Home » » Ketika Maling Tunjukkan Sikap Ksatria

Ketika Maling Tunjukkan Sikap Ksatria

Written By Posmetro Prabu on 01/04/15 | 1.4.15

PRABUMULIH, PP - Setelah buron selama tujuh bulan, akhirnya kemarin (30/3), Bandi (35), warga Dusun 4 Desa Pangkul Kecamatan Cambai, yang merupakan pelaku pencurian sepeda motor Honda Beat warna biru milik Zubaidah, warga Desa Pangkul Kecamatan Cambai menyerahkan diri ke Mapolsek Cambai.

Bandi yang selama pelariannya bersembunyi di wilayah Muara Bungo, Jambi tersebut didampingi pihak keluarga langsung diserahkan kepada petugas untuk dilakukan penahanan.

Diceritakan Bandi, kejadian pencurian tersebut berawal saat dirinya hendak pergi ke kebun untuk menyadap karet. Di tengah jalan, dirinya melihat sebuah sepeda motor Honda Beat warna biru terparkir di halaman rumah.

"Kondisinya saat itu kuncinya sedang tertempel di kontak. Langsung saja saya bawa motor tersebut," ujar Bandi seraya mengatakan kejadian tersebut terjadi pada Senin pagi (1/9) sekitar pukul 07.00 WIB.

Bandi mengatakan setelah berhasil membawa sepeda motor dari kampungnya tersebut, dirinya kebingungan menjual hasil curiannya itu. Dirinya pun kemudian membawa motor ke kawasan Muara Enim tepatnya di terminal. 

"Sampai di Muara Enim, saya tawarkan kepada tukang ojek yang ada di sana. Kemudian laku Rp 1,5 juta. Dengan uang itulah saya kabur ke Muara Bungo dengan naik kereta api menuju Lubuk Linggau. Disambung lagi dengan travel," ungkapnya.

Hingga akhirnya ia pun memutuskan untuk menyerahkan diri ke pihak kepolisian karena terus dihantui rasa bersalah. "Saya baru sekali itulah maling. Niatnya tadi saya mau ganti motor itu kalau uang sudah terkumpul. Tapi karena pemilik motor tidak mau diganti, akhirnya saya menyerahkan diri," tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Prabumulih, AKBP Denny Yono Putro SIk melalui Kapolsek Cambai, Ipda A. Firman SH mengatakan kejadian pencurian tersebut telah dilaporkan korban melalui LP/B/IX/2014/Sumsel/Sumsel tertanggal 1 September 2014. 

"Tersangka pun sudah menyerahkan diri. Atas perbuatannya, tersangka bisa dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman kurungan penjara selama 7 tahun penjara," pungkasnya.


Meski ancaman hukuman kurungan penjara selama 7 tahun bakal menjeratnya, namun Bandi (35), pelaku pencurian sepeda motor, tak ragu untuk menyerahkan diri guna mempertanggung jawabkan perbuatannya. Apa yang mendorong buruh tani tersebut hingga mau menyerahkan diri?

Pencurian motor Honda Beat warna biru milik Zubaidah, warga Desa Pangkul Kecamatan Cambai yang dilakukan Bandi bisa dikatakan sudah aman. Tujuh bulan sudah, Bandi berhasil menghilang dari kejaran petugas maupun pemilik motor.

Tapi karena tidak memiliki mental penjahat, Bandi yang terus dihantui rasa bersalah akan perbuatannya memilih untuk menyerahkan diri. Apalagi, pemilik bengkel tempatnya bekerja terus menyusupi sedikit demi sedikit keteduhan rohani jiwanya dengan mengajak Bandi untuk beribadah.

"Selama pelarian saya kerja di benkel mobil. Tahun 2008 lalu memang saya kerja di sana. Tapi sudah berhenti kerja sejak tahun 2011. Baru 7 bulan lalu saya balik lagi ke sana. Di sanalah, kesadaran saya mulai muncul bahwa apa yang saya lakukan ini salah," ungkapnya seraya mengatakan upah yang diterimanya hanya sebesar Rp 700 ribu per bulannya.

Jeratan hutang sebanyak Rp 1 juta akibat kebiasaannya berjudi dadu guncang menjadi penyebab dirinya nekat untuk membawa kabur motor Zubaidah yang notabene masih tetangganya itu.

"Awalnya uang penjualan motor mau saya pakai bayar hutang. Tapi, saya juga tidak bisa kembali ke rumah sebab tetangga ada yang lihat saya bawa motor itu," terangnya.

Pria yang hanya mengenyam pendidikan sampai kelas tiga Sekolah Dasar ini mengaku siap untuk menjalani hukuman selama apapun agar kesalahannya dapat ditebus. "Mau selama apapun saya terima. Asalkan saya dapat hidup tenang setelahnya. Saya ngaku, saya memang salah. Jadi saya siap menjalaninya," cetusnya.

Sikap yang dimiliki oleh Bandi ini tentunya harus menjadi contoh bagi semua orang. Berpendidikan rendah, dihimpit kesulitan ekonomi namun kondisi itu tidak pernah memadamkan sifat ksatria Bandi dengan berani mengakui serta mempertanggungjawabkan kejahatan yang telah dilakukannya.

Sikap yang tidak dimiliki oleh pelaku tindak kejahatan manapun termasuk perampok uang negara yang memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi.

Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu