Home » » Dewan Desak Diskoperindag Turun ke Lapangan

Dewan Desak Diskoperindag Turun ke Lapangan

Written By Posmetro Prabu on 01/02/15 | 2/01/2015

PRABUMULIH, PP - Meski informasi adanya temuan bakteri berbahaya pada buah apel impor asal Amerika yang juga beredar di Kota Prabumulih yang tidak mendapatkan tanggapan seris dari pemerintah Kota, membuat Anggota DPRD Kota Prabumulih turut prihatin dan angkat bicara. Politisi Partai PKB Adi Susanto SE dari Komisi III DPRD Prabumulih mendesak pemerintah pusat untuk menghentikan peredaran buah impor yang disinyalir berbahaya bagi kesehatan.

Selain itu, Politikus pecinta olahraga Motocross ini juga mendesak Pemerintah Kota Prabumulih turun ke lapangan  untuk menarik apel tersebut dari peredaran agar tidak sampai kepada konsumen. Bahkan ia juga sangat menyesalkan lambannya kinerja Dinas terkait seperti Diskoperindag Kota Prabumulih menangani permasalahan Apel Berbakteri ini.

Padahal lanjutnya informasi soal bakteri berbahaya pada apel sudah lama tersebar baik di televisi, media cetak, online dan sosial media. Bahkan lanjut Adi, YLKI Prabumulih juga sudah menyoroti masalah ini. 

"Semestinya kalau apel impor tersebut sudah terindikasi mengandung bakteri apalagi sudah banyak diberitakan oleh sejumlah media baik media massa maupun elektronik, seharusnya Diskoperindag turun ke lapangan melakukan razia ke toko-toko untuk mengamankan apel impor tersebut. Jangan tunggu sampai ada korban baru sibuk" tegasnya, Sabtu (31/1).

Hal senada juga disampaikan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Kota Prabumulih. YLKI menilai kinerja pemerintah Kota Prabumulih dalam hal ini Dinas Perindustrian dan perdagangan Kota Prabumulih sangat lamban dan kurang informatif dalam menanggapai kasus  apel yang diduga mengandung bakteri Listeria monocytogenes.

Pasalnya, info terkait apel yang mengandung bakteritelah dikeluarkan Bpom Amerika 19 Januari yang lalu, namun hingga saat ini belum ada tindakan Disperindag terhadap kasus ini. Hal ini diungkapkan Ketua YLKI Prabumulih, Sony Suharno SH saat dibincangi Posmetro prabu diruang kerjanya kemarin.

"Seharusnya pemerintah cepat tanggap dalam kasus ini. Untuk penyetopan barang impor itu untuk jangka panjang, namun yang dibutuhkan masyarakat saat ini hanya informasi yang akurat, misalnya jenis produk apa yang dilarang, bentuknya seperti apa, mereknya dan jenisnya. Hal inilah yang hingga saat ini belum dilakukan pemerintah."ujar Sony. (pp/01)
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu