Home » » Mediasi Cicak dalam Eskrim Walls Nyaris Ricuh

Mediasi Cicak dalam Eskrim Walls Nyaris Ricuh

Written By Posmetro Prabu on 26/06/15 | 26.6.15

PRABUMULIH, PP - Mediasi Cicak dalam Eskrim Walls yang antara Konsumen dan pihak Unilever yang ditengahi YLKI Kota Prabumulih berlangsung tegang dan nyaris rucuh. Pasalnya, pihak PT Unilever Indonesia Tbk yang diwakili Head Of Corpirate Communications, Maria Dewantini Dwiamto berserta rombongan dan Konsumen Martodi berserta kuasa hukumnya, sama-sama ngotot dengan keinginan masing-masing.

Unilever ngotot bahwa produksi es krim higienis, steril, aman serta tidak ada kesalahan dalam produksi dan enggan meminta maaf, sementara konsumen ngotot ingin kebenaran terkait adanya cicak di es krim serta pihak perusahaan memberikan permintaan maaf atas kesalahan.

Ketegangan mulai mereda setelah pihak Unilever menawarkan agar kasus itu dilakukan investigasi dan identifikasi terhadap bangkai cicak di es krim, sehingga bisa diketahui berapa umur bangkai cicak dan kesalahan terletak di mana.

Pihak Marthodi yang diwakili kuasa hukumnya Herman Zulaidi SH akhirnya menyepakati usulan Unilever, selanjutnya akan melakukan koordinasi dan menentukan pihak ketiga mana yang ditunjuk melakukan investigasi untuk menuntaskan persoalan tersebut.

"Jadi kita lakukan pertemuan pertama antara perusahaan dan konsumen ini untuk melakukan mediasi maupun menyelesaikan masalah penemuan cicak di produk es krim itu, kita selaku YLKI mencari jalan tengah dan tetap mengutamakan keluhan konsumen karena kita lembaga perlindungan konsumsen," ungkap Ketua YLKI Prabumulih, Sonny Aditya P SH ketika diwawancarai usai pertemuan.

Sonny mengatakan, hasil pertemuan kedua belah pihak sepakat membangun komunikasi dan sama-sama melakukan investigasi dengan melibatkan pihak ketiga untuk mengidentifikasi produk es krim yang ditemukan terdapat cicak di dalamnya itu. "Identifikasi untuk mengetahui umur cicak, selanjutnya bisa diketahui kesalahan terdapat di mana. Jadi Unilever akan merekomendasikan pihak ketiga yang netral, selanjutnya setelah disepakati bersama maka barang bukti es krim cicak akan diidentifikasi atau diteliti," katanya.

Lebih lanjut Sonny menuturkan, unilever menyepakati jika memang hasil identifikasi atau penelitian pihaknya bersalah maka PT Unilever Indonesia Tbk siap bertanggungjawab, sehingga persoalan tersebut bisa terselesaikan.

"Pihak-pihak sekarang masih mencari pihak ketiga untuk ditunjuk melakukan investigasi, sementara ini mereka akan terus melakukan komunikasi birateral dan kita akan menunggu proses ini," bebernya.

Sementara Head Of Corpirate Communications, Maria Dewantini Dwiamto dibincangi mengatakan, menindaklanjuti adanya informasi adanya cicak itu kita langsung lakukan investigasi internal secara menyeluruh di perusahaan mulai dari proses produksi, distribusi hingga ke toko. "Kita menyelidiki apakah ada potensi adanya kemungkinan kecelakaan dan cicak bisa masuk dan hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya bukti kontaminasi terjadi selama produksi serta distribusi," katanya.

Namun pertanyaan bagaimana cicak bisa masuk ke eskrim tentu menjadi tanda tanya kita dan konsumen atau Martodi, oleh karena itu Maria menyampaikan, pihaknya menawarkan investigasi bersama dengan melibatkan pihak ketiga yang disetujui dua pihak.

"Investigasi untuk mengetahui kira-kira kapan cicak itu masuk dalam es krim, itu yang kita harapkan apakah masuk dan mati saat proses produksi, distribusi atau di toko atau bahkan di konsumen," bebernya seraya mengatakan mengenai biaya investigasi bukan masalah asal fakta terjawab dan komsumen kembali mengkonsumsi produk unilever.

Sedangkan perkara minta maaf seperti yang diinginkan konsumen, Maria mengaku siap meminta maaf jika kesalahan di pihaknya. "Kita pernah membagikan es krim gratis di Surabaya dan membuat taman rusak karena tidak bisa antisipasi masa ramai hingga walikota Risma marah, karena kita salah waktu itu kita minta maaf dan untuk persoalan ini kita tidak tau karena kita yakim tidak salah," lanjutnya seraya akan memperbaiki standar septy es krim.

Sementara, Martodi, Konsumen menemukan cicak mengatakan, pihaknya menyerahkan hal itu ke pengacaranya dan mengenai rencana diserahkan ke pihak ketiga untuk investigasi pihaknya siap saja.
"Kita hanya tidak mau mereka ngotot benar, kita hanya meminta permohonan maaf. Jika bisa diselesaikan dengan komunikasi dan lainnya mungkin sudah lama selesai, kita hanya minta mereka minta maaf bukan minta apa-apa," katanya.

Marthodi menuturkan, jika memang pihak ketiga terus ngotot dengan hasil pemeriksaan mereka maka bukan tidak mungkim pihaknya menuntut melalui jalur hukum. "Kalau mau terus ngotot dan tidak ada titik temu kita tempuh jalur hukum saja, kita hanya perusahaan minta maaf dan menyampaikan kesalahan. Selama ini tidak ada koordinasi dan hanya ngotot benar, semestinya tidak perlu melalui YLKI jika mereka mengajak mediasi baik-baik, toh kita juga tidak minta duit dan tidak ada kepentingan persaingan usaha," bebernya seraya siap melalui jalur pihak ketika melakukan investigasi.
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu