Home » , » Retribusi Illegal Dishub Prabumulih Disinyalir Mencapai Rp 4 Juta Per Hari

Retribusi Illegal Dishub Prabumulih Disinyalir Mencapai Rp 4 Juta Per Hari

Written By Posmetro Prabu on 21/10/14 | 10/21/2014

PRABUMULIH, PP - Ternyata, tidak hanya preman saja yang merebut kawasan "Basah" duit arang atau tambang batubara melalui angkutannya yang melintas di jalan umum khususnya di Kota Prabumulih. Pihak Pemerintah Kota melalui Dinas Perhubungan dibawah Pimpinan Ridho Yahya ini juga ternyata tidak jauh beda dengan beberapa rombongan pemalak di sepanjang jalan.

Bedanya hanya terletak di seragamnya saja dan memiliki lambang resmi milik Pemerintah. Soal kawasan, antara preman dan Oknum Dishub tampak saling berbagi. Dimana dua titik (tugu nanas dan airmancur-red) disepanjang jalan Prabumulih dikuasai oleh oknum Dishub sementara titik lainnya menjadi bagian preman.

Berdasarkan informasi yang diperoleh posmetroprabu.com selain jatah untuk preman di beberapa titik, Jatah untuk oknum berseragam Dinas Perhubungan Kota Prabumulih sedikit agak berbeda. Dimana jatah preman jalanan per satu truk hanya diberi seribu rupaiah sementara untuk Preman berseragam Dishub ini dibandrol dengan harga Rp. 5000 per angkutan atau tiap satu truk sekali lewat. Jika dikali 2 titik, maka sang sopir batubara harus merogoh koceknya lebih dalam dan jika ditotal mencapai Rp 10 ribu sekali lewat.

Sopir batubara itu juga menjelaskan bahwa setiap oknum Dishub yang melakukan pungutan mengungkapkan bahwa retribusi yang dipungut dari Sopir Batubara adalah biaya retribusi jalan sesuai dengan peraturan. Dari total jumlah keseluruhan truk Angkutan Batubara, diperkirakan setiap harinya sebanyak 900 hingga 1000 unit truk batubara melintas dari Kota Prabumulih. Jika dikalkulasikan, retribusi Illegal ini mencapai kurang lebih Rp.4 Juta per harinya.

Nah.. yang jadi pertanyaan adalah, kemana uang sebanyak itu dimasukkan? 

Hasil penelusuran posmetroprabu.com terkait pungli yang membuat citra Kota Prabumulih ini cacat dimata masyarakat nasional maupun lokal ternyata sangat ironis. Dimana sejumlah narasumber yang ditemui mengungkapkan bahwa pungutan atau yang katanya uang retribusi jalan yang dipungut oleh oknum Dishub Kota Prabumulih itu tidak masuk ke Kas Daerah. Nah terus uangnya kemana..??

Kepala dinas pendapatan, pengelolaan keuangan dan aset daerah (DPPKAD) Kota Prabumulih melalui Kabid Keuangan DPPKAD Kota Prabumulih Bhustomi ketika ditemui diruang kerjanya menanggapi pungutan retribusi yang dilakoni Dishub Kota Prabumulih disetor kemana mengungkapkan bahwa jenis-jenis retribusi yang dia ketahui pada Dinas Perhubungan itu adalah retribusi Parkir, Retribusi Lewat Terminal dan Uji Kelayakan KIR saja.

Namun demikian lanjutnya, agar tidak salah menjawab, Bhustomi menyarankan untuk mengkonfirmasi ulang kepada Dinas Bersangkutan sebab pendapatan yang diterima oleh DPPKAD Kota Prabumulih dari Dishub tidak disebutkan darimana saja sumbernya. Artinya PAD dari Dinas Perhubungan yang diterima oleh DPPKAD bentuknya secara Global tanpa disertai Sumber.

“Untuk urusan ini saya tidak bisa menjawab nanti takut salah. Saya tidak tahu secara detail macam-macam dana retribusi dari Dishubkominfo, karena yang masuk kekami hanya keterangan secara global saja. Biar tidak salah pengertian, Silahkan tanya saja langsung ke bendahara penerimaan Dishubkominfo,” ungkapnya.(pp/lex/ar/nal)
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu