Home » , » Ratusan KK Warga Lembak Mengungsi Diterjang Banjir

Ratusan KK Warga Lembak Mengungsi Diterjang Banjir

Written By Posmetro Prabu on 23/12/14 | 12/23/2014

LEMBAK, PP - Hujan deras selama lebih kurang delapan jam yang mengguyur Desa Lembak Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim  Jumat ( 19/12) menyebabkan 100   kk harus mengungsi ke rumah kerabat mereka. Pasalnya, akibat hujan deras yang mengakibatkan banjir bandeng  tersebut tempat tinggal mereka terendam air setinggi hingga satu meter.

Tak hanya itu, akibat kejadian tersebut aktifitas perekonomian warga sempat lumpuh selama sehari  karena tidak dapat bekerja atau menyadap karet tetapi  harus membersihkan rumah mereka dari lumpur dan sampah  sisa-sisa banjir.

Pantauan di lapangan, luapan air hujan hingga Sabtu  (20/12) masih menggenangi rumah warga yang berada di Kampung 1,2 dan 3 Desa Lembak Kecamatan Lembak. Bahkan, luapan air sempat merambat hingga ke badan jalan Prabumulih-Palembang  yang menyebabkan kemacetan panjang. Saking tingginya luapan air, beberapa kendaraan bermotor roda 2 mengalami mati mesin ketika melintasi jalan. Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama karena air berangsur angsur  mulai surut .

Sementara, luapan air masih terlihat di pemukiman  beberapa warga,  anak kecil malah asyik bermain dengan luapan air yang menggenangi  halaman rumah  mereka.

Salah seorang warga, Rizal (45) ) mengatakan banjir yang melanda kampung mereka diperkirakan  mulai terjadi    pukul 02.00 WIB. "Hujan mulai turun  sekitar pukul 22.00 WIB. Tapi luapan air mulai menggenangi  rumah  sekitar pukul 02.00 WIB," ungkap Rizal  saat ditemui di rumahnya Sabtu (20/12).

Pengurus FKPKG   itu  mengatakan akibat banjir tersebut, banyak warga yang mengalami kerugian  karena  perabotan rumah  terendam  air. "Alat elektronik yang terendam seperti . Kulkas, TV, baju serta perabotan yang lain . Ditaksir kerugian mencapai puluhan juta rupiah ," terangnya.

, Jono  (50 ), warga Kampung 3 Desa Lembak Kecamatan Lembak yang jadi korban banjir mengaku  sejumlah perabotan yang dimiliki dia  juga mengalami kerusakan akibat terendam  air. ". Perabotan  serta pakaian saya, istri dan anak ada yang terbawa arus sungai  ," tuturnya.

Menurut Jono , banjir yang melanda kampung mereka sebenarnya sudah sering terjadi. ,  Sabtu malam lalu instensitas hujannya  terlalu tinggi, hingga mencapai 6 jam  . "Semalam adalah yang terparah sejak 3 tahun terakhir. Sebelumnya, banjir memang sering, tapi tidak sampai masuk ke dalam rumah warga dan badan jalan," ujarnya.

Jono  menyebutkan bahwa asal muasal banjir akibat luapan sungai Cekden atau beton  yang ada di tengah kampung mereka. "Gorong-gorong yang ada di bawah jalan. Negara menurut dia  sudah terlalu sempit dan tidak mampu lagi memperlancar arus air yang datang dari hulu sungai .Ditambah lagi , di hulu sungai banyak  sampah . Sehingga aliran air menjadi terhambat dan terjadilah banjir seperti ini," tukasnya.

Warga setempat  Jumyadi  mengatakan beberapa tetangganya banyak memilih mengungsi ke rumah kerabatnya karena takut datang  banjir susulan  . "Banyak yang mengungsi ke rumah kerabat terdekat.Tetapi  adapula  yang memilih tetap bertahan karena takut rumah didatangi penjahat yang memanfaatkan banjir untuk berbuat jahat  ," tuturnya.

Pihaknya berharap agar pemda setempat dapat memberikan solusi yang tepat agar banjir serupa tidak terjadi lagi. "Kalau begini terus, kami akan terus dihantui oleh ancaman banjir   Kita mohon bantuan dari pemerintah setempat serta memberikan solosi dengan cara melakukan  normalisasi sungai seperti yang dilakukan Pemkot Prabumulih agar langganan banjir  Selama ini tidak terus terjadi ,  harap dia   seraya mengatakan akibat bencana tersebut dirinya tidak bisa pergi ke kebun karena harus mengurus rumah yang terendam air.

Sementara itu, Kades Lembak  , Ewin , mengaku sudah terjun ke lokasi banjir sejak tadi malam dan melaporkannya ke camat kemudian camat melapor ke Bupati Muara Enim. " Kalau untuk korban jiwa tidak ada. Data yang sudah kita kumpulkan sebanyak 100 kk rumahnya terendam air," tukasnya.

Terkait dengan banjir yang terjadi di Desa Lembak, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muara Enim, Drs Sastro Alimanuddin membenarkan adanya laporan terjadi banjir. Menurut Sastro, banjir tersebut terjadi karena pengaruh hujan yang turun deras. "Semalam kita menerima informasi banjir di Lembak. Tapi kini sudah berangsur surut, dan tidak sampai mengganggu aktivitas warga. Kita himbau warga tetap siaga," katanya.

Kadinsos Muara Enim, Teguh Jaya mengatakan, banjir yang terjadi di Desa Lembak merendam jalan nasional  sedalam sekitar 50  cm. Sedangkan ketinggian banjir di rumah warga sempat mencapai sekitar 1 meter. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. "Anggota Tagana sudah turun di lokasi. Ada sekitar 91  rumah warga yang terendam banjir, kini sudah berangsur surut, dan tetap dipantau," terangnya.

Apakah ada bantuan yang diberikan kepada warga yang menjadi korban banjir ? Menurut Teguh, banjir yang terjadi tersebut tidak sampai mengganggu aktivitas warga. "Memang sampai saat ini kita belum mempertimbangkan untuk memberikan bantuan kepada warga yang rumahnya kebanjiran, karena banjir sudah mulai surut dan tidak sampai mengangggu aktivitas warga," pungkasnya.(pp/sd)
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu