Home » » Di Dusun Diperkosa Mamang. Ngadu ke Ayah Bukannya Nolong, eh Malah Melok Merkosa Pulo

Di Dusun Diperkosa Mamang. Ngadu ke Ayah Bukannya Nolong, eh Malah Melok Merkosa Pulo

Written By Posmetro Prabu on 27/02/15 | 27.2.15

PALEMBANG, PP - Malang dialami JF gadis belia yang baru berusia 14 tahun ini. Dirinya terpaksa menjual diri kepada para tukang ojek di kawasan bawah Ampera Palembang, lantaran tak memiliki uang untuk makan, usai melarikan diri dari rumah bordir di kawasan Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

JF sendiri, berhasil diselamatkan para pedagang di kawasan Ampera, Palembang, lantaran terdampar lemas usai diperkosa beramai-ramai oleh para pemuda penikmat lem Aibon, Jumat (27/2).

Mengetahui sudah menjadi korban pemerkosaan, para pedagang langsung mengantarkan JF ke Polresta Palembang untuk mendapatkan perlindungan.

Dengan muka pucat tertunduk, JF warga asal Desa Batu Putih, Kota Baturaja, Kabupaten OKU Sumsel  ini menceritakan kedatangannya ke Palembang, untuk mencari ayahnya bernama Umar (40).

Pasalnya, selama di desa, rupanya JF dipaksa pamannya Wahyu untuk melayani nafsu bejat sang paman. Bermodalkan uang Rp 20 ribu, JF datang ke Palembang menemui sang ayah.

Di tengah perjalanan, JF terlintas untuk mampir bertemu temannya dikawasan Kabupaten Ogan Ilir (OI) tepatnya timbangan 32 untuk meminta pertolongan, karena kehabisan uang.

Namun, ketika berada disana temannya itu tak kunjung datang. Hingga dia bertemu seorang anggota TNI berinisial YM.

YM dan JF akhirnya berkenalan, hingga diapun ditawarkan suatu pekerjaan. Lagi-lagi JF bukan mendapatkan pekerjaan, layak, melainkan dia dijual ke rumah Boridir dikawasan Ogan Ilir (OI).

"Sebelumnya saya diperkosa oleh YM. Usai itu, saya dibawa ke rumah bordir di OI kepada germo," tutur JF kepada wartawan.

Selama di rumah bordir, dalam satu hari dia dipaksa melayani 5 pria hidung belang dengan tarif Rp 120 ribu.

"Uangnya saya buat makan dan simpan, Rp 20 ribu untuk jatah germo. Katanya untuk bayar sewa kamar," bebernya lagi.

Tak tahan diperlakukan seperti itu, JF kembali kabur dari germo, Selasa 24 Febaruari 2015, sekitar pukul pukul 19.30, menuju ke Palembang, dengan menumpangi bus.

Setelah sampai di Palembang, ia diturunkan di bawah Jembatan Ampera oleh sopir, JF yang tidak tahu harus kemana lagi, akhirnya bermalam disana. Tak lama, diapun akhirnya bertemu sang ayah.

Bukannya mendapatkan perlindungan dari Ayahnya, JF malah diperkosa ayah kandungnya tersebut selama satu pekan terakhir.

"Awalnya, saya sangat senang bertemu ayah. Tetapi, satu malam bertemu saya malah dipaksa untuk melayani ayah. Saya sudah bingung mau lari kemana lagi," ujar JF menangis haru.

Mendapatkan perilaku itulah akhirnya JF lari dari rumah ayahnya, hingga ditemukan dibawah jembatan Ampera.

"Disana, saya habis uang. Jadi terpaksa jual diri dengan tukang ojek. Saya hanya dikasih duit Rp 15 ribu, sekali kencan," jelasnya.

Kepala Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia (KPAID) Palembang, Adi Sangadi yang mendampingi korban kepada Rakyat Merdeka Online Sumsel menjelaskan, kini JF dibawa ke Polisi untuk mendapatkan perlindungan.

"Karena JF sudah tidak mau pulang ke rumah keluarganya lantaran selalu menjadi pemerkosaan. Sekarang dia kita bawa ke sini untuk mendapatkan perlindunga. Selanjutnya akan dibawa ke Dinas Sosial," jelas Adi.

Kasat Reksrim Polresta Palembang, Kompol Suryadi menuturkan, kini pihaknya masih menunggu laporan dari KPAID untuk kasus perdagangan anak tersebut.

"Sejauh ini korban masih meminta perlindungan. Karena kejadiannya terlalu banyak diluar Palembang, sekarang masih dikoordinasikan dahulu," singkat Suryadi. (rmol)
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu