Home » » Penyidikan Kasus Penggelapan Dana Saksi Pileg Dihentikan, BAHU Nasdem Prabumulih Ajukan Keberatan

Penyidikan Kasus Penggelapan Dana Saksi Pileg Dihentikan, BAHU Nasdem Prabumulih Ajukan Keberatan

Written By Posmetro Prabu on 24/09/14 | 24.9.14

PRABUMULIH, PP – Badan Advokasi Hukum (BAHU) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Kota Prabumulih dalam waktu dekat akan segera menyampaikan Surat Pernyataan Keberatan dan Permohonan Evaluasi atas diterbitkannya SP2HP dan SP3 oleh penyidik Polres Prabumulih terkait dugaan tindak pidana penggelapan dana saksi Pemilu legislative (Pileg) lalu.

Ketua BAHU DPD Partai Nasdem Kota Prabumulih melalui Ketua Departemen Advokasi dan Bantuan Hukum, Satria Jaya SH menceritakan, pengajuan pernyataan Keberatan dan Permohonan Evaluasi atas diterbitkannya SP2HP dan SP3 oleh penyidik Polres Prabumulih terkait proses penyidikan LP No : SPTL/B-1/108/IV/2014/RES/PBM yang dilaporkan BAHU.

“Pada tanggal 28 April 2014 usai pelaksanaan Pileg 2014 lalu, kami menyampaikan laporan dugaan telah terjadinya tindak pidana penggelapan dana saksi Partai Nasdem pada Pileg yang digelar 9 April lalu, ketika menyampaikan laporan kami juga menyerahkan beberapa alat bukti yang karenanya patut diduga telah terjadi peristiwa tindak pidana,” ceritanya.

Satria Jaya melanjutkan, beberapa alat bukti yang diserahkan kepada pihak penyidik untuk memperkuat laporan tersebut diantaranya, lembaran form C1 hasil down load dari website Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Prabumulih, surat pernyataan tidak menerima dana saksi Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari saksi yang ditunjuk.

“Selain dari 2 alat bukti tersebut, kami juga menyampaikan laporan keuangan yang berisikan alur keluar masuk dana Partai untuk digunakan membayar operasional saksi di setiap TPS yang ditunjuk, surat mandat yang diserahkan kepada saksi untuk disampaikan kepada petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di TPS yang ditunjuk,” lanjutnya.

Disesalkan Satria, saat beberapa hari sebelum Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) diterbitkan, pihak penyidik dari Unit Pidana Umum (Pidum) Polres Prabumulih menyampaikan kesimpulan hasil penyidikan bahwa laporan BAHU tidak cukup bukti untuk ditingkatkan ke proses penyelidikan.

“Padahal menurut pendapat kami, dari beberapa alat bukti yang kami sampaikan dan didukung oleh keterangan saksi, peristiwa dugaan terjadinya tindak pidana penggelapan dana saksi Partai Nasdem pada Pileg 2014 lalu sebagaimana yang dilaporkan patut diduga sebagai tindak pidana sehingga ditingkatkan ke proses penyelidikan,” sesalnya.

Satria memaparkan, unsur-unsur yang terdapat dalam pasal 372 dan 374 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) sudah terpenuh dengan alat bukti yang diserahkan dan dari keterangan yang disampaikan saksi, seperti unsur “barang siapa” merujuk pada nama-nama penerima dana saksi Pileg Partai Nasdem.

“Unsur “... dengan sengaja secara melawan hukum …” terpenuhi karena penerima dana saksi ada yang tidak menjalankan amanat partai sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, unsure “ … memiliki barang sesuatu …” merujuk pada dana saksi, unsur “ … yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain … merujuk pada Partai Nasdem,” paparnya.

Ditambahkan Satria, sedangkan unsur “… tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan …”merujuk pada dikuasainya dana saksi Pileg Partai Nasdem oleh penerima dana saksi dikarenakan jabatan dan atau pekerjaan baik sebagai pengurus partai maupun koordinator saksi.

Kepala unit (Kanit) Pidana umum (Pidum) Polres Prabumulih, Ipda Vedria Sukri dihadapan pelapor menyatakan bahwa laporan pelapor dengan LP No : SPTL/B-1/108/IV/2014/RES/PBM telah ditanggapi pihaknya dengan melakukan penyidikan untuk mengetahui bahwa peristiwa yang dilaporkan merupakan tindak pidana atau bukan.

“ Dari hasil berbagai keterangan yang disampaikan saksi-saksi dalam pemeriksaan dan disertai berbagai alat bukti yang dikumpulkan, sebagaimana yang tercantum dalam SP2HP dan SP3 tim penyidik berkesimpulan bahwa peristiwa yang dilaporkan bukan merupakan tindak pidana atau tidak cukup bukti untuk digolongkan peristiwa pidana,” katanya. (nov)
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu