Home » » Kesepakatan Gagal, Warga Bongkar Paksa Peralatan Mesin Air Indospec

Kesepakatan Gagal, Warga Bongkar Paksa Peralatan Mesin Air Indospec

Written By Posmetro Prabu on 25/06/15 | 25.6.15

PRABUMULIH, PP - Pemilik lahan yang kesal lantaran kesepakatan pemindahan mesin penyedot air milik PT Indospec (Perusahaan rekanan PT.Asset 2 Pertamina EP Prabumulih) di Desa Kembang tanduk gagal berbuah pembongkaran paksa dan berujung ke Polres Prabumulih. 

Mesin penyedot air milik PT Indospec yang berada di lahan milik warga Intro Ami Joyo terpaksa dibongkar lantaran menyebabkan sejumlah tanam tumbuh dilahan tersebut mati terendam air. Pasalnya, pihak perusahaan menimbun saluran air sungai di areal perkebunan warga tersebut dengan tujuan agar air tidak mengalir kemana-mana untuk selanjutnya dimanfaatkan oleh pihak PT Indospec sebagai pendingin mesin perusahaan. Sementara penimbunan tersebut mengakibatkan luapan air dan menggenangi tanam tumbuh warga dan akhirnya mati.

Menurut Intro, pihaknya telah beberapa kali menyampaikan keluhannya terhadap pihak Indospec agar mesin air tersebut dipindahkan dari lahannya dan penimbunan saluran air itu dibongkar karna menyebabkan tanam tumbuh disekitarnya banyak yang mati. Namun sejauh ini keluhan tersebut hanya sebatas keluhan yang tidak pernah mendapatkan tanggapan. Dan hingga pada akhirnya pihaknya pun kesal dan terpaksa membongkar paksa peralatan mesin penyedot air tersebut.

"Kami ini wong dusun pak yang dak terti apo-apo. Ini bae kami berani cak ini oleh ado Adek yang bantu. Masalah ini sebenarnyo dah lamo dan tidak pernah sekalipun pihak perusahaan memberikan konpensasi kepada pemilik lahan. Cuman caro wong dusun tadi pengalaman cuman sebatas di dusun inilah. Nah yang terakhir yang bikin dak lemak, pihak Indospec menawari kompensasi mengangkat anak kito begawe diperusahan itu sebagai penjaga mesin air milik perusahaan yang dipermasalahkan ini. Apo di gawe? " ujar Mitro.

Dikatakan, Pembongkaran yang dilakukan oleh pihaknya merupakan bentuk penolakan untuk menghentikan sementara penyedotan air dari lahan warga. Barang Bukti pembongkaran juga langsung dibawa ke Polres Prabumulih dengan tujuan agar kasus tersebut dapat diselesaikan berdasarkan hukum yang berlaku, pungasnya.

Terkait pembongkaran paksa yang dilakukan warga terhadap peralatan mesin penyedot air milik PT Indospec, Humas PT Indospec, Chandra menegaskan keinginan warga untuk meminta kompensasi tetap tidak akan dipenuhi. Pasalnya, dalam menggunakan lahan tersebut menurut Chandara pihaknya tidak merasa melakukan kesalahan apapun.

"Kami ini perusahaan rekanan PT Pertamina Asset 2 Prabumulih. Jadi lahan atau wilayah operasional kerja kami merupakan lahan yang dimiliki oleh Pertamina. Nah, setelah mendapatkan pengaduan oleh warga, kami langsung melakukan croschek ke lapangan dan benar bahwa lahan tersebut sudah dibebaskan sejak tahun 1973," bebernya.

Pengguna lahan tersebut, lanjut Chandra bukan hanya perusahaannya. Tapi sudah ada 3 perusahaan KSO yang sebelumnya juga beroperasi di wilayah tersebut antara lain PT Haski, Ubep dan Titis Sampurna. "Kalau kami baru menggunakan lahan tersebut pada tahun 2013," ungkapnya seraya membantah apabila beroperasinya pompa tersebut dengan cara illegal.

Terpisah, Kapolres Prabumulih, AKBP Arief Adiharsa SIK MTCP melalui Wakapolres Prabumulih, Kompol FX Irwan Arianto SIK MH ketika dikonfirmasi mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait hal tersebut. "Kami masih mendalami hal ini, sejauh ini kami masih memintai keterangan terhadap pihak yang mengklaim lahan tersebut sebagai milik mereka,” pungkasnya
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu