Home » » Tukar Guling Jalan Sudirman Pembodohan Publik Atau Kepentingan Politik?

Tukar Guling Jalan Sudirman Pembodohan Publik Atau Kepentingan Politik?

Written By Posmetro Prabu on 02/03/15 | 2.3.15

PRABUMULIH, PP - Lama tak terdengar perkembangan ruislag (tukar guling - red) Jalan Sudirman dengan Jalan Lingkar Kota Prabumulih. Ternyata hingga sampai detik ini, proses pengajuan ruislag Jalan Sudirman dari jalan negara menjadi jalan Kota masih simpang siur.

September 2014 silam dengan tegas Kepala Dinas PU Kota Prabumulih mengungkapkan bahwa Oktober 2014 Jalan Sudirman resmi Jadi milik Pemkot Prabumulih. Oktober pun berlalu Status jalan sudirman kian Buntu. Kadin PU Berdalih ada keterlambatan. Pengajuan permohonan tukar guling aset ke kementrian Republik Indonesia sangat banyak. Sementara Pintu masuk berkas pengajuan alih status aset atau tukar guling aset daerah dibuka hanya lima tahun sekali. Ardi menegaskan November 2014 Ruislag Jalan Sudirman kemungkinan sudah mendapat persetujuan, ujarnya.

September 2014 lewat, November apalagi!. Hingga Maret 2015 tukar guling jalan Sudirman Jalan Lingkar masih abu-abu. "Ini pembodohan publik atau kepentingan Politik? ujar warga Prabumulih setengah bertanya menanggapi lambannya kinerja Pemerintah melakukan negoisiasi Ruislag Jalan.

Mengapa tidak, anggaran sebesar Rp.25.000.000.000 (duapuluh lima ribu juta rupiah) harus terbuang begitu saja untuk biaya pelebaran jalan Sudirman yang saat ini statusnya masih belum jelas. Sementara sebahagian jalan sudah mengalami kerusakan lantaran dijadikan tempat parkir oleh Truk Batubara dengan tonase berlebih. Lantas bagaimana pertanggungjawaban Pemerintah Kota Prabumulih terhadap kucuran anggaran untuk biaya pelebaran jalan Sudirman sementara statusnya kini belum jelas?

Sayangnya pertanyaan ini tidak sempat dijawab oleh BPK Propinsi Sumsel saat menggelar Road Show di Kota Prabumulih. BPKP buru-buru meninggalkan wartawan deangan alasan waktu yang terbatas. Sementara soal keterlambatan alih status Jalan Lingkar ini juga disesalkan oleh Anggota Parlemen Kota Prabumulih. 

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Prabumulih Hartono Hamid (Om Ton) dalam kasus ini mengaku sangat kecewa dengan alotnya proses penyelesaian tukar guling Jalan Sudirman ke Jalan Lingkar, mengingat alih status tersebut sangat diharapkan sebagai solusi mengatasi kemacetan dan kerusakan di Jalan Jenderal Sudirman yang selama ini sering terjadi.

"Jika memang nantinya gagal alih status jalan tersebut, kita dari Komisi III sangat menyayangkan. Tak hanya kita, tentunya warga juga begitu, mengingat banyaknya truk angkutan yang melintas selain menyebabkan kemacetan juga dapat mengakibatkan kecelakaan," ungkapnya, Senin (2/3).

Dengan dilakukan alih status kedua jalan tersebut, lanjut Om Ton setidaknya juga dapat memaksimalkan fungsi Terminal Talang Jimar yang terletak di jalan lingkar. Sebab lanjutnya, tujuan Terminal dibangun untuk peruntukkan angkutan luar kota. Dengan alih status tentunya dapat menghidupkan fungsi terminal yang sudah terlebih dahulu dibangung, ujarnya.

Untuk itu, Om Ton mendesak Pemerintah Kota Prabumulih dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk jemput bola dan melakukan lobi lobi agar proses alih status jalan tersebut bisa terealisasi dengan cepat sesuai dengan yang diharapkan. 
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu