Home » , » Pelebaran Jalan Sudirman Untuk Kepentingan Truk Batubara?

Pelebaran Jalan Sudirman Untuk Kepentingan Truk Batubara?

Written By Posmetro Prabu on 17/12/14 | 17.12.14

PRABUMULIH, PP - Proses tukar guling/ruilslag jalan Sudirman ke Jalan Lingkar tampaknya kembali molor. Dimana sebelumnya Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Prabumulih Ir Ardi Supratman mengatakan jika November 2014 Jalan Sudirman resmi dikelola oleh Pemko Prabumulih. Janji itupun kini hanya tinggal janji, kenyamanan jalan sudirman yang diharapkan hanya mimpi.

November sudah berlalu dan Desember 2014 tinggal menghitung hari akan segera berakhir sementara kepastian akan kenyamanan warga dari tekanan dan bayang-bayang truk batubara entah sampai kapan akan berlalu. Proyek pelebaran jalan sudirman yang diklaim telah mendapatkan restu Pusat untuk di kelola pemerintah Kota kini tinggal serahterima. Proses ruislag Jalan Sudirman - Jalan Lingkar pun kini dipertanyakan.

Lambannya kinerja pemerintah Kota dalam pengurusan permohonan ruislag ke Kementrian PU kini menjadi pertanyaan warga dan menyebut proyek pelebaran jalan sudirman dilakukan hanya untuk kepentingan truk batubara. Selain itu, muncul pula pertanyaan jika dana pelebaran jalan Sudirman berasal dari duit haram tambang Batubara.  Atau jangan-jangan ruislag jalan Sudirman-Jalan Lingkar yang didengung-dengungkan Pemko Prabumulih hanya akal-akalan semata untuk memuluskan pelaksanaan Proyek Pelebaran Jalan Sudirman yang menelan dana Rp 25.225.577.000.

Lantas apa masalahnya hingga saat ini proses tukar guling/ruislag jalan sudirman - Jalan Lingkar belum juga mendapat jawaban pasti?

Pemerintah Kota Prabumulih melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Prabumulih Ir Ardi Supratman menyebutkan bahwa meski persetujuan ruislag Jalan Sudirman - Jalan Lingkar belum mendapatkan persetujuan dari Kementrian PU hal itu tidak menjadi masalah pada proyek pembangunan pelebaran jalan Sudirman.

"Tidak masalah meskipun Kementrian PU belum memberikan persetujuan pada permohonan ruislag yang kita ajukan juga pada pelaksanaan proyek pelebaran jalan sudirman yang nota bene masih berstatus Jalan Negara. Sebab Pemko Prabumulih telah mengantongi izin Balai Besar Jalan Nasional Wilayah III Palembang" ujar Ardi Supratman.

Soal permasalahan keterlambatan persetujuan ruislag, Ardi mengungkapkan bahwa di kementrian PU saat ini banyak menerima permohonan ruilslag/tukar guling aset Daerah dari kabupaten Kota maupun Propinsi di seluruh Indonesia. Sementra kran Ruislag dibuka hanya sekali lima tahun. 

Sementara itu, proyek pelebaran jalan sudirman yang sudah rampung dikerjakan oleh Kontraktor pelaksana kini dimanfaatkan oleh truk angkutan batubara dan angkutan alat berat sebagai lahan parkir sementara istirahat makan atau sekedar menunggu waktu. Ditakutkan, beban muatan kenderaan yang tidak sebanding dengan kualitas jalan menyebabkan bangunan tidak akan bertahan lama. (pp/red)
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu