Home » , » 3 LSM Prabumulih Sepakat Adukan Kasus Dugaan Korupsi Proyek Taman Prabujaya

3 LSM Prabumulih Sepakat Adukan Kasus Dugaan Korupsi Proyek Taman Prabujaya

Written By Posmetro Prabu on 08/10/14 | 10/08/2014

PRABUMULIH, PP - Tiga lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kota Prabumulih sepakat mengadukan kasus dugaan penyimpangan anggaran pada proyek pembangunan taman Kota Prabujaya. Kesepakatan tersebut telah dituangkan dalam bentuk dokumen pengaduan disertai data dan bukti penyimpangan yang dilakukan mulai saat proses tender hingga pelaksanaannya dilapangan.

Koordinator LSM Mulwadi kepada posmetroprabu.com mengungkapkan bahwa berdasarkan temuan dan bukti-bukti yang didapatkan, pada proyek pembangunan taman kota bernilai Rp.13,43 Miliar yang dikerjakan oleh PT. Nawa Sakti Karya banyak penyimpangan yang didapatkan. 

Penyimpangan yang dimaksud menurut Mulwadi berupa kecurangan yang dilakukan kontraktor seperti pengurangan volume bangunan dari RAB yang ditentukan. Praktik-praktik pengurangan volume pekerjaan proyek di Kota Prabumulih lanjutnya bukanlah hal yang baru dan disinyalir sudah berlangsung lama. Dan praktik-praktik seperti ini jika ditemukan di lapangan, tak semata-mata kesalahan kontraktor, tapi juga pihak pemberi kerja, dalam hal ini pihak SKPD yang minim pengawasan.

Yang kedua lanjut Kemong (sapaan akrab Mulwadi) yakni pembangunan pagar dan amphiteater taman kota Prabu Jaya senilai Rp 2,46 miliar. Menurut kemong proyek ini belum ditenderkan namun sudah dikerjakan. Artinya proyek telah terlebih dahulu dikerjakan sebelum dilakukan pelelangan secara resmi melalui lembaga pelelangan secara elektronik (LPSE) milik Pemerintah Kota Prabumulih.

"Data yang dapat kami kumpulkan bahwa proyek tersebut telah dikerjakan mulai tanggal 15 september 2014, sementara pengumuman lelang baru diterbitkan pada tanggal 26 september 2014. Kontraktor pelaksana dalam hal ini juga tidak memasang plang proyek sehingga proyek tersebut perlu dicurigai dan diduga kuat telah diarahkan kepada orang-orang tertentu" ujar Kemong.

Namun demikian, menurut  keterangan yang didapatkan posmetroprabu.com dari Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek pembangunan taman kota, bahwa kegiatan pembangunan pagar dan aphiteater taman kota adalah bagian dari pembangunan taman kota. Artinya proyek pembangunan pagar taman satu paket dengan pembangunan taman kota.

Menanggapi hal ini, Kemong dan rekannya dengan santai menjawab bahwa PPTK bisa saja mengatakan demikian karna pihaknya juga punya argumentasi tersendiri soal itu. Silahkan saja mereka berbicara data karna kita juga punya bukti kuat dan layak untuk diadukan dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Jika pemabngunan pagar dan Amphiteater taman kota bagian dari pembangunan taman kota jelas sudah menyalahi. Sebab tidak akan mungkin proyek yang sama juga diluncurkan kembali ditahun yang sama. Ini pelanggaran dan setidaknya PPTK dalam hal ini sudah membongkar boroknya sendiri " tegas Kemong.

Hal senada juga disampaikan oleh Jun Manurung. Pengamat pembangunan di Bumi Seinggok sepemunyian ini mengungkapkan bahwa dugaan korupsi pada proyek pembangunan taman kota Prabu Jaya sebenarnya sudah lama tercium tapi terdiamkan. Hal ini lanjutnya menunjukkan bahwa proyek tersebut sarat dengan kepentingan politis.

Dimana modus korupsi yang digunakan diduga berdasarkan pemberi setoran terbesar atau dengan sebuah komitmen dengan oknum penentu kebijakan. Setelah membuat kesepakatan tidak tertulis dengan pengusaha, kemudian oknum penentu kebijakanpun memberikan lampu hijau sebagai tanda di mulainya proses lelang sinetron. Soal ini bukan barang baru lagi di Kota Prabumulih dan terbukti pihak kuasa pengguna anggaran belum pernah melakukan tindakan tegas atau memasukkan nama perusahaan kedalam daftar hitam bagi mereka yang tidak melaksanakan kontrak sesuai dengan bestek.

"Jalan satu-satunya memang warga harus berani bersuara dan bila perlu menempuh jalur dengan mengadukan dugaan tindak pidana korupsi yang menggunakan APBD atau uang negara dalam kegiatan pembangunan Pemerintah. Dengan demikian setidaknya ada upaya pencegahan korupsi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum" tegas Jun. (pp/Dit)
Share this article :

+ komentar + 2 komentar

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu