Home » , » Soal Angkutan Batubara, Ridho Yahya Menyerah

Soal Angkutan Batubara, Ridho Yahya Menyerah

Written By Posmetro Prabu on 30/09/14 | 9/30/2014

PRABUMULIH, PP - Entah Kepada siapa lagi masyarakat Kota Prabumulih mengadu atas derita yang dialami terkait angkutan truk Batubara yang kian meresahkan. Bahkan setiap harinya jumlah unit angkutan Batubara bukan malah berkurang dan malah sebaliknya kian bertambah banyak. Akibatnya, fenomen tumpukan angkutan batubara di jalan protokol kota Prabumulih serta kemacetan yang disebabkannya menjadi pemandangan rutin yang memilukan di Bumi Seinggok Sepemunyian ini.

Tidak terlihat lagi ruang kosong di jalan kota saat ribuan truk batubara terparkir di jalan akibat macet. Kepada warga tidak lagi diberikan ruang untuk sekedar mengajak keluarga mengenderai sepeda motor berjalan-jalan di Kota Prabumulih sore harinya menunggu adzan maghrib. Asap kenderaan, debu, kebisingan suara knalpot dan klakson kenderaan hingar bingar ditengah jalan mengusik kedamaian warga akibat kemacetan yang ditimbulkan armada yang disebut warga "rombongan uti-uti" ini.

"Entahlah mas. Entah sampai kapan Truk Arang ini merajai jalan Kota Prabumulih. Di kota besar saja derita warga tidak separah di Kota Prabumulih ini. Sekedar bawa keluarga jalan-jalan sore saja menikmati Kota Prabumulih sudah tidak diberi ruang lagi oleh Raja Batubara. Kadang rasanya ingin menangis dan kadang ada kalanya juga timbul penyesalan tinggal di tanah kelahiran ini" ujar Ramli (42) warga Taman Murni Kota Prabumulih saat dibincangi Posmetro Prabu Selasa (30/09/14).

Tidak lupa dirinya hanya bisa berdoa agar para pemangku kebijakan segera sadar dari tidurnya yang lelap untuk menyaksikan permasalahan sosial yang dihadapi oleh warganya. Menurut Ramli, persoalan penolakan angkutan Batubara di Prabumulih sesungguhnya sudah bertahun-tahun berlangsung dan sampai sekarang belum ada solusi yang dicapai oleh pemerintah untuk mengatasinya padahal sangat jelas masyarakat jadi korban dari Kebijakan penerbitan izin pertambangan yang diterbitkan oleh pemerintah, ujarnya.

Ironis memang. Dimana untuk sekedar melakukan pelarangan atau mengalihkan truk bermuatan batubara ini saja Pemerintah Kota Prabumulih tidak memiliki nyali. Padahal, Pemerintah telah membangun dan menyediakan jalan lingkar sepanjang puluhan kilometer dengan anggaran ratusan miliar rupiah yang bersumber dari APBD yang setidaknya bisa dimanfaatkan sebagai jalan alternatif untuk perlintasan hasil tambang asal Kabupaten Lahat itu agar tidak lagi lewat jalan kota.

Menyangkut fenomena yang entah sampai kapan akan berakhir ini, Walikota Prabumulih Ir, H Ridho Yahya MM beserta jajarannya yang memiliki deretan gelar diawal nama maupun di belakangnya seperti Ir, Drs, Msi, ST, SH, MM, S.Sos dan masih Banyak lagi ternyata hanya bisa diam dan tak mampu berbuat banyak soal perkara yang satu ini. Walikota seusai acara Rapat koordinasi dengan seluruh unsur Muspida Prabumulih dalam pembahasan masalah angkutan batubara, Selasa (30/9/2014), di ruang rapat Pemkot Prabumulih lantai I kepada wartawan mengaku belum mendapat keputusan yang jelas soal masalah tersebut.

"Intinya kita tak mungkin melegalkan angkutan batubara melintas di Jalan Kota. Gubernur Sumsel jelas melarang angkutan batubara ini melintas di jalan umum/jalan negara. Banyak pihak baik LSM, wartawan serta warga yang melakukan aksi stop angkutan batubara di Prabumulih, namun hasilnya nihil. Kalau sudah begini kita cuma bisa ngadu sama Tuhan," ujarnya seraya berlalu meninggalkan wartawan.

Dengan demikian maka bisa dipastikan pengusaha tambang batubara di sumsel sangat kuat dan tak tertandingi. Buktinya Pemerintah Kota Prabumulih saja angkat tangan dan tunduk dihadapan pengusaha dan tak mampu berbuat apa-apa. Tinggal lagi warga kota prabumulih yang berpikir, mau dijajah oleh truk angkutan batubara selamanya atau merdeka dari polusi, kemacetan, ancaman kecelakaan dan kesemberautan. (pp/01)
Share this article :

+ komentar + 3 komentar

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu