Home » » Ketidakmampuan Ridho Yahya Bisa Picu Timbulnya Gerakan Radikalisme

Ketidakmampuan Ridho Yahya Bisa Picu Timbulnya Gerakan Radikalisme

Written By Posmetro Prabu on 05/10/14 | 5.10.14


PRABUMULIH, PP - Ketika Pemerintah Kota Prabumulih mengibarkan bendera putih yang menggambarkan ketidakmampuan mengatasi masalah sosial angkutan hasil tambang Batubara melintasi kawasan perkotaan Prabumulih bisa jadi memicu timbulnya gerakan Radikalisme massa di Bumi Seinggok Sepemunyian. Tanya mengapa?

Pemerintah yang dianggap mampu menyelesaikan permasalahan hilir mudik truk Batubara yang kian meresahkan ternyata sangat mengecewakan. Legislatif yang dinilai mampu dalam menyerap dan menyalurkan aspirasi rakyat juga tampak diam. Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sikap dan perilaku aparat penegak hukum mulai sirna serta kewibawaan pemerintah Kota di tengah masyarakat kian pudar. Entah kepada siapa lagi diri ini mengadu.

Kemungkinan timbulnya gerakan massa Radikalisme di Kota Prabumulih yang pasti didorong oleh berbagai factor sosial dan ekonomi yang terjadi di tengah masyarakat. Pertama, menumpuknya keresahan dan ketidakpuasan masyarakat atas situasi sosial, ekonomi dan politik yang dirasakan dalam kesehariannya. Kedua, tersumbatnya aspirasi masyarakat dalam format pembangunan politik atau terdapatnya ketimpangan antara pembangunan ekonomi dengan pembangunan politik dan hukum.

Selain itu faktor lainnya juga disebabkan oleh gejala kemiskinan dan tajamnya ketimpangan dalam struktur masyarakat bawah antara si kaya dan si miskin. Meningkatnya fenomena praktek kolusi, korupsi dan manipulasi serta ketimpangan distribusi aset ekonomi yang cenderung dirasakan masyarakat. Belum lagi harga getah yang turun.

Jika Walikota Prabumulih tetap pada pendiriannya menyerah terhadap penyelesaian permasalahan angkutan batubara, bukan tidak mungkin gerakan massa dan radikalisme akan segera bergerak merebut kembali hak-hak sosial dan ekonomi masyarakat yang merasa tertindas dan dirugikan dengan caranya sendiri. 

Melihat fenomena pengusaha truk angkutan batubara yang tidak taat aturan, saat ini warga menghendaki adanya perubahan yang signifikan bila perlu menggunakan cara-cara kekerasan (edisi share berita di sosial media facebook). Jika pejabat dan aparat tidak mampu lagi mengatasi permasalahan rakyat, maka rakyatlah yang harus memikirkan jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi.

Pada hakikatnya, masyarakat masih memberi ruang dan berharap ketegasan Kepala Daerah mampu menghentikan armada truk tambang batubara melintas di Kota Prabumulih dalam waktu dekat. Jika tidak Gerakan Radikalisme dimungkinkan akan bergerak menghentikan truk Batubara dengan caranya sendiri. Hal ini tentu sangat dimungkinkan dimana keresahan warga prabumulih terhadap truk batubara dan dampak yang ditimbulkan sudah pada tingkat kritis.

Berdasarkan pantauan redaksi, salah satu sisi substansi atau isu yang diusung oleh kelompok Radikalisme menentang kebijakan pemerintah adalah sebagai bentuk ungkapan ketidakpuasan terhadap berbagai permasalahan sosial, politik dan ekonomi, lemahnya supremasi penegakan hukum, bobroknya fungsi legislatif dalam menyerap dan menyalurkan aspirasi rakyat, menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sikap dan perilaku aparat penegak hukum, Serta semakin pudarnya kewibawaan pemerintah Kota di tengah masyarakat dan lain sebagainya.

Ini sekedar pandangan penulis. Jika Pemerintah masih memandang sebelah mata soal truk angkutan batubara, maka konsekwensi yang harus dihadapi adalah sebagaimana yang tertulis diatas. Akan muncul gerakan-gerakan penolakan yang berskala kecil maupun besar. Tinggal lagi siap tidak Pemerintah menghadapinya. Redaksi

Share this article :

+ komentar + 1 komentar

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu