Home » » Ferdiansyah : Bersyukur Punya Orang Tua Miskin

Ferdiansyah : Bersyukur Punya Orang Tua Miskin

Written By Posmetro Prabu on 28/02/15 | 28.2.15

PRABUMULIH, PP - Bagi Ferdiansyah Nasib bukanlah soal kesempatan Namun lebih daripada itu nasib adalah soal pilihan. Artinya, Nasib bukanlah sesuatu yang harus ditunggu, akan tetapi sesuatu yang harus dicapai. 

Demikian Kepala Bagian (Kabag) Keuangan Pemerintah Kota Prabumulih ini membuka pembicaraan dengan posmetroprabu.com soal pengalaman hidupnya sebelum menjadi pejabat seperti sekarang ini.

Empat puluh tahun lalu adalah hari terberat yang pernah ada dalam hidup Ferdianyah. Terlahir dari keluarga miskin memaksa Ferdi harus bekerja untuk menutupi kebutuhan hidup dan sekolahnya saat berusia sekolah dasar (SD). 

Ferdi adalah sosok yang sangat mencintai Keluarga. Baginya Keluarga lebih dari segalanya terlebih kedua orang tuanya. Oleh karna itu tak pernah sepatah kata pun ia membantah perintah orangtua, baginya orangtua adalah jantung kehidupannya. 

Terlahir dari keluarga miskin tidak membuat Ferdi putus asa terhadap cita-citanya. Justru kemiskinan menjadi semangat baginya untuk meraih impiannya. Demi membahagiakan orang tua ia belajar sungguh-sungguh. Baginya mungkin hanya dengan prestasi sekolah yang bisa membahagiakan kedua orang tuanya. 

Maka jika Ferdi berpapasan dengan seorang anak kecil sedang memulung saat ini, ia tidak terlalu iba. Sebab ia dulu sudah pernah mengalami hal demikian. Saat itu Ferdi masih SD. Ia terpaksa harus bekerja untuk mentupi kebutuhan sekolahnya dengan membersihkan daun bawang di Pasar Inpres Kota Prabumulih.

Demi mendapatkan rupiah Ferdi mengaku harus terbangun dari tidurnya sekitar jam 04.00 WIB lalu berangkat ke pasar. Di pasar sebelum berangkat sekolah ia bekerja upahan membersihkan daun bawang. Yang pasti segala pekerjaan kasar telah pernah ia alami saat masa kecil dulu. Bahkan pekerjaan rumah seperti memasak, menyabun dan sebagainya ia sangat paham betul.

"Intinya saya sangat bersyukur memiliki orangtua yang miskin. Kemiskinan memaksa saya harus bekerja ekstra untuk mewujudakan cita-cita saya. Jika saya dilahirkan dari keluarga berada, mungkin saya tidak seperti ini. Karna tidak sedikit teman-teman sekolah saya yang tergolong orang berada belum memiliki pekerjaan tetap meski sebahagian dari mereka banyak juga yang berhasil" ujar Ferdi.

Menutup pembicaraan, Ferdi mengungkapkan bahwa nasib atau takdir merupakan hasil dari tindakan dan usaha. Sebab tidak ada manusia yang bisa mengetahui masa depan. Jangan sesekali bergantung pada nasib. Mari memahami pentingnya kejujuran dan kerja keras. Seperti kata pepatah, kerja adalah bagian dari doa. Kerja keras yang disertai kecerdasan dan ketulusan akan menghasilkan sukses di berbagai bidang.
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu