Home » , » Tak Terima Diadukan, Kadisdik Prabumulih Nyaris Tangani Bawahannya

Tak Terima Diadukan, Kadisdik Prabumulih Nyaris Tangani Bawahannya

Written By Posmetro Prabu on 02/09/14 | 2.9.14

PRABUMULIH, PP - Dua orang pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) kota Prabumulih kemarin (2/9) nyaris menjadi sasaran amukan dari Kepala Dinas Pendidikan kota Prabumulih, HM Rasyid SAg.

Kedua orang pegawai yang dimaksud adalah Dudy Adrial SPd yang menjabat sebagai pengawas Dikmen serta Drs Juaini Idris yang menjabat sebagai pengawas SMA/SMK. Diduga keributan ketiganya dipicu lantaran kedua karyawan tersebut Senin (1/9) ikut dalam rombongan guru yang mengadukan permasalahan pembayaran uang tunjangan sertifikasi guru yang terhambat pembayarannya selama satu bulan.

Akibat keributan ini, aktifitas kerja di kantor Disdik kota Prabumulih yang berada di Jalan Jenderal Sudirman Kecamatan Prabumulih Barat sempat terhenti beberapa saat untuk meredam emosi dari kedua pihak.

Salah seorang pegawai, Dudy Adrial SPd menjelaskan keributan berawal saat dirinya beserta rekannya Juaini Idris mendapatkan panggilan dari Kadisdik untuk menghadap ke kantor. Mendapat panggilan dari atasannya, kedua karyawan ini pun lantas memenuhi kewajibannya untuk menghadap Kadisdik ke kantornya.

Sesampai di dalam ruangan, Kadisdik langsung mempertanyakan maksud kedua karyawan tersebut memimpin aksi para guru saat mengadukan permasalahan ditundanya dana tunjangan sertifikasi guru selama satu bulan.

"Saya pun menjelaskan bahwa saat itu posisi kita berdua (Dudy dan Juhaini,red) sifatnya hanya mendampingi para guru. Sebab, jabatan kita sebagai pengawas serta mantan Kepsek membuat para guru mencurahkan segala permasalahannya kepada kami. Kita sifatnya saat itu hanya memberikan pendampingan bagi para guru itu," beber Dudy yang diwawancarai sejumlah awak media.

Mendengar pernyataan Dudy, Kadisdik pun tidak terima begitu saja dan malah menuduh keduanya sebagai provokator aksi. Kadisdik pun meminta keduanya agar segera menghentikan aksi para guru tersebut dan tidak memperpanjang masalah.

"Ya, kita tetap pada tujuan awal. Jika ini ingin selesai, segera bayarkan dana tunjangan sertifikasi guru full tiga bulan. Apabila  tertundanya pembayaran akibat carry over tahun 2012 seperti yang diutarakan di media, kita meminta surat resminya dari Menteri Keungan. Sehingga kita bisa mensosialisasikannya kepada Kepsek serta guru," jelasnya.

Penjelasan Dudy bukannya membuat Kadisdik tenang dan malah naik pitam. Kadisdik malah minta mereka menyelesaikan masalah dengan jalan kekerasan. Melihat kondisi yang kurang kondusif, Juhaini langsung mengajak Dudy untuk keluar ruangan dan tidak meladeni Rasyid yang sedang emosi.

"Ketika kami keluar ruangan, kami langsung dikejar oleh Kadisdik dan dia langsung berteriak marah dengan kami. Karena teriakannya, karyawan yang lain pun langsung mengejar dan hampir memukuli kami karena mengira kita datang ke kantor Kadisdik untuk menantangnya berkelahi," terangnya seraya mengatakan emosi karyawan lain langsung mereda begitu mereka menunjukkan surat panggilan dari Kadisdik.

Terkait dengan sikap Kadisdik, sebagai karyawan, Dudy mengaku sangat kecewa dengan perlakuan yang ditunjukkan oleh pimpinannya itu. Meski begitu, dirinya tidak ingin memperpanjang permasalahan dengan membawanya ke jalur hukum.

"Kita masih memiliki masalah dana sertifikasi guru yang belum keluar sepenuhnya. Kita ingin ini dulu diselesaikan. Permasalahan tadi kita cukup tahu saja dengan perangai pimpinan kita itu," ungkap Dudy.

Senada, Juaini Idris juga mengungkapkan kekecewaannya. Sebagai seorang pimpinan serta pendidik seharusnya Kadisdik bisa menjadi suri tauladan bagi bawahan serta anak muridnya.

"Kalau mau menyelesaikan permasalahan dengan jalan kekerasan, buat apa sekolah tinggi-tinggi," ucap Juaini. (pp/ep)
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu