Home » » Menilik Pengrajin Batu Akik di Prabumulih

Menilik Pengrajin Batu Akik di Prabumulih

Written By Posmetro Prabu on 04/11/14 | 11/04/2014


PRABUMULIH, PP - Tidak bisa dipungkiri jika batu akik di Kota Prabumulih Sumatera Selatan dalam beberapa hari terakhir ini menjadi pembicaraan. Bahkan tidak hanya di dunia nyata, dunia maya juga dihiasi dengan berbagai macam gambar yang biasa disebut batu cincin ini. Saking hangat dan banyaknya peminat batu akik, pengrajin batu akik juga mulai menjamur di Bumi Seinggok Sepemunyian. Tidak sulit menemukan para pengrajin batu akik di Kota ini. Dari ujung ke ujung di Kota Nanas biasanya counter pengrajin batu akik sangat mudah dikenali. 

Biasanya untuk mengenali pengrajin batu akik tidak begitu sulit. Dimana jika tempatnya di tepi jalan, pengrajin batu akik pasti ramai dikunjungi. Pengunjung lebih didominasi kalangan dewasa dan tidak ketinggalan batu-batu akik hasil olahan biasanya dipajang sebagai daya tarik bagi pengunjung.

Namun tahukah anda jika diantara puluhan pengrajin batu akik di Kota Prabumulih paling banyak didatangi masyarakat luar Kota dimana tempatnya?

Meski belum setenar pengrajin batu mulia dijagat Nusantara namun beberapa warga penggila batu akik dari luar Kota Prabumulih sudah banyak yang mendatangi rumah pria yang biasa disapa Aka ini. Tinggal di kawasan paling ujung Kota Prabumulih yakni simpang Tiga Tugu nanas Kelurahan Patih Galung Prabumulih Utara Kota Prabumulih, Kediaman Aka tidak pernah sepi dari pengunjung. Berbagai jenis batu yang sudah siap pakai tampak tersusun tidak teratur di etalasi kecil miliknya sebagai pajangan untuk menarik minat pengunjung yang ingin membelinya. Bahkan beberapa batu yang belum diolah juga dipajang di sana.

Bahan baku batu akik yang terpajang di etalase sebenarnya tampak biasa saja sebelum diasah atau diolah. Namun berkat tangan dingin Aka, batu-batu tersebut mampu disulap menjadi sebuah kerajinan bernilai tinggi yakni mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. 

Meski masih tergolong anak baru di dunia perbatuan akik, Namun pelanggan Aka jangan ditanya. Mereka yang datang kebanyakan bos besar, dan pejabat. Namun demikian Aka tidak terlalu memikirkan itu karna tidak sedikit juga masyarakat pecinta batu akik di Prabumulih yang datang ke tempatnya untuk sekedar berkunjung, membeli atau minta tolong diasahkan bahan batu ditempatnya. Semua kita layani disini dan bahkan banyak juga pengunjung yang kita beri batu akik secara cuma-cuma, katanya.

Menurut Aka, prose pembuatan batu akik cukup panjang. Biasanya jika dihitung mulai dari pengumpulan batu bisa memakan waktu satu minggu untuk sebuah batu akik. Namun untuk pengolahannya sendiri cukup dengan waktu 1-2 jam saja batu sudah siap dipasarkan. Biasanya bahan baku sebelum diasah di potong dulu sesuai ukuran yang di inginkan. Setelah pembentukan selesai saatnya untuk penghalusan. Dimana dalam proses ini batu diasah sedemikian rupa hingga berbentuk sesuai tekstur yang di inginkan. Proses selanjutnya yaitu pemolesan dengan menggunakan alat pengkilap, proses pemolesan ini dibarengi dengan proses Kinik yaitu proses yang tujuannya untuk menggilapkan batu akik.

Tidak cukup sampai disitu, meski batu sudah tampak mengkilap masih harus diteliti lagi secara keseluruhan untuk melihat bagian batu yang kurang sempurna. Setelah itu proses selanjutnya konsentrasi pada finishing agar hasilnya menarik dan dapat memiliki nilai jual yang tinggi hingga proses akhir yakni pencucian. Maka kemudian batu yang sudah mengkilap tadi dipajang di etalase dengan rapi. Ada batu Ruby, Badar Lumut, Sulaiman, Safir, Pirus, Sipritus, Kecubung, Giok, Baiduri, Tapak Jalak, Badar Besi, Panca Warna dan lain-lain. Anda tinggal datang saja, pilih sesuai selera, tentukan harga, cocok, barang bawa pulang. (pp/01)

Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu