Home » , » Warga Ancam Polisikan Kades Kepur

Warga Ancam Polisikan Kades Kepur

Written By Posmetro Prabu on 09/10/14 | 10/09/2014

Bahrun

MUARA ENIM, PP - Bahrun [60] dan adiknya  Cili [37] yang tercatat sebagai Warga Desa Kepur , Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim memprotes oknum Kepala Desa nya sendiri  yakni Kades Desa Kepur Sumardi  terkait adanya dugaan manipulasi alias tidak transparan soal penetapan harga lahan milik warga yang dijual kepada Pihak Perusahaan.

menurutnya, saat melakukan transaksi pembelian tanah miliknya, Kades dengan cara sepihak menetapkan harga tanah sebesar Rp 35 ribu rupiah dalam tiap meternya, sedangkan keberadaan tanam tumbuh diatas lahan perbatangnya dihargai Rp.2,5 juta. Menurut Bahrum, Kades sangat tidak adil. Dimana harga lahan miliknya justru lebih murah dibanding lahan warga lainnya.

"Iya kami sangat keberatan dan akan mengadukan hal ini. Pasalnya, kami merasa dirugikan dalam transaksi jual beli tanah tersebut dan tidak sesuai dari rencana awal yakni Rp.75 ribu permeternya. Disini jelas ada kong kali kong. Sebelum pembayaran dilakukan, Kades juga pernah menggelar rapat di kediaman Kadus. Dalam Rapat kembali membahas soal harga lahan. Kades kembali menurunkan harga dari Rp,75 ribu menjadi Rp, 60 ribu" ujar Bahrun. 

Dikatakan, Saat itu sah dan tidak ada masalah. Namun yang tidak kita terima saat pembayaran dilakukan kok tidak sesuai dengan harga yang didtetapkan saat rapat dan jika dihitung-hitung dari luas lahan saya 5000 meter ternyata hanya dibayar Rp 35 ribu saja permeternya, ujarnya

Hal senada juga diungkapkan oleh Ciliy [37] adik dari  Bahrun. Menurut Ciliy Kades Kepur diniali tidak adil. Kenapa kepada warga lainya Kades memberikan harga yang tinggi sementara kepada kami diberikan harga yang berbeda dan murah, ujar Ciliy seraya mencontohkan kerabatnya bernama Yanto dan Uni yang diberikan harga ganti rugi tanam tumbuh sebesar Rp.2,5 juta perbatang, sedangkan kami hanya dibayar Rp.2 juta, ujarnya dengan nada kesal.

sementara informasi yang dapat dihimpun, harga yang ditetapkan oleh perusahaan pada tanam tumbuh yang ada diatas lahan milik warga dihargai sebesar Rp.3 juta perbatangnya sementara untuk lahan sendiri ditetapkan dengan harga Rp.60 ribu permeter. Ini jelas penipuan dan tidak bisa dibiarkan, ujar Ciliy.


Sementara itu, mantan Kepala Desa Kepur Irwan [52] menanggapi permasalahan warga mengaku cukup menyangkan perlakuan yang tidak adil ini. Seharusnya lanjut Irwan, masalah ini jika dilaksanakan secara transparan dipastikan tidak ada  nada protes dari warga, ia juga menyesalkan karena sebelumnya dari pihak Pemerintahan Desa tidak ada Sosialisasi soal kesepakatan harga atau setidaknya menggelar rapat dengan jajaran pengurus Desa.  Menurutnya, dalam kasus ini kuat dugaan ada pilih kasih serta manipulasi data, buktinya pemilik tanah tidak dipertemukan oleh pihak perusahaan, karena dalam setiap transaksi seharusnya ada bukti akte jual bukti tanah ,’’terangnya.

Diungkapkan lagi oleh Irwan, menyinggung permasalahan jual beli tanah milik warga  yang sekarang termasuk masalah baru ini, ada juga yang harus diungkap kepermukaan didesa ini  yakni tentang Bantuan Gubernur [BANGUB] tahun 2014 sebesar Rp.100 juta , yang saya nilai juga tidak transparan , karena  disebut –sebut banyak pihak  bantuan Rp.100 juta tersebut  informasinya telah dipotong oleh sang Kades Rp.1 juta disetiap penerima bantuan , seperti : P3N , Karang Taruna, Usaha Difinitip Desa ,dan lainya ,’’ pungkasnya .

Sementara ditempat terpisah oknum Kepala Desa Kepur ,Kecamatan Muara Enim Sumardi ketika dikonfirmasi dikediamanya terkait hal tersebut mengaku bahwa dirinya memang dipercaya oleh pihak PT.  Manambang Muara Enim [ MME ] untuk mencarikan tanah. Namun menyangkut tuduhan dari warganya yang merasa telah dirugikan terkait penjualan tanah tersebut, Sumardi mengungkapkan bahwa seluruh proses negosiasi sudah dilaksanakan atas dasar senang sama senang dan sepakat bersalaman, ujarnya.

"Jika dalam proses ganti rugi tanam tumbuh lahan ini ada yang merasa dirugikan  menurut Kades itu soal teknis saja, dan jika memang hal ini akan deselesaikan keranah hukum saya siap menghadapinya" tegas Kades.

Namun saat disinggung tentang harga tanah yang sebenarnya dari pihak perusahaan, Kades Sumardi malah emosi lantas berujar dengan nada tinggi. Kalau anda tidak percaya dengan nominal harga tersebut silahkan tanya langsung saja kepihak perusahaan, ujarnya emosi.(pp/jn)
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu