Home » » FGII Himbau Diknas di Daerah Hapus Perpeloncoan

FGII Himbau Diknas di Daerah Hapus Perpeloncoan

Written By Posmetro Prabu on 26/07/15 | 26.7.15

PRABUMULIH, PP - Pimpinan Pusat Federasi Guru Independen Indonesia ( DPP FGII ) menghimbau dan meminta pada sekolah yang akan melaksanakan masa orientasi peserta didik baru (MOPDB) bahwa berdasarkan surat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan Permendikbud Nomor 55 Tahun 2014, sekolah wajib menyelenggarakan MOPDB pada jam belajar. Waktunya pun maksimal dilakukan 5 hari.

Dalam MOPDB dilarang ada pelecehan dan tindakan yang mengarah pada kekerasan. Selain itu, pihak sekolah juga dilarang memungut biaya. Oleh karena itu FGII meminta , Dinas Pendidikan harus mampu mengendalikan kegiatan dalam masa orientasi. MOPDB tidak boleh menjadi masa perpeloncoan dan tidak boleh menjadi ajang untuk hal-hal negatif, Dinas Pendidikan jangan ragu beri sanksi.

Dalam keterangan persnya, Hasbi menyatakan MOPDB tidak perlu dihapus, tetapi yang perlu dihapus adalah perpeloncoan. Tugas-tugas yang diberikan kepada peserta MOPDB pun juga harus wajar dan bisa diterima rasional . Hasbi menambahkan bahwa perlu adanya sosialisasi kesekolah - sekolsh mengenai hal-hal yang tidak boleh dilakukan dalam MOPDB 2015. Selain itu MOPDB bertujuan untuk mengetahui memahami tata terbit sekolah serta mengetahui hak, kewajiban, dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari warga sekolah. Alur MOPDB dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, membaca doa sesuai agama masing-masing secara bersama-sama. Pada akhir MOPDB setiap harinya diakhiri dengan menyanyikan lagu wajib nasional dan membaca doa sesuai agama masing-masing dipimpin oleh salah satu peserta didik.

Lebih lanjut Hasbi menjelaskan bahwa pelaksanaan MOPDB tidak boleh mengandung unsur perpeloncoan dan juga menggunakan atribut-atribut yang tidak berhubungan dengan pendidikan. MOPDB harusnya menjadi momen dimana pihak sekolah memperkenalkan diri kepada murid baru. Tidak hanya menjadi momen perkenalan antara senior dan junior, guru dan kepala sekolah dengan murid, tetapi juga memperkenalkan lingkungan sekolah kepada murid-murid baru.

Pelaksanaan MOPDB ditujukan agar peserta diddik baru dapat beradaptasi dan menyatu dengan warga sekolah dan lingkungan sekolah. MOPDB di masing-masing sekolah maksimal dilakukan selama tiga hari. MOPDB sebaiknya berisikan bagaimana menumbuhkan karakter pemimpin, bukan bersifat peloncoan dan terkesan tidak mendidik seperti banyak contoh yang dilakukan selama ini. Semoga MOPDB di Kota Prabumulih tahun ini mampu menjadi momentum dan tonggak kebangkitan pendidikan yang mampu menghargai hak -hak anak dan melindungi anak dari tindak kekerasan dengan cara merubah cara pandang dan sikap insan pendidikan kita. Sehingga kedepan dunia pendidikan dikota Prabumulih dapat menjadi pioner dan model pendidikan masa kini
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu