Home » » 2015, Tercatat 28 Kasus PHK di Prabumulih

2015, Tercatat 28 Kasus PHK di Prabumulih

Written By Posmetro Prabu on 11/08/15 | 11.8.15

PRABUMULIH, PP - Sepanjang Tahun 2015, tercatat sebanyak 28 kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) yang diterima oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Prabumulih. 28 Orang tenaga kerja tersebut dipecat karena perusahaan mereka bekerja mengeluarkan kebijakan perampingan anggaran. Perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan tersebut pun terpaksa mengambil tindakan pemutusan hubungan kerja terhadap belasan karyawannya akibat turunnya harga minyak dunia. 

"Jumlah kasus tenaga kerja yang dipecat sepihak oleh perusahaan yang dilaporkan ke Kantor Dinas Tenaga Kerja hingga pertengahan tahun ini mencapai 28 kasus. Jumlah tersebut masih bisa bertambah hingga akhir tahun. Sementara untuk tahun lalu, jumlah kasus PHK yang dilaporkan ke sini mencapai 32 kasus" ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kota Prabumulih, H Zulkifli AB SE MM siang tadi Selasa (11/08/2015).

Dikatakan, saat melakukan pemberhentian, perusahaan masih belum memenuhi hak-hak karyawan seperti pembayaran uang pesangon. "Kebanyakan kasus karena uang pesangon yang dibayarkan perusahaan tidak sebanding atau sesuai dengan aturan yang ditetapkan," terangnya. 

Zulkifli menambahkan perusahaan yang banyak melakukan pemutusan kerja adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan. Utamanya perusahaan KSO yang bekerja sama dengan Pertamina. 

"Karena Pertamina melakukan perampingan anggaran dengan menyetop sementara produksi, imbasnya kepada perusahaan KSO yang berkaitan dengan produksi," tuturnya. 

Kendati demikian, Zulkifli mengaku Dinas Tenaga Kerja akan mengawal terus permasalahan pemecatan sepihak yang dilakukan perusahaan terhadap karyawannya itu. "Kalaupun PHK tidak bisa dihindari, kami tetap mengupayakan hak para karyawan terpenuhi dengan baik," ujarnya. 

Salah seorang buruh yang bekerja di perusahaan KSO rekanan PT Pertamina Prabumulih yang berhasil dihubungi posmetroprabu.com menyayangkan PHK yang dilakukan perusahaan terhadap diriny. "Kami berharap tidak ada PHK dan masih bisa bekerja di sini," ujar Heru yang mengaku sudah bekerja sejak tahun 2010 lalu.

Sementara itu, Asset 2 Public Relation Analyst, Elychandra Peranginangin mengatakan pihaknya hingga sekarang tidak melakukan PHK besar-besaran terhadap karyawan di lingkungan Asset 2. "Kalau pemangkasan anggaran memang benar. Terutama di bagian produksi. Sebab, harga minyak dunia saat ini terus mengalami penurunan. Jika produksi terus dipaksakan maka akan berimbas kepada stabilitas perusahaan," terangnya. 

Ely menuturkan meski melakukan penghematan anggaran, pihaknya tetap berkomitmen dalam menjaga kedaulatan negara di bidang energi dengan memulai pengeboran di beberapa sumur. 

"Seperti hari ini (kemarin,red) kami menggelar selamatan untuk memulai pengeboran sumur PMB P14TW. Kegiatan produksi terus kami jaga agar ketahanan energi negara tetap terjaga," pungkasnya.
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu