Home » » Tergiur Harga Murah, Warga Karang Raja ini Didakwa Sebagai Penadah

Tergiur Harga Murah, Warga Karang Raja ini Didakwa Sebagai Penadah

Written By Posmetro Prabu on 06/05/15 | 6.5.15

PRABUMULIH, PP - Gara-gara tergiur dengan harga velg mobil yang murah, Barko Prima Arisandi (24), warga Jalan Bukit Lebar RT 05 RW 05 Kelurahan Karang Raja Kecamatan Prabumulih Timur, harus berurusan dengan hukum. Dirinya didakwa sebagai penadah karena membeli empat buah velg hasil curian.

Barko Prima Arisandi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Dwi Hastuti SH sebagai terdakwa dalam sidang pertama di Pengadilan Negeri (PN), siang tadi Rabu (6/5). Ia didakwa melakukan perbuatan tindak pidana penadahan sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 480 ke 1 KUHPidana.

Terungkap di persidangan yang dipimpin Majelis hakim Aline Oktavia Kurnia SH MKn didampingi hakim anggota Candra Ramadhani SH dan Refi Damayanti SH, bermula pada Kamis (19/2) lalu, Julisman dan Edi Saputra (diajukan penuntutan terpisah), menawarkan kepada terdakwa untuk membeli empat buah velg mobil Toyota warna abu-abu seharga Rp 800 ribu yang dicuri dari gudang rumah Hermawan Saputra di Jalan Nusa Indah, komplek Pertamina, Kelurahan Muntang Tapus, Prabumulih Barat.

Mendengar penawaran tersebut, maka terdakwa mencoba menawar Rp 500 ribu, namun saat itu tawaran terdakwa tersebut sempat ditolak Julisman dan Edi Saputra. "Kemudian keduanya pulang untuk mengambil empat buah velg tersebut dan membawa kerumah terdakwa dengan kesepakatan bahwa pada malam harinya terdakwa datang kerumah Julisman membawa uangnya setelah terdakwa berhasil menjualnya," ujar JPU membacakan dakwaannya.

Diterangkan dalam dakwaan itu pula, bahwa pada Jumat (20/5) pukul 09.00 WIB, terdakwa berhasil menjual empat buah velg tersebut kepada saksi M Hakiki seharga Rp 1.100.000, kemudian terdakwa pun pergi mendatangi Julisman dan Edi yang langsung memberikan uang sebesar Rp 500 ribu yang telah disepakati itu.

"Sedangkan sisanya sebesar Rp 600 ribu merupakan keuntungan terdakwa dan uang tersebut telah habis digunakan oleh terdakwa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari," kata Dwi.

Atas ulah terdakwa tersebut, sambung JPU, pria yang pendidikannya hanya sampai kelas 3 SMP ini pun dinilai terlibat melakukan perbuatan tindak pidana penadahan yang diancam hukuman pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 480 ayat 1 KUHPidana. "Akibat perbuatan terdakwa, korban Hermawan Saputra menderita kerugian sebesar Rp 20 juta," sambung JPU.

Usai dakwaan itu dibacakan, Majelis hakim memerintahkan kepada JPU untuk kembali menghadirkan terdakwa dan saksi-saksi dalam pembuktian atas perbuatan yang dilakukan terdakwa dalam sidang selanjutnya dengan agenda pemeriksaan saksi yang direncanakan kembali digelar pada Rabu (13/5) mendatang. (pp/tyo)
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu