Home » , » Secercah Harapan Bagi Anak-anak Pemulung

Secercah Harapan Bagi Anak-anak Pemulung

Written By Posmetro Prabu on 22/06/15 | 22.6.15

PALEMBANG – Meskipun bergelut dengan sampah banyak pemulung di TPA 1 Sukawinatan yang menyekolahkan anaknya ke tingkat lebih tinggi agar tidak bernasib yang sama dengan mereka. Tetapi tidak sedikit juga yang mengabaikan pendidikan anak-anak mereka.

Berangkat dari keprihatinan dan rasa kepedulian yang tinggi istri dari seorang ketua RT, Rusmiati (37) bersama temannya, pada tahun 2003 membentuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Chandra. Gedung belajarnya pun dulunya adalah bekas kandang sapi.

“Saya pernah merasakan putus sekolah sehingga saya tidak ingin ada lagi warga kampung saya yang masih tidak merasakan pendidikan,” ujar Umi sapaan akrab murid-muridnya.

Awalnya sekolah yang mereka rintis tersebut tidak terlalu diminati oleh para pemulung serta warga sekitar. Akan tetapi, dengan kegigihan dan usaha keras mereka, ia pun berhasil meyakinkan para pemulung untuk menyekolahkan anak mereka di PAUD yang mereka bangun.

“Perlengkapan sekolah kami pun waktu itu sangat terbatas. Rongsokan TPA yang masih bisa bermanfaat kami ubah menjadi benda yang bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” katanya.

Sayangnya pada tahun 2008, kandang sapi yang mereka gunakan untuk kegiatan belajar mengajar tersebut dilalap si jago merah. Kejadian itu membuat semangat teman-temannya mengendur. Akhirnya, dengan keterbatasan yang ada ia pun mendirikan PAUDnya sendiri yang ia namakan sesuai dengan nama daerah tempat ia tinggal yaitu PAUD Sukawinatan. Tempat belajarnya pun menggunakan sebagian ruaangan tempat tinggalnya.

“Saya kasihan dengan anak-anak yang sedang semangat belajar.” kata ibu 3 orang anak ini.

Sekarang ia pun sudah memiliki murid sebanyak 35 orang yang didominasi anak-anak pemulung. Untuk jerih payahnya ini, para orang tua murid hanya mengeluarkan biaya lima ribu rupiah per bulannya. Uang itu pun ia gunakan untuk membelikan para anak-anak alat tulis.

“Bagi saya yang terpenting bisa memberikan yang terbaik bagi anak-anak. Semoga apa yang saya berikan ini dapat berguna bagi kehidupannya kelak,” kata Rusmiati.

Rusmiati tidak sendiri. Ada juga beberapa relawan yang meluangkan waktunya untuk mengajar anak-anak tersebut. Beberapa relawan, Sony (23) dan Johan (25) yang ditemui Sabtu (24/6) mengaku meluangkan waktu libur kerjanya untuk mengajari anak-anak tersebut. Baca tulis serta pemainan edukatif adalah materi yang sering mereka berikan kepada anak-anak.

“Bagi kami sangat menyenangkan berkumpul serta berbagi dengan anak-anak di sini. Kami harap kehidupan merekabisalebih baik ke depanya. Sehingga pendidikan yang kami ajarkan bisa menjadio bibit atau benih yang berguna bagi mereka di masa daang,” ujar Sony saat sedang mengajar salah satu anak.

Kepolosan terlihat dari wajah anak-anak yang antusias mengikuti pelajaran yang diajarkan. Permainan edukatif yang diberikan Sony dan Johan membuat suara tawa keluar dari mulut anak-anak tersebut. Makanan ringan yang dibagikan mereka pun membuat anak-anak semakin bersemangat mengkuti pelajaran.
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu