Home » , » Wawako Pesimis Pemberantasan Narkoba Prabumulih Maksimal

Wawako Pesimis Pemberantasan Narkoba Prabumulih Maksimal

Written By Posmetro Prabu on 09/07/15 | 9.7.15

PRABUMULIH, PP - Wakil Walikota Prabumulih Andriansyah Fikri SH mengungkapkan, saat ini Narkoba di Indonesia sudah sampai di desa-desa serta tidak menutup kemungkinan di Kota Prabumulih juga demikian. Ditemui diruang kerjanya, Fikri mengungkapkan bahwa, upaya mencegah dan memberantas narkoba di Bumi Seinggok Sepemunyian bukanlah tugas yang mudah. 

Menurut mantan Ketua DPRD Kota Prabumulih ini, penanganan dalam upaya pemberantasan Narkoba tidak bisa dilakukan hanya satu instansi kepolisian, harus didukung juga oleh instansi lain, seperti Pemerintah Kota, Provinsi dan Instansi terkait serta semua elemen masyarakat.

Pasalnya, jika hanya ditangani oleh kepolisian atau dengan BNN saja, maka akan terbentur pada anggaran dan teknologi.

“Kepolisian tidak akan mampu menangani persoalan Narkoba, jika hanya sendirian. Perlu adanya dukungan dari semua pihak, semua elemen masyarakat,” ujarnya.

Menyoal peraturan bersama antara BNN bersama Polri, Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, Kemenkum HAM, Kemensos dan Kemenkesyang mewajibkan penyidik merehabilitasi pengguna narkoba mulai 16 Agustus 2014 lalu, Politisi PDI Perjuangan ini menilai tidak memberi efek jera bagi pengguna.

Dengan aturan bersama tersebut, secara pribadi Ia mengaku pesimis pemberantasan narkoba di Indonesia dapat dilakukan secara maksimal.

"Secara pribadi kita pesimis untuk pemberantasan narkoba ini, dengan aturan baru dimana status pemakai dan bandar itu dibedakan," ungkapnya.

Lebih lanjut, orang nomor dua dikota Prabumulih ini menuturkan dirinya lebih menginginkan penerapan aturan lama dimana baik bandar maupun pengguna narkoba dijerat hukum.

"Kalau dulu bandar dan pemakai itu tidak boleh dibawah empat tahun. Kalau sekarang ini kan beda, pemakai hanya direhabilitasi, kalau bandar baru dijerat hukum," ujarnya.

Mantan Ketua DPRD Kota Prabumulih ini menilai jika aturan yang baru ini menjadi cela bagi para bandar narkoba untuk lolos dari jerat hukum lantaran peralihan status hukum tersebut dengan mudah diubah.

"Peralihan dari status ini sangat muda sekali. Bandar bisa saja mengaku pemakai untuk menghindari jeratan hukum. Begitupun pengguna, dengan aturan yang baru ini mereka dapat bebas menggunakan obat obatan terlarang tersebut mengingat tidak ada sanksi tegas," jelasnya.

Bahkan, suami dari Reni Indayani Fikri ini menilai jika narkoba dan obat obatan terlarang sejenisnya lebih berbahaya dari pada bom atom.

"Korban narkoba ini lebih besar ketimbang perang dunia ke 2. Coba bayangkan, bahkan putaran uang dari narkoba ini mencapai triliunan rupiah," tambahnya.
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu