Home » » Menilik Dana Pihak Ketiga di Proyek Patung Kuda Prabumulih

Menilik Dana Pihak Ketiga di Proyek Patung Kuda Prabumulih

Written By Posmetro Prabu on 14/10/14 | 14.10.14


PRABUMULIH, PP - Tidak banyak yang tahu jika proyek pembangunan Patung Kuda di Pertigaan Muara Dua Kota Prabumulih ini sebagian ternyata dibiayai oleh pihak luar atau swasta. Selain tidak disebutkan, Pemerintah juga tidak transparan dengan tidak mencantumkan bahwa proyek tersebut juga dibantu oleh pihak lain seperti PT.Pertagas Prabumulih.

Besaran anggarannya juga bisa dibilang cukup besar. Dimana menurut data yang diperoleh Posmetro Prabu bahwa pihak PT.Pertagas mengucurkan dana sebesar Rp.600 juta pada pelaksanaan proyek tersebut. Lantas apa jadinya proyek pembangunan jika Pelaksanaannya saja tidak lagi transparan. Padahal UU juga mengatur soal transparansi penggunaan anggaran. Dimana pada setiap kegiatan pembangunan wajib melampirkan sumber dana pelaksanaan pembangunan tersebut.

Sekedar informasi, untuk mewujudkan proyek pembangunan patung kuda di Simpang Muara Dua Kota Prabumulih ini, Pemerintah mengucurkan dana sebesar Rp. 1 miliar. Setelah proyek ini dilelang dan diproses selanjutnya ditetapkan pemenang pelaksana kegiatan dan penggunaan biaya tersebut menjadi Rp.Rp.962.480.000 yang dimenangkan oleh rekanan kontraktor CV.Rianda Putra.

Namun pada pelaksanaannya dilapangan, bantuan pihak swasta sebesar Rp. 600 juta tidak disebutkan dalam papan plang Proyek. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ir.Ardi Supratman yang dikonfirmasi melalui PPTK kegiatan Erwin Wirayuda ST membenarkan jika pada Proyek pembangunan Patung Kuda ada bantuan pihak ketiga. Menurutnya, peruntukan dana pihak luar akan dipergunakan untuk membantu kekurangan anggaran. Dimana lanjutnya, Pemerintah hanya menganggarkan sebesar Rp 1 miliar (sebelum dilelang-red) untuk pembangunan lima patung kuda saja, sementara sisanya akan dibantu dari dana bantuan pihak ketiga yang Rp. 600 juta itu.

"Benar bahwa pada proyek patung kuda ada bantuan pihak ketiga sebesar Rp.600 juta. Teknis pengelolaan dananya dilakukan dengan metode 60:40. Dimana 60 persennya akan dikerjakan oleh Pemerintah sementara sisanya akan dikelola oleh Pertagas" ujarnya.

Namun demikian, Banyak warga yang tidak sependapat dengan pelaksanaan proyek yang tidak transparan ini. Dimana selain tidak adanya transparansi dari Pemerintah sebagai kuasa pengguna anggaran, juga biaya pembangunan proyek tersebut dinilai terlalu berlebihan. Dimana jika dikalkulasikan, Total biaya untuk pembangunan proyek ini mencapai Rp.1,5 Miliar. (pp01)
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu