Home » , » Buruh Dan Kapitalisme

Buruh Dan Kapitalisme

Written By Posmetro Prabu on 18/12/14 | 12/18/2014

Oleh : Claudia Juaneta Shahnaz
Mahasiswi Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP UNDIP 2013


Kapitalisme adalah suatu kata yang tak asing kita dengar saat ini, tapi taukah anda apa pengertian Kapitalisme dan apa saja dampaknya bagi kehidupan masyarakat? Kapitalisme ialah sistem perekonomian yang menekankan peran kapital (modal), dalam kapitalisme peran Swasta lebih dominan dalam perdagangan, industri dan alat-alat produksi untuk meningkatkan keuntungan dalam ekonomi pasar. 

Selain pengertian diatas terdapat sebuah teori tentang kapitalisme yang dicetuskan oleh Herbert Marcuse dalam One Dimensional Man (1991) "Kapitalisme, yang didorong oleh teknologi, telah mengembang untuk mengisi semua ruang sosial kita, telah menjadi suatu semesta politis serta psikologis. Kekuasaan totalitarian ini mempertahankan hegemoninya dengan merampas fungsi kritisnya dari semua oposisi, yaitu kemampuannya berpikir negatif mengenai system dan dengan memaksakan kebutuhan-kebutuhan palsu melalui iklan, kendali pasar, dan media. Maka, kebebasan itu sendiri menjadi alat dominasi, dan akal menyembunyikan sisi gelap irasionalitas” 

Dari pendapat Marcus dalam bukunya tersebut, kita dapat melihat suatu pandangan dari seorang Tokoh politik terkenal bahwa masyarakat industri yang merupakan hasil dari kapitalisme adalah masyarakat yang tidak sehat karena hanya bertumpu pada satu poros saja yakni keberlangsangan dan peningkatan system kapitalisme. 

Marcus juga menggambarkan kehidupan masyarakat industry pada dasarnya tidak akan pernah terlepas dari suatu tekanan karena pada dasarnya masyarakat yang dihasilkan oleh kapitalis tidak terlepas dari penguasaan, penindasan dan pengaturan secara menyeluruh.

Kapitalisme di Indonesia telah membuat berbagai dampak dalam masyarakat, dampak yang sangat terlihat adalah berkembangannya pemikiran masyarakat untuk lebih menikmati barang-barang hasil dari ekonomi kapitalis yang memang rata-rata  menyuguhkan suatu kemudahan dan keinstanan yang memang sangat cocok untuk perkembangan pada zaman modern seperti ini.

Pemikiran masyarakat seperti itu membuat Pihak swasta yang notabene memegang peran dalam kapitalis lebih berusaha meningkatkan suatu produk yang dinikmati oleh masyarakat tersebut.

Untuk meningkatkan hasil produksi banyak perusahaan merekrut buruh untuk lebih meningkatkan hasil produksinya tetapi kenyataannya banyak perusahaan dari pihak swasta ini yang mengenyampingkan nasib dan kesejahteraan buruh padahal peran buruh dalam memproduksi produk merupakan suatu penyangga penting dalam perusahaan itu sendiri. 

Para kapitalis senantiasa berusaha mengejar keuntungan lebih dari 100% atau lebih dari total biaya produksi. Kaum buruh tidak mendapat bagian dari keuntungan karena mereka dipisahkan (diasingkan) dari hasil kerjanya tersebut.

Ketidaksejahteraan buruh itu dapat dilihat dari banyaknya aksi unjuk rasa buruh di Indonesia. Salah satu contohnya adalah demo buruh yang pernah terjadi untuk menuntut salah satu perusahaan yang merupakan perusahaan internasional yang memproduksi farmasi, suplemen, nutrisi dan layanan kesehatan.

Dalam demonstrasinya buruh perusahaan menuntut peningkatan kesejahteraan dan meminta perusahaan menghapuskan sistem kerja kontrak dan outsourcing serta menghapus sistem kerja tanpa lembur. Karna pada perinsipnya Perusahaan menggunakan sistem flexy, yaitu kerja di akhir pekan tidak dihitung lembur, tetapi dianggap bekerja di hari biasa dan hal itu tidak sesuai dengan perjanjian kerja bersama.

Tentunya hal itu sangat tidak berpihak pada kaum buruh dan hanya menguntungkan pihak kapitalis. Dari kasus tersebut dapat kita lihat bahwa memang kapitalisme di Indonesia mulai berkembang cukup pesat, perlu adanya antisipasi dari masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi hal ini.Solusi dalam menghadapi kapitalis untuk masyarakat adalah :

1. Masyarakat harus lebih cermat dalam menerima budaya-budaya kapitalisme yang berkembang,masyarakat seharusnya tidak boleh menerima suatu budaya kapitalisme yang tidak sesuai di masyarakatn Indonesia

2. Masyarakat harus berusaha keras untuk lebih meningkatakan kemampuan SDM yang dimilikinya.

Tidak hanya masyarakat namun Pemerintah juga dalam hal dituntut memperhatikan nasib-nasib dari para korban kapitalisme terutama buruh.

Kebijakan yang harus dilakukan pemerintah untuk menekan jumlah korban Kapitalisme adalah :

1. Pemerintah segera menerbitkan undang-undang yang pro terhadap buruh bukan hanya mengedepankan pihak kapitalis

2. Membatasi perkembangan kapitalis di Indonesia.

Jadi intinya Pemerintah harus lebih berani memberhentikan dan membatasi perkembangan Kapitalisme apabila dianggap tidak memberikan pengaruh yang besar terhadap perekonomian negara terlebih jika menambah beban dalam Negeri.

Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu