumpuk yang seharusnya pos anggaran Bansos dialihkan ke pos lain karna anggaran di Bansos tidak mencukupi" ujar salah seorang pejabat yang enggan menyebutkan namanya itu.

Letak kesalahannya barangkali hanya sebatas itu. Namun mau bilang apa, semua pekerjaan punya konsekwensi tersendiri yang bisa datang kapan saja bila disalahgunakan, tandasnya.

Sementara itu, warga masyarakat kota Prabumulih melalui akun facebook redaksi posmetro prabu berharap kasus penyimpangan APBD Kota Prabumulih ini dalam penyidikkannya hendaknya dilakukan secara transparan tanpa harus tebang pilih dalam penetapan tersangka. "Harapan kita penyidik tidak tebang pilih dalam penetapan tersangka. Jika mereka korban tentu ada aktor dibaliknya yang perlu diungkap secara tuntas. Semoga dalam pengembangan yang dilakukan oleh penyidik mampu menemukan aktor tersebut" ujar Hasan warga Kota Prabumulih.
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu