Home » , » Ini Kata Pelaku Pungli Batubara Menaggapi Panggilan Polres Prabumulih

Ini Kata Pelaku Pungli Batubara Menaggapi Panggilan Polres Prabumulih

Written By Posmetro Prabu on 29/07/15 | 29.7.15

PRABUMULIH, PP - Pertemuan antara pemilik titik-titik chek point dengan aparat penegak hukum dan Pemerintah Kota Prabumulih yang digelar di Aula Serbaguna Polres Prabumulih siang tadi Rabu (29/07/2015) berlangsung alot. Pasalnya, keinginan Polres Prabumulih yang meminta seluruh aktivitas chek point dihentikan ditentang oleh sebagian kelompok masyarakat.

Mereka mengaku taat kepada aturan hukum yang berlaku di Negara ini dan berterimakasi kepada pihak Polres Prabumulih yang mau menjembatani dan mengumpulkan seluruh pihak terkait dalam pertemuan kali ini. 

Secara Pribadi kami berterimakasih kepada pihak Kepolisian dimana saat ini bisa dipertemukan dan saling dengar pendapat soal pungli terhadap angkutan batubara di Kota Prabumulih. Kami selaku warga pernah meminta pertimbangan ke polsek prabumulih barat untuk menindaklanjuti cek poin di titik patih galung sampai alai batu yang dipegang Joi Rahman.  Kami minta satu titik saja di tengah Kota tidak bisa, sementara di tugu nanas bisa, di Muara Dua juga bisa. Mengapa di Dusun Prabumulih yang notabene asli penduduk Prabumulih tidak bisa, ujar Sali

"Silahkan dilarang seluruhnya dan jangan tebang pilih. Jika ditutup seluruhnya kami siap mendukung Polres Prabumulih dengan catatan tidak sebutirpun Batubara bisa melintas di Prabumulih" tegas Sali perwakilan kelompok masyarakat di Dusun Prabumulih.

Namun sayangnya pernyataan perwakilan pemilik cek poin ini di mentahkan oleh Kepala Badan Kesbang Linmas Kota Prabumulih Martodi SH. Dalam kesempatan itu Martodi mengungkapkan bahwa cara-cara atau perbuatan pungli yang dilakukan ini telah melanggar hukum dan tidak dibenarkan. Selain telah merugikan pihak lain, juga membuat resah pengguna jalan dan telah merusak citra kota prabumulih dimata masyarakat luar.

"Tujuan LSM yang sebenarnya bukanlah melakukan pungli dan ini jelas pemalakan yang bertentangan dengan Hukum. Saya sangat mengerti AD/ART LSM. Karna saya yang menandatangani permohonan pengajuan berkasnya di Kesbanglinmas. Dalam ADART LSM Tidak satu kalimatpun tertulis soal kegiatan pungli. Jadi Kami berharap mari kita bersama-sama menjaga kemanan dan ketertiban demi nama baik Kota yang kita cintai ini" ujarnya.

Hal Senada juga ditegaskan oleh Wakapolres Prabumulih Kompol FX Irwan Ariyanto SIK. Perwira menengah dengan pangkat melati satu dipundaknya itu mengungkapkan bahwa urusan melintas atau tidaknya angkutan Batubara di Kota Prabumulih bukan urusan Kapolres dan Pemkot Prabumulih. Sebab lanjutnya, yang berwenang melakukan pelarangan terhadap angkutan Batubara itu adalah Kementrian.

Kasus premanisme dan pemalakan atau pungutan liar di Kota Prabumulih lanjut mantan Kasat Narkoba Polresta Palembang ini sudah menjadi perhatian nasional. Dan kami berharap melalui pertemuan dan diskusi singkat kita pada hari ini dapat dipahami oleh kita sekalian untuk segera menghentikan aktivitas pungutan liar di Jalanan. Mari kita merubah mainset mulai dari sekarang untuk bekerja secara logika tanpa harus merugikan orang lain, tegas Wakapolres.
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu